De, apa khabar!
IKUT PRIHATIN BUAT TEMEN-TEMEN ProFauna Bali atas penderitaan yang dialami, mudah-mudahan masyarakat pedagang Penyu di Bali dibukakan kesadarannya untuk meminta maaf dan bersedia belajar untuk mencari alternatif usaha yang lain selain dari usaha perdagangan Penyu. Mudah-mudah Ida Sang Hyang Widhi membukakan hati mereka dan memberi jalan untuk menemukan usaha selain memperdagangkan Penyu yang dilindungi.
Coba diusahakan untuk mengadakan dialog, tidak perlu kekerasan dilawan dengan kekerasan, kekerasan perlu diakhiri, penderitaan Republik ini sudah cukup berat.
Sekali lagi ikut prihatin!!!
Salam Sejahtera dari Bandung.
Gde Sumarjaya Linggih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear All,
Pada tanggal 4 Juni 2003 lima orang aktivis ProFauna Bali
ikut tim KSDA
Bali dan Polda Bali dalam operasi penyitaan penyu di
Pudutsari dan
Deluangsari, Tanjung Benoa, Bali. Di tempat ini tim
mendata ada lebih
dari 250 ekor penyu yang ada di sana.
Belum tuntas tim menghitung jumlah penyu yang ada,
tiba-tiba pada pukul
15.30 WITA ratusan massa dengan membawa senjata tajam
seperti parang dan
pedang datang sambil berteriak-teriak. �Hai ProFauna kalau
berani hadapi
kami!!� ,teriak massa kepada aktivis ProFauna. Diantara
massa tersebut
terlihat Bendasa Adat Desa Tanjung Benoa.
Mereka tidak hanya berteriak dan mengancam dengan
kata-kata seperti mau
membunuh aktivis ProFauna atau menyerbu kantor ProFauna,
namun melakukan
tindakan kekerasan fisik dengan melempar bambu ke aktivis
ProFauna dan
juga menjambak rambut Wita, salah se orang staff ProFauna.
Para pedagang
penyu tersebut juga merampas film ProFauna.
Ironisnya meski ada polisi di tempat kejadian, polisi
tersebut tidak
berbuat apapun untuk melindungi aktivis ProFauna. Mereka
hanya diam saja
ketika aktivis ProFauna diintimidasi, diancam dibunuh,
dijambak dan
dirampas filmnya oleh massa pendukung perdagangan penyu.
Massa yang
jelas-jelas membawa senjata tajam dan mengancam membunuh
aktivis
ProFauna, sama sekali tidak ditindak oleh aparat
kepolisian.
Perlu Bantuan Anda
ProFauna Indonesia dan penyu di Indonesia perlu bantuan
anda untuk
menghentikan pembantaian dan perdagangan penyu di Bali.
Kirim surat ke
Gubernur Bali, Kapolda Bali, Menteri Kehutanan dan Menteri
Lingkungan
Hidup. Beberapa hal penting yang bisa anda sampaikan dalam
surat
tersebut adalah:
� Minta pemerintah dan kepolisian menindak tegas
perdagangan penyu di
Bali
� Minta polisi memberikan perlindungan terhadap aktivis
ProFauna yang
melakukan kampanye penghentian perdagangan penyu
Segera kirim surat tersebut via fax:
Irjen Polisi Made Mangku Pastika
Kepala Kepolisian Daerah Bali
Fax. (0361) 237794
I Dewa Made Beratha
Gubernur Bali
Fax. (0361) 236037
AMANKAN KANTOR BALI!
Untuk menjaga dari segala kemungkinan, diharapkan anggota
ProFauna yang
punya waktu untuk beramai-ramai datang ke kantor ProFauna
Bali. Kita
akan pertahankan 'kedaulatan' kita! Pantang mundur! Terus
berjuang untuk
perlindungan penyu, meski teror dan ancaman terus
membayangi!
Besuk, 20 anggota ProFauna dari Malang akan berangkat ke
Bali, menyusul
kemudian anggota dari Jakarta. Apa ada anggota lain yang
turut menyusul
menjadi relawan di kantor ProFauna Bali?
Salam ProFauna,
Rosek Nursahid
===========================================================================================
"TELKOMNet Instan memberikan diskon 40% untuk akses malam hari dari pukul 23.00 sampai 06.00.
Berlaku untuk wilayah Jawa Timur mulai 1 Mei 2003 sampai 30 Juni 2003."
===========================================================================================
--
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.
Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators :
Berlangganan :
Henti Langgan :
Do you Yahoo!?
Free online calendar with sync to Outlook(TM).
