|
Yth.Pak Popo dkk,
Agak menyedihkan, bahwa dalam pelaksanaan proyek ini,
prosedur dan mekanismenya ternyata amburadul. Kontraktor tidak melihat hasil
studi Culturtal Heritage Conservation, dan pejabat pemda yang di lapangan juga
tidak memahami hal-hal yang harus dikerjakan. Jelas terlihat adanya 'gap' antara
rencana, perencanaan, pelaksanaan, pelaksana, monitoring dan controlling.
Rencana dan perencanaannya yang baik serta sempurna tapi tidak dilaksanakan
tentu harus dicari penyebabnya.
Sangat diperlukan juklak untuk mengatasi masalah kelemahan
pemahaman 'pelaksana proyek' atas spirit dari rencana yang telah dibuat.
Pengawas harus menjaga agar pelaksana bekerja sesuai dengan
perencanaan.
Saya kira mutlak dilakukan kajian dalam segala aspek dari
proyek ini, setelah kita mengetahui adanya penyimpangan pelaksanaan dan hasil
studi. Jika terlambat kajian ini, maka kita khawatir pinjaman dari worldbank
akan sia-sia untuk melestarikan peninggalan budaya.
Saya ingin mengusulkan, bagaimana sekali-sekali evaluasi ulang
proyek ini dilakukan di singaraja ? LP3B Buleleng siap memfasilitasi pertemuan
tersebut.
Rahayu
Gde Wisnaya
|
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heritage Conserva... Gde Wisnaya Wisna
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heritage Con... Gde Wisnaya Wisna
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heritage... asti musman
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heri... Karyasa Wayan
- [bali] Re: Buleleng & Cultural ... asti musman
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heritage Con... Made Wirata
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heritage Con... dwi yani
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heritage Con... dwi yani
- [bali] Re: Buleleng & Cultural Heritage... Nyoman Bangsing
- [bali] AKTIVIS PROFAUNA DISERANG! Gde Sumarjaya Linggih
- [bali] Re: AKTIVIS PROFAUNA DISERAN... R Susanto
