Dear All
 
Daku jadi makin yakin, ternyata banyak orang, kalangan yang nggak paham dengan apa itu konservasi yang berdaya guna. 
Sebagai orang Indonesia -- karena aku tidak pernah di aku orang Bali -- khawatir, banyak peninggalan dan warisan generasi lalu hilang percuma. 
lihat apa yang terjadi dengan Taman Ujung di Karangasem? Daku benar 2 kehilangan kenangan masa kecil, saat aku pertama kali menginjakkan kaki di Bali
dan oleh almarhum kakekku dibawa melihat sisa2 wajah Bali. Apa ini yang sengaja
dibiayai bank dunia? Aku cuman mau tahu aja tanggapan pihak World Heritage dan PBB.
 
Dwi

--------- Original Message ---------
DATE: Tue, 03 Jun 2003 22:03:37
From: popodanes <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],[EMAIL PROTECTED]
Cc:

Hallo rekan-rekan peduli Buleleng,
 
Hari Rabu yang lalu, kita lanjutkan pertemuan lagi yang dihadiri oleh Agus Sulendra, Yudi Gautama, Darma Dipta, Ngurah Paramartha, Yudha Saka, Cahyo Prassetyo, Agus Agam, Ketut Rana Wiarcha, Popo Danes, Nyoman Gde Suardana, dr. Soegianto, Wayan Silur, Putu Rumawan Salain, Putu Agus Budiana, Purnomo.
 
Peretemuan banyak diisi dengan presentasi visual oleh Bp. Putu Rumawan Salain, yang menjelaskan, apa yang telah menjadi hasil bahasan studi Cultural Heritage Conservation untuk kota Singaraja. satu hal yang penting, dalam studi juga dijelaskan bahwa bangunan Bea Cukai di pelabuhan Buleleng yang akan dirobohkan atas perintah pak Bupati itu termasuk yang akan dikonservasi. Nah ....
 
Saya, Popo, beserta Bp. Ida Bagus Rai dari Bappeda Bali, dan Bp. Purnomo dari PPCU Bali melakukan kunjungan ke Singaraja hari Senin kemarin, dan diterima oleh Bapak Wakil Bupati, Ketua Bappeda, dan mereka yang terlibat dalam proyek ini. Kita sudah jelaskan kepada mereka tentang misi dari proyek ini, juga memperjelas apa yang telah kita bicarakan bersama minggu lalu dengan Wakil Gubernur, Bp. Alit Putra.
 
Bagaimanapun, kita ingin tetap meluruskan apa yang semestinya dilakukan di Buleleng, terutama untuk visi-visi yang lebih jelas ke depan. Terimakasih untuk rekan-rekan yang sudah memberikan opininya dalam milist ini, juga kepada Sdr. N G Suardana, arsitek dari Jagaraga yang sempat membeberkan catatannya selama mengikuti pertemuan- pertemuan yang lalu.
 
Selanjutnya, kita rencana bertemu kembali pada hari Rabu, 4 Juni 2003, waktu tetap 19.30 wita, tempat tetap, Jl. Hayam Wuruk 159 Denpasar.
 
Terimakasih dan sampai jumpa,
 
Popo Danes
 
 

Kirim email ke