sebenarnya saya setuju dengan kenaikan harga BBM, tapi dengan system smart card 
yang sedang menjadi skenario pilihan, yakni untuk kendaraan pribadi roda 4 
dikenakan kenaikan harga BBM, sedangkan untuk roda dua dan kendaraan umum 
mungkin dinaikkan dalam batas yang tidak seberapa. karena klo dinaikkan semua , 
dampaknya akan ke masyarakat kebanyakan yang masih berada dalam kemiskinan. 

di indonesia, jumlah penduduk yang kaya, dan yang miskin berbanding lurus. toh 
pembelian mobil pribadi malah meningkat meskipun pemerintah merencanakan 
kenaikan BBM. jadi kalau dengan system smart card spt ini, subsidi bisa lebih 
ke sasaran, mana yang memerlukan subsisi mana yang nggak. nantinya memang smua 
kena imbasnya, tapi tidak sebesar jika kenaikan BBM merata. 

lagipula kenaikan BBM ini khan selain memang karena harga minya dunia naik, 
juga karena pemerintah berniat mengalihkan subsidi BBM ke sektor lainnya, misal 
pendidikan, pangan, dan kesehatan. membaca dari sebuah berita, anggaran belanja 
negara untuk tahun 2008, 126 trilyun masih didominasi oleh subsidi BBM, 
sedangkan yang lain adalah pendidikan Rp 42,2 triliun, kesehatan Rp 16,7 
triliun, dan pangan Rp 9,2 triliun.

disini kelihatan sekali sebelumnya prioritas pemerintah kita spt apa. kalau 
memang rencana kenaikan untuk mengalokasikan anggaran dan mensubsidi sektor 
lainnya yang lebih penting ( dan bukan untuk dikorupsi), saya kira masih wajar. 

Just My Humble Opinion.. ;)

Dewi
http://secret-silence.blogspot.com

Made Suryawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                   
  Betul2! Sependapat jak Bli Yanuar! Saya kira lewat jalan mana orang berjuang, 
itu terserah pribadi masing2! Siapapun tidak bisa memaksakan kehendaknya agar 
sesorang mengikuti cara yang ia yakini benar! Mau turun ke jalan, mau lewat 
blog, ato lewat email, atau hanya “diam dan melakukan pengkhianatan” seperti 
kata bli ancak saya pikir sah2 saja. Setiap orang berhak melakukan yang ia mau 
sebatas ia tidak melanggar hak-hak orang lain.
   
  Anyway, back to the topic. Saya ga tau apa benar naiknya harga minyak dunia 
bisa sampai membobol APBN negara ini sampe sedemikian parahnya. Yang jelas 
kalaupun iya, saya pikir pemerintah ga hanya mencari jalan keluar dengan jalan 
pintas seperti menaikkan harga BBM. Okelah, anggap saja tidak bisa dihindari. 
Saya pikir harus dipikirkan juga solusi jangka panjangnya! 
   
  Penghematan adalah jalan keluar yang sebenarnya paling mudah, kalau mau 
berusaha dilakukan. Jangan salahkan orang punya mobil banyak, karena pemerintah 
sendiri tidak pernah mengatur berapa jumlah mobil yang boleh dimiliki warga 
negaranya. Memang sih itu kembali ke diri sendiri yang punya mobilnya, tapi at 
least pemerintah ada niat untuk mengatur hal ini. Misal saja dengan 
meningkatkan pajak untuk mobil2 mewah, dsb!
   
  Ato juga seperti yang diusulin Bli Winardi. Negara ini kaya! Tapi hasil 
buminya hanya dikeruk dan dikirim keluar negeri, sedangkan akhirnya kita harus 
membeli hasil olahannya berkali-kali lipat melalui impor. Entah apa yang ada di 
atas sana (jajaran pemerintah). Padahal banyak siswa kita yang menang olimpiade 
fisika, tapi tetep saja kesannya kita kekurangan tenaga ahli.
   
  Dan masih banyak lagi hal2 lainnya.
   
  Yang jelas pointnya tidak menyelesaikan masalah ini hanya dengan shortcut 
seperti sekarang. Tidak ada yang tau sampai batas mana BBM ini akan naik. Dan 
kalo misal harga minyak dunia naik lagi, apa mau naikin harga BBM lagi?
   
   
  -imsuryawan-
  http://imsuryawan.net
     
    
---------------------------------
  
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
??????
 Sent: Wednesday, 7 May 2008 5:22 PM
 To: [email protected]
 Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages
  
   
        maaf...
 sekedar menggingatkan buat semua,
 kembali ke topik awalnya mengenai kebijakan pemerintah dan bagaimana kita 
menyikapinya.
 diskusi yang berlanjut sepertinya sudah mulai kehilangan arah dengan 
berlepotan kesana-kemari.
 
 
 regards'
 
 Yanuar
 "idealisme kadang perlu untuk menunjukan bahwa keragaman itu ada"
 
 
    2008/5/7 Nena Accounting of Whirlingturban <[EMAIL PROTECTED]>:
            Mungkin perlu dilakukan pembatasan penggunaan kendaraan pribadi
  Mungkin pemerintah perlu buat solusi mass tansport kayak di Singapore.
  Jadi masyarakat tidak usah pusing untuk beli bensin. Tinggal dijemput dan 
bayar bulanan
   
   
   
   
      
---------------------------------
  
  From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
siapa_heru
 Sent: Wednesday, May 07, 2008 1:11 PM
    
 To: [email protected]
 Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages
  
  
   
            setuju pak nyoman. bisa ditambah RT-RW listrik. bisa pake tenaga
 matahari, ataupun kincir angin. 
 
 rt-rw bensin, ini masalah sebenarnya. terlalu lama kita terlena dengan
 gaya hidup berkendaraan individualistik.
 
 Saya termasuk yang tidak setuju premium hanya naik harganya. Keinginan
 saya premium stop diproduksi, dan stop digunakan. Lebih baik produksi
 kembali premix, dan biarkan dijual dengan harga pasar. Sehingga
 pilihannya ada premix, pertamax, dan pertamax plus (kalau di pom
 bensin pertamina).
 
 Saya pun tidak setuju kenaikan harga solar. Kendaraan bermesin diesel
 berhubungan langsung dengan proses distribusi produk dan transportasi
 publik. Kalau bahan bakar ini ikut naik, maka kebutuhan pokok
 masyarakat dipastikan ikut naik.
 
 Persoalan terbesar kenaikan premium pada transportasi pribadi
 (keluarga / perorangan). Walaupun mungkin ada industri (pariwisata >>
 travel misalnya) yang menggunakan kendaraan premium, namun jumlahnya
 lebih sedikit. Kebutuhan mobilitas orang - perorang ini yang terus
 menerus menjadi kendala.
 
 Transportasi publik sejak dulu hingga sekarang melulu dipandang
 sebelah mata. Di Indonesia umumnya, nyaris tak jelas keberadaan
 angkutan publik ini. Kalaupun ada, kondisinya menyedihkan. Angkutan
 penumpang pedesaan justru menguasai ruas jalan utama perkotaan. Rute
 tak jelas, waktu tiba tak pasti, harga mahal, tak nyaman sama sekali.
 Dari dulu hingga sekarang tak pernah ada penyelesaiannya. Ini masalah
 sebenarnya. Bukan premium naik.
 
 Pilihan masyarakat memiliki kendaraan pribadi pun tak lepas dari
 buruknya sistem dan keberadaan transportasi publik ini. Daripada gak
 nyaman naik angkot, mending naik mobil pribadi. Daripada naik angkot
 mahal, mending beli motor sendiri. Lambat laun menjadi kebiasaan. Dan
 kini banyak yang terlena dengan kenyamanan angkutan pribadi.
 
 Kalau dibilang kenaikan premium adalah bentuk neoliberalisme dan
 seterusnya. Justru membiarkan masyarakat terlena dengan tranportasi
 pribadi, dibanding mengedepankan transportasi publik adalah jauh lebih
 kapitalistik.
 
 Kebutuhan individu, orang-perorang lebih dikedepankan. Roda kapital
 jauh lebih cepat berputar pada industri kendaraan pribadi dibanding
 kendaraan publik. Orang per orang didorong sedemikian rupa untuk
 berebut membeli kendaraan. Semakin sistem transportasi publik
 ditingalkan, semakin larislah jual-beli kendaraan pribadi ini.
 
 Padahal pilihannya sederhana. Semakin tinggi harga bahan bakar
 kendaraan pribadi, pilihannya adalah kendaraan umum. Kalau kendaraan
 umumnya tidak ada? Masyarakat dikondisikan pada situasi mau-tidak-mau
 harus ikut.
 
 Jadi, kalau penolakan kenaikan premium (apapun bentuknya) saya tidak
 sepakat.
 Tapi, kalau mendesak pemerintah untuk memperbaiki kualitas dan
 kuantitas transportasi publik, ayo!
 
 salam,
 heru
 http://kataheru.com 
 
 --- In [email protected], "I Nyoman Suardana"
 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > RT-RW.Net VS RT-RW.GAS VS RT-RW.bensin
 > 
 > RT-RW.net, adalah penggunaan suatu koneksi internet bersama oleh
 suatu masyarakat dalam satu wilayah dalam usaha pencapaian tujuan yang
 sama (dalam hal ini terkoneksi ke i-net) dengan biaya serendah mungkin.
 > 
 > 
 > 
 > Kalo kita aplikasikan ide awal diatas ke aspek kehidupan yang lain
 itu bukan hal yang tidak mungkin. Misal 
 > 
 > 
 > 
 > RT-RW.Gas
 > 
 > Kalo biogas standar bahan bakunya adalah kotoran sapi, tapi bahan
 ini tentu saja sulit didapatkan bila kita berada di perkotaan. Tapi
 ada solusinya, adi pagi nonton di TV ada liputan tentang pemakaian
 Biogas bersama oleh suatu kelompok masyarakat di suatu desa
 menggunakan biogas bahan baku kotoran manusia. So kita bikin septic
 tank skala besar, dimana seluruh saluran STP rumah di hubungkan
 kesana. Wahhh bisa jadi pabrik biogas masal toh. Klo rumahnya jauh,
 dari instalasi biogasnya, kita pakai system wireless, dimana biogas
 dimasukkan tabung Gas ElPiJi :D
 > 
 > 
 > 
 > RT-RW.bensin
 > 
  
  
  > Hindarin penggunaan kendaraan bermotor sendirian. Paling kecil ya…
      
 naek motor, usahakan berdua. Kalo punya mobil, pakai system sperti
 yang sudah2. 1 mobil untuk Sekompleks perumahan . :D
 > 
 > 
 > 
 > Ad aide RT-RW. Yang lain???
 > 
 > ./nyoman
 > 
 > 
 > 
 > From: [email protected]
 [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Nyoman Winardi
 > Sent: Tuesday, May 06, 2008 11:35 AM
 > To: [email protected]
 > Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages
 > 
 > 
 > 
 > Cuman itung - itungan nak belog to mbok hehehe ...
 > Lagian, terlalu no brainer kalo langsung naikin harga ...
 > Seolah - olah tidak ada daya upaya lainne mbok ...
 > Kayak, batis sakit batise suntik (kaki yang sakit, kaki yang
 disuntik) hehehe ...
 > 
 > Pada akhirnya memang subsidi itu harus dicabut / dikurangi ...
 > Saya juga setuju dengan ini, tapi untuk saat ini saya rasa
 masyarakat belum siap ...
 > 
 > Trus kapan siapnya? Pada saat pejabat kita udah mulai mikir
 kesejahteraan masyarakat ...
 > 
 > -maaf kalo ada yang salah pendapat saya sebagai nak belog ne-
 > 
 > luh de suriyani wrote: 
 > 
 > 
 > hitungannya maut bli. itung2an kaya gini bisanya disembunyikan
 pemerintah. saya kasian sama sejumlah ibu2 di rumah yang dipaksa pake
 gas. apalagi penyalurannya juga memang korupsi baru. hmm...frustasi
 terus sama terobosan pemerintah kita. 
 > 
 > luhde
 > 
 > 
 > 
 > .
 > 
 > 
 
<http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=20693907/grpspId=1705171464/msgId=3602/stime=1210098256/nc1=5028926/nc2=5170414/nc3=3848643>
 >
  
  
  
  
    No virus found in this incoming message.
 Checked by AVG.
 Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.9/1418 - Release Date: 5/6/2008 5:17 
PM
  
  
  
  
  
  
  
  
   
  
    

         


     
                                       

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke