Setuju mass transport sebagai solusi, tapi coba kita lihat contoh dari transjakarta. Warga pondok indah malah melakukan protes agar tidak melewati perumahan mereka. Selain itu jalur mereka sering diserobot oleh pengguna jalan lain. Sering juga diserobot oleh para pejabat. Jadi peraturan harus tegas klo mau menggunakan mass transport.
Pembatasan kendaraan sangat bagus. Tapi pasti cuman jadi sekedar ide doang. Karena kalau sampai digertak perusaaan otomotif, maka pemerintah pastilah akan bergeming. Katanya pajak otomotif sangat besar dan mempekerjakan tenaga yang sangat banyak. Jadi sekali ngancam pemerintah pasti keder. teman saya pernah melakukan penelitian untuk penggunaan mass transport di Bali. Hasilnya: Kemungkinan berhasil cuman 0.0000% (kebanyakan nolnya, sampai lupa angka pastinya). Jadi klo ga ada nita yang kuat, sangat sulit menerapkan mass transport di Bali. suksma http://proletarman.wordpress.com --- In [email protected], "siapa_heru" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > kalau pemecahan jangka panjang untuk transportasi, ya tranpsortasi > publik. > > saya sepakat pembatasan kendaraan. setau saya gak sesederhana dengan > membatasi per KK hanya boleh punya sekian motor atau sekian mobil. > bisa dengan harga BBM yang tinggi, bisa dengan pajak masuk, bisa > dengan pajak tahunan, bisa dengan mempersulit perolehan kendaraan. > > sayang, pemerintah cukup takut dengan produsen maupun distributor > otomotif. belum lagi pihak-pihak yang mengambil untung dari masuknya > produk otomotif ini. > > padahal mudah saja, kendaraan pribadi diatas 2000 cc kasih aja pajak > 10 juta setahun. trus tiap tahunnya kasih peningkatan 30%-50%. biaya > masuk boleh murah, pajak tahunan kasih selangit. beres deh. > > tapi, rata-rata pengguna kendaraan diatas 2000cc ternyata para pembuat > kebijakan. atau orang yang dekat si pembuat kebijakan. mana mau mereka > hidup gak enak, hehe... > > periode 1997-2002 (kalo gak salah), pemda bali punya konsultan yang > perorangnya dibiayai diatas 20 juta rupiah. program mereka melakukan > perencanaan bali urban infrastructure project. salah satu yang diurusi > masalah transportasi publik ini. entah bagaimana hasilnya, karena > sampai sekarang daerah urban di bali toh sama saja. > > karena studinya sudah begitu lama berlalu. mau jangka panjang berapa > tahun lagi? > > salam, > heru > http://kataheru.com > > > --- In [email protected], "Made Suryawan" > <made.suryawan@> wrote: > > > Anyway, back to the topic. Saya ga tau apa benar naiknya harga minyak > > dunia bisa sampai membobol APBN negara ini sampe sedemikian parahnya. > > Yang jelas kalaupun iya, saya pikir pemerintah ga hanya mencari jalan > > keluar dengan jalan pintas seperti menaikkan harga BBM. Okelah, anggap > > saja tidak bisa dihindari. Saya pikir harus dipikirkan juga solusi > > jangka panjangnya! > > > > > > > > Penghematan adalah jalan keluar yang sebenarnya paling mudah, kalau mau > > berusaha dilakukan. Jangan salahkan orang punya mobil banyak, karena > > pemerintah sendiri tidak pernah mengatur berapa jumlah mobil yang boleh > > dimiliki warga negaranya. Memang sih itu kembali ke diri sendiri yang > > punya mobilnya, tapi at least pemerintah ada niat untuk mengatur hal > > ini. Misal saja dengan meningkatkan pajak untuk mobil2 mewah, dsb! >

