come on... kedengarannya emang extreme, tapi menaekkan BBM setinggi-tingginya pada akhirnya akan membuat kita bisa menghargai banyak hal dan jadi lebih baek. saya bukan org kaya, BBM naek juga ikut menderita kok.
chaoz/inflasi adalah "bersakit-sakit dahulu", masalahnya apakah setelah berakit-rakit ke hulu, kita memilh untuk tenggelam kemudian ato bersenang2 kemudian :p ga usah urusan gede macam BBM, gw mau kecilin perut biar eight-pack aja (yeah, ada sedikit keturunan alien), menderita minta ampun dulu, pilih2 makan en nge-gym *huhuhu gayanya asn ----- Original Message ----- From: siapa_heru To: [email protected] Sent: Thursday, May 08, 2008 11:05 AM Subject: Re: [bali-bali] RE: [baliblogger] welcome to new dark ages kalau pemecahan jangka panjang untuk transportasi, ya tranpsortasi publik. saya sepakat pembatasan kendaraan. setau saya gak sesederhana dengan membatasi per KK hanya boleh punya sekian motor atau sekian mobil. bisa dengan harga BBM yang tinggi, bisa dengan pajak masuk, bisa dengan pajak tahunan, bisa dengan mempersulit perolehan kendaraan. sayang, pemerintah cukup takut dengan produsen maupun distributor otomotif. belum lagi pihak-pihak yang mengambil untung dari masuknya produk otomotif ini. padahal mudah saja, kendaraan pribadi diatas 2000 cc kasih aja pajak 10 juta setahun. trus tiap tahunnya kasih peningkatan 30%-50%. biaya masuk boleh murah, pajak tahunan kasih selangit. beres deh. tapi, rata-rata pengguna kendaraan diatas 2000cc ternyata para pembuat kebijakan. atau orang yang dekat si pembuat kebijakan. mana mau mereka hidup gak enak, hehe... periode 1997-2002 (kalo gak salah), pemda bali punya konsultan yang perorangnya dibiayai diatas 20 juta rupiah. program mereka melakukan perencanaan bali urban infrastructure project. salah satu yang diurusi masalah transportasi publik ini. entah bagaimana hasilnya, karena sampai sekarang daerah urban di bali toh sama saja. karena studinya sudah begitu lama berlalu. mau jangka panjang berapa tahun lagi? salam, heru http://kataheru.com --- In [email protected], "Made Suryawan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Anyway, back to the topic. Saya ga tau apa benar naiknya harga minyak > dunia bisa sampai membobol APBN negara ini sampe sedemikian parahnya. > Yang jelas kalaupun iya, saya pikir pemerintah ga hanya mencari jalan > keluar dengan jalan pintas seperti menaikkan harga BBM. Okelah, anggap > saja tidak bisa dihindari. Saya pikir harus dipikirkan juga solusi > jangka panjangnya! > > > > Penghematan adalah jalan keluar yang sebenarnya paling mudah, kalau mau > berusaha dilakukan. Jangan salahkan orang punya mobil banyak, karena > pemerintah sendiri tidak pernah mengatur berapa jumlah mobil yang boleh > dimiliki warga negaranya. Memang sih itu kembali ke diri sendiri yang > punya mobilnya, tapi at least pemerintah ada niat untuk mengatur hal > ini. Misal saja dengan meningkatkan pajak untuk mobil2 mewah, dsb!

