Betul realitanya seperti itu dan anda melihatnya dari sisi non agama, tapi untuk MUI jelas jelas melihatnya dari sisi agama.
Nurut saya sih MUI seharusnya tidak mengharamkan golputnya karena golput biar gimana juga adalah hak individu orang tidak bisa dibilanng haram, yang perlu diharamkan adalah jika pemilik suara tidak datang ke tps, didalam tps apakah dimau milih satu atau milih semua sehingga tidak sah itu urusan dia toh. Intinya jangan campur adukkan agama dengan urusan dunia. --- In [email protected], "Tinon Winahyu (DHL ID)" <tinon.wina...@...> wrote: > > wah pertanyaannya jadi tambah berat nih... tapi saya yang awam ini, > berpikirnya sederhana saja. coba kita bayangkan kalau pemilih yang > terdaftar sekitar 150 juta dan yang golput 50 juta, harga kertas suara > perlembar 2000. karena untuk legislatif nanti ada pemilihan untuk > kab/kota, propinsi dan nasional jadi akan terbuang sia-sia uang negara > sebesar 300 milyar rupiah (50 jutax2000x3). ini dari sisi kertas suara > saja. atau mungkin nggak ya, yang akan golput waktu ada pendaftaran > pemilih, bilang saja golput dan minta supaya tidak didaftar sebagai > pemilih ?!, dan yang terdaftar sebagai pemilih, ya harus datang waktu > pemilihan. fair khan ?!. > > -tinon- > > ________________________________ > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf > Of bobysuprijadi > Sent: Wednesday, February 04, 2009 1:19 PM > To: [email protected] > Subject: Sabar dan hati hati....Re: [Bicara] GOLPUT HARAM? > > > > Pertanyaan pertanyaan Anda memang sangat perlu dijawab, tapi mungkin > pertanyaan saya lebih kena dan perlu dijawab pula: > > Apakah Tuhan menunjuk ulama ulama tsb untuk menentukan haram dan > halal, baik untuk makanan dan bukan makanan? > > -- In [email protected] <mailto:bicara%40yahoogroups.com> , > "Nurkhotim" <nurkhotim@> wrote: > > > > Apakah jumlah 700 Ulama pasti menjamin semua Fatwa yang dikeluarkan > mesti > > benar !?? > > > > Apakah ulama yang belajar lebih banyak dari Mas Hari Subagya itu mesti > > pinter !? paling pinter !? dan paling bener !?? > > > > > > > > Apakah 700 orang ulama itu 'pasti' berdebat sengit semua pada saat > Ijtima, > > apakah tidak ada yang tidur,.. seorang pun !? ada yang tahu > persis,.. !?? > > > > Apakah fatwa itu muncul karena yang mendukung itu berjumlah 351 > orang (!??) > > > > Menghormati MUI,.. bagus,.. dan memang kita harus menghormati orang > > lain,..!! Setuju !! > > > > > > > > Namun,.. pada saat sebuah lembaga menjadi sorotan dan sumber > > fatwa,.dihormati,. apakah tidak perlu dikontrol,..!?? > > > > > > > > Ulama juga manusia,. tapi bukan Nabi,.bukan Rosul,. bukan MAKSUM,..!!! > > > > Artinya !?? mereka bisa juga salah,.. Sekecil apapun itu,.. salah > tetap > > salah,..!!! apalagi berbicara mengenai FATWA,..!! > > > > > > > > Wassalam > > > > Nurkhotim > > >
