iya nih jangan kebanyakan melencengna dungs
ini kan milis penulis
kaget kali baca beritu gituan di milis cerkit
heluuuuuwww
pak atmo na kemana hyah? cerkitnya apa kabar?
nah gitu baru awkay.
iya kan?
Pak atmo...
gimana cerkitnya???
My Luna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
TOLONG JANGAN POSTING "SESUATU" YANG NGGAK BERHUBUNGAN DENGAN
CERKIT/BUKU/DUNIA TULIS MENULIS DISINI, APALAGI YANG MENYANGKUT SOAL SARA ATAU
POLITIK. INI BUKAN MILIS UNTUK MEMBAHAS SOAL ITU
POSTINGAN INI DAN REPLY YANG BERHUBUNAGN DENGANNYA AKAN DI HAPUS DARI
MILIS....
Moderator
Jony Gunawan wrote:
Begitu SI diberlakukan di Aceh, kontan belasan gereja ditutup.
Angry Mob attacks Church in Aceh.
Para pemimpin gereja di Aceh Singkil diminta oleh Tokoh Muslim dan
Pemerintah Daerah setempat untuk menandatangi surat perjanjian penutupan
gereja.
Di buku editan Robert Spencer, The Myth of Islamic Tolerance - How Islamic
law treats non-Muslims, di artikel oleh Mark Durie, ada terjemahan dari
perjanjian yang dipaksakan oleh pem. Aceh kepada pemuka agama Kristen (th.
2001), dimana disitu pemuka Kristen tsb. berjanji, a.l.:
- adanya pembatasan jumlah gereja di beberapa desa. Contoh: satu gedung
gereja di Kuta Kerangan yang mempunyai izin pemerintah berukuran 12 x 24 meter
dan tidak boleh bertingkat.
- gedung2 gereja tertentu akan di dihabiskan/dibongkar oleh orang2 Kristen
sendiri.
- tidak akan mengadakan ibadah keagamaan di rumah2 penduduk, atau
evangelisasi.
Seperti yang dikatakan oleh Mark Durie di pembukaan dari paragraph ini:
- "Perjanjian bersama ini dipaksakan untuk menghindari ancaman
dihancurkannya semua gedung2 gereja dan ancaman2 terhadap nyawa orang2 Kristen
di daerah itu".
Penekanan kemerdekaan beribadah ini dikarenakan oleh satu gereja yang
memperluas gedungnya. Ini dituduh oleh pemimpin2 Muslim sebagai pelanggaran
"perjanjian" di th. 1979, yaitu tidak akan membangun gereja2 tambahan.
The religion of peace indeed!!!!
amartien
--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=284843&kat_id=23
>
> Non-Muslim Jangan Khawatir Syariat Islam
>
>
> Banda Aceh -RoL-- Seorang ulama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
Tgk H Ibrahim Bardan menyatakan, warga non-Muslim tidak perlu khawatir
terhadap pemberlakuan undang undang Syariat Islam di daerah itu.
>
> "Syariat Islam yang diberlakukan secara kaffah (menyeluruh) di Aceh
menjunjung tinggi HAM, dan bukan teroris atau radikalisme," katanya dalam di
pondok Pesantren Lamcot Bayu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar,
Sabtu.
>
> Dalam tausyiah saat membuka Musyawarah besar Himpunan ulama dayah
(Pesantren) Shalifiah se Provinsi NAD, ia menegaskan, syariat Islam itu
sendiri memiliki tujuan untuk membentuk jiwa setiap pribadi Muslim taat kepada
perintah Allah SWT.
>
> Dikatakannya, dalam menjalankan syariat Islam secara kaffah itu juga tidak
lepas dari bagaimana memperkuat sistem pendidikan di Aceh, sehingga lembaga
pendidikan umum tersebut dapat berjalan dan bernuansa Islami. "Seharusnya
Pemerintah instruksikan ke lembaga pendidikan umum di Aceh tentang bagaimana
penerapan Syariat Islam kepada anak-anak seperti yang selama ini dilakukan di
pondok-pondok Pesantren," katanya.
>
> Ibrahim Bardan yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Panton itu
menyatakan, jika lembaga pendidikan umum daerah berjuluk Serambi Mekah
tersebut kekurangan guru agama, maka pondok Pesantren siap membantu staf
pengajar bidang agama Islam.
>
> Di pihak lain, ia juga menyatakan, para ulama juga siap bekerjasama dengan
seluruh elemen masyarakat untuk mengawal syariat Islam kaffah berjalan di
provinsi ujung paling barat Indonesia itu. Dia mengajak seluruh organisasi
Islam di Aceh untuk bersama-sama saling mengisi dan membantu dalam upaya
membangun umat sesuai dengan tuntunan syariat Islam di daerah tersebut.
>
> "Mari kita bersama-sama mengawal syariat Islam sebagai upaya memberdayakan
umat tanpa melihat perbedaan terhadap masalah-masalah kecil yang bersifat
sunnah," tambah Tgk H Ibrahim Bardan yang juga Ketua Umum Huda Provinsi
NAD.antara/mim
>
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.