--- In [email protected], King Hian <[EMAIL PROTECTED]> wrote: a doanya ditujukan kepada dewa-dewi. > > KH: > Buddhisme yang sudah dipengaruhi kepercayaan/kebudayaan Cina itu termasuk aliran/sekte mana, apakah yang Anda maksud adalah Mahayana? > Apakah Buddhisme yang tidak dipengaruhi kebudayaan Cina (Srilanka, Thailand, Myanmar, Kamboja) tidak mengenal dewa/dewi? > Yang Anda sebut dewa-dewi itu apakah Kuan kong atau Kuan yim?
Mungkin... tapi bagi saya, buddhism yang sudah dipengaruhi kepercayaan/kebudayaan Cina itu adalah vihara yang banyak huruf mandarinnya, kebaktiannya menggunakan bahasa mandarin, memiliki patung yang kalau kita lihat sudah pasti jelas itu sosok pribadi orang cina. Saya ingin bilang mahayana tapi kata Saudara Surya, mahayana berasal dari India. Sebenarnya saya lebih mengacu kepada dewa2 lain... ( bukan kuan kong, karena saya tidak pernah melihat kuan kong di vihara, atau kwan im, saya memiliki pandangan tersendiri mengenai kwan im ). Pokoknya patung2 itu menggambarkan sosok orang cina jaman dulu. > --------------------------------- > FWL: > Tapi kalau Buddhism yang murni dari Sang Maestro, Siddharta berdoa itu lebih mirip wishing. Buddhism yang ini bersifat atheis atau ada juga yang memandang agnostik. Sedangkan dewa-dewi sendiri oleh Siddharta disebut makhluk yang masih terikat kepada hukum karma, lingkaran hidup dan mati, samsara. Berdoa kepada Buddha itu adalah ide yang lucu karena Buddha pada saat meninggal, itu sudah tidak terlahir di manapun juga. Jadi doa di buddhism yang ini adalah wishing, "May the happiness comes to all." > > KH: > Anda membedakan dua jenis Buddhisme: > 1. Buddhisme yang dipengaruhi kebudayaan Cina > 2. Buddhisme murni Tidak. Salahkan tulisan saya yang kurang jelas sehingga Anda salah memahami saya. Yang saya bilang dalam posting itu adalah buddhism yang dipengaruhi kebudayaan Cina memiliki praktik berdoa kepada dewa dewi. buddhism yang berasal dari Siddharta him self ( berdasarkan pemahaman saya, repeat after me, berdasarkan pemahaman pribadi saya yang sudah dipengaruhi banyak faktor ), tidak memiliki praktik berdoa kepada pihak eksternal. Tapi berdoanya lebih ke arah wishing. Kalau Anda membaca "murni" dari kalimat saya itu maksudnya ini buddhism yang "murni" dari kehidupan Siddharta yang saya pelajari. Nah, sebenarnya itu sudah tidak "murni" lagi karena sudah ada filternya yaitu pemahaman pribadi saya. Maaf, kata murni itu typo. Nah, di sinilah saya melakukan kesalahan. SAya tidak bilang berdoa secara buddhis dari tibetan dan theravada. Kenapa saya tidak menulis??? tibetan: Saya memang sering baca buku2 karangan lama dan film2 mengenai buddhism tibet. Tapi mengenai praktik berdoa bagi saya masih kurang jelas. Setahu saya ada praktik berdoa kepada pihak eksternal cuma itu bukan dewa-dewi, tapi Tara Hijau... Karena ini masih kurang jelas, saya tidak menulis berdoa secara buddhis menutur tibetan buddhism. theravada: Saya sering melihat penganut theravada bersembahyang kepada patung Siddharta dengan dupa baik dari tv atau langsung. Cuma saya juga sering melihat penganut theravada tidak melakukan praktik itu. Jadi saya masih kurang jelas sehingga saya memutuskan untuk tidak menuliskan berdoa secara buddhis secara theravada. > Pertanyaan saya, Buddhisme yang bagaimanakah yang dikatakan sebagai Buddhisme murni? Mungkin Anda bisa menunjuk aliran/sekte atau tempat di mana terdapat Buddhisme murni. Buddhism yang murni ( menurut pribadi saya ) adalah buddhism yang kita pelajari dari aliran apa pun, dari kehidupan Siddharta, dari pengalaman hidup. Jadi buddhism yang murni bagi saya tidak sama buddhism yang murni bagi Anda atau orang lain karena kita memiliki karakteristik mind yang berbeda, preferensi pribadi dan pengalaman hidup dan lingkungan yang berbeda. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> In low income neighborhoods, 84% do not own computers. At Network for Good, help bridge the Digital Divide! http://us.click.yahoo.com/hjtSRD/3MnJAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya. Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh. Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian. Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
