Benar kenapa sampai saat ini belum ada komunitas buddhis apapun yang secara tegas menyatakan sikap terhadap RUU APP ini? Kelihatan sekali sebagai besar umat Buddha adalah orang yang pengecut, ga punya nyali dan bisa dibilang cuek terhadap hal-hal yang beginian. Revisi RUU ini saat ini sedang dilakukan. Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi akhirnya merevisi sejumlah pasal yang selama ini menimbulkan perdebatan di masyarakat. Draf RUU yang baru tidak lagi mengatur, antara lain, soal sanksi pidana dan pembentukan badan antipornografi dan pornoaksi nasional. Selain penghapusan pasal yang mengatur soal sanksi pidana, Pansus juga sepakat merevisi definisi pornografi dan pornoaksi. Dalam draf lama disebutkan, "pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika". Adapun "pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika di muka umum". (Kompas, 13 Maret 2006). Dan mungkin akan ada banyak perubahan setelah mendapat banyak sorotan dari berbagai kalangan. Saya rasa hampir semua orang setuju adanya suatu peraturan yang mengatur ekploitasi terhadap seksualitas seseorang (katakan namanya seperti RUU APP tersebut), tetapi yang wajib kita cermati dengan baik adalah isi dan definisi yang dimasukkan dalam RUU APP yang dibuat wakil rakyat kita di DPR sana. Jika yang diatur adalah tentang media yang menyebar gambar2 atau video porno (yang menampilkan bagian2 pribadi, katakanlah itu payudara, vagina, maupun penis--itu sih menurut saya--yang tentunya perlu didefinisikan dengan baik kemudian apa yang dimaksudkan) saya rasa itu tidak ada masalah. Tetapi, jika isi RUU tsb sudah merasuk hingga mengatur kehidupan pribadi seseorang, wah itu ga bisa diterima. Selain itu, sebenarnya yang perlu dicermati dan disoroti adalah dasar pembuatan RUU tsb yang mengacu pada hukum Islam. Wah tentunya ini ga bisa diterima begitu saja. Jangan2 ini merupakan salah satu trik untuk memberlakukan syariat Islam di negara ini. Perlu diketahui bahwa dasar berdirinya negara ini adalah Pancasila. Ketika para pendiri negara ini sepakat mendirikan negara ini dengan menjadikan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa tentunya telah melalui berbagai proses pertimbangan. Karena para pendiri negara ini mengerti dengan sangat bahwa bangsa Indonesia sgt majemuk terdiri dari berbagai suku bangsa, adat istiadat, agama dsb, maka mereka tidak meletakkan sila 1 dengan penerapan syariat Islam seperti pada Piagam Jakarta. Banyak umat Buddha dan saudara2 kita yang kurang paham akan sejarah. So, sebenarnya kita dapat menembak berbagai isu yang menghadirkan penerapan suatu agama mayoritas dalam penerapan suatu hukum dengan dasar Pancasila, bukan dasar perdebatan agama. So dalam hal isi RUU APP haruslah ditinjau dengan melihat latar belakang dan masyarakat Indonesia yang begitu beragam. Kepentingan mayoritas tidaklah selalu benar karena negera kita bukan negara agama yang harus berlandaskan agama tertentu. Dasar negara kita adalah Pancasila, yang sangat menghargai arti Bhinneka Tunggal Ika. Semoga dapat membuka wawasan bersama. (Maaf kalau ada yang salah)
Regards, Julifin --- In [email protected], Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Namo sakyamuni Buddhaya, > > Seharusnya, RUU APP ini merupakan kegiatan kita semua sebagai warga bangsa ini, namun celakanya, komunitas Muslim sangat menunggangi kegiatan penyusunan RUU ini, sehingga timbul perumusan yang sangat sarat dengan nilai agama Islam, tanpa memperhatikan persepsi budaya kelompok lain. > > Contoh yang jelas, adalah definisi "aurat" yang sangat sepihak dirumuskan sesuai dengan persepsi Islam, yang tak selalu sesuai dengan persepsi umat lain, misalnya dari umat Hindu-Bali. Juga definisi "aurat" yang demikian sepihak, bertabrakan dengan budaya dan seni Jawa, yang menggunakan busana tari yang tak sesuai dengan apa yang dianggap sopan dalam Islam. > > Perhatikanlah, juga misalnya perumusan kata kata " mempertontonkan bagian badan yang sensual" yang sangat kontroversial dalam pelaksanaanynya. Apakah itu "bagian badan yang sensual"? apakah leher juga termasuk? tangan? kaki? Disini tak ada batasan yang jelas, yang dapat kita terima sebagai suatu bangsa yang bhineka. > > Saudara saudara wanita yang beragama Kristen, Buddha ataupun Konghucu mungkin mempunyai bayangan berbeda mengenai apakah itu busana yang sopan, yang tidak pornografis dengan kaum Muslim. Jadi, marilah kita definisikan bersama, apa yang kita anggap pornografis itu. > > Tekanan politis dilakukan oleh berbagai ormas Islam, dengan memberikan kesan, bahwa siapa yang anti RUU APP ini adalah anti Islam. Ini jelas merupakan upaya menunggangi sebuah produk hukum untuk kepentingan politis suatu agama tertentu. > > Lepas dari itu, apabila aparat negara kita sibukkan dengan mengawasi dan menggugat mereka, yang memperlihatkan lengan, kaki, yang berciuman, yang memakai baju berenang dipantai, dll, maka penjara akan penuh, dan negara akan disibukkan untuk menjadi pengawas moral. > > Ini tidak saja melanggar HAM, namun juga merupakan pelecehan terhadap seni dan martabat kaum wanita. > > Salam metta > > RM Danardono HADINOTO > > > > PADMA DEVI <[EMAIL PROTECTED]> schrieb: > > Salam bagi anda para calon Buddha, > > RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) mengundang pro dan kontra di berbagai kalangan masyarakat Indonesia. Belum terlihat bagaimana sikap atau pandangan para pimpinan lembaga/komunitas agama Buddha. > > Bagaimana para peserta milis menanggapinya? > > > Svatti hottu, > Devi > > > ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani > > > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > Telefonieren Sie ohne weitere Kosten mit Ihren Freunden von PC zu PC! > Jetzt Yahoo! Messenger installieren! > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya maupun di luar diri saya ** ** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta kasih yang kokoh ** ** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas dari belenggu kelahiran dan kematian ** ** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari, membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, para guru, serta sahabat-sahabat kami ** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
