Saya juga termasuk yang tidak setuju dengan (isi) RUU APP itu!
Tapi, sebagai kelompok minoritas bagaimana harus kita menyikapinya??
Tahukah bahwa PBNU, lembaga agama yang didirikan oleh nenek moyang Gus
Dur (dan beliau sendiri juga pernah menjadi pemimpin tertingginya)
telah menyatakan sikap "MENDUKUNG RUU APP" itu?
Selama ini kelompok Tionghoa, kelompok Konghucu dan juga kelompok
Buddhis non Walubi (KASI dan anggotanya) sangat-sangat dekat dengan
Gus dur. Sampai-sampai beliau dijadikan penasehat dan/atau ketua
kehormatan. 
Nah, untuk menyatakan sikap terhadap sebuah RUU adalah sebuah tindakan
politik yang berimplikasi luas (termasuk kemungkinan merenggangnya
hubungan dengan Gus Dur dan NU). 
Sebagai kelompok minoritas yang masih belum bersatu dan tercerai-berai
(menurut bro Tan), mau kemana kita melangkah sekarang ini? Mengikuti
suara hati dan idealisme, atau mempertimbangkan terlebih dahulu segala
akibat dan risiko dari tindakan politis itu! 

Salam, 

Erik
----------------------------------------------------------------------
In [email protected], "dh4rm4duta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Benar, komunitas kita terlalu adem ayem dan kurang "greng." Entah 
mengapa saya tidak tahu sebabnya. Mungkin banyak yang masih meditasi 
di atas gunung sana, sehingga tidak peduli lagi terhadap hiruk pikuk 
dunia ini. Saya pribadi sangat tidak setuju terhadap RUU P dan P itu, 
namun jangan disalah artikan bahwa saya mendukung pornografi dan 
pornoaksi. Hanya saja saya merasakan kedua hal ini:
 
 1.Pornografi dan pornoaksi adalah masalah pribadi dan tidak perlu 
 diatur dalam undang-undang negara. Semuanya terpulang ke pribadi diri 
 sendiri. Sebagai contoh, saya pernah mengunjungi Taiwan. Di sana 
 rumah bordil dan vihara atau kuil berdampingan bersama atau sangat 
 dekat letaknya. Tetapi coba ada tempat ibadah agama X yang dekat 
 dengan rumah bordil, pasti penganut agama X tersebut sudah dengan 
 arogan berkoar-koar secara munafik menentang hal tersebut. Padahal 
 justru di sini mental kita diuji, apakah benar-benar mau sembahyang 
 atau ke rumah bordil. Menjauhkan tempat ibadah dari rumah bordil 
 tidaklah dapat menghapuskan pikiran kotor dari benak manusia. Pikiran 
 kotor akan tetap ada dalam kondisi latennya dan menunggu saat yang 
 tepat untuk melampiaskannya. So... mengapa semuanya harus dikaitkan 
 dengan agama? Agama itu tidak dapat menyelamatkan manusia dan juga 
 tidak selalu membuat manusia jadi baik.
 
 2.Masih ada masalah bangsa yang lebih pelik ketimbang masalah semacam 
 itu. Coba lihat sekarang saya 1 minggu harus membeli bensin sebanyak 
 Rp. 150.000, padahal dulu cukup Rp. 60.000. Adanya inflasi hampir 
 tiga kali lipat ini menandakan sesuatu yang tidak sehat. Kalau mau 
 naik Ok, tetapi harus secara bertahap. Lagipula Pak Kwik, ekonom 
 kawakan kita mengatakan bahwa subsidi itu tidak pernah diberikan 
 secara riil. Masalah dilelangnya aset berharga kita ke pihak asing 
 adalah masalah yang lebih penting ketimbang membicarakan masalah 
 syahwat. Ini yang justru lebih penting untuk dibicarakan.
 
 Selanjutnya, umat Buddhis harus lebih bersatu padu. Kelemahan umat 
 Buddhis adalah tidak adanya satu tokoh panutan yang diakui semua 
 umat, mungkin karena egonya masing-masing. Sebenarnya kalu kita 
 bersatu suara kita akan cukup signifikan. Adanya celetukan-celetukan 
 yang tidak sehat dalam milis-milis Buddhis menandakan bahwa kita 
 masih kurang dewasa. Saya kira sekian dulu tanggapan saya. Sekali 
 lagi saya tegaskan bahwa saya adalah penentang RUU tersebut, tetapi 
 bukan berati setuju dengan pornografi atau pornoaksi.
 
 Metta,
 
 Tan
> No Religion, no heaven, no stars, no hell, no sun





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Join modern day disciples reach the disfigured and poor with hope and healing
http://us.click.yahoo.com/lMct6A/Vp3LAA/i1hLAA/UlWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

** Menyadari apa yang sesungguhnya sedang terjadi SAAT INI di dalam diri saya 
maupun di luar diri saya **

** Kami kembali tuk hidup dalam kekinian yang menakjubkan; tuk menanami taman 
hati kami benih-benih kebajikan; serta membuat fondasi pengertian dan cinta 
kasih yang kokoh **

** Kami mengikuti jalur perhatian penuh, latihan tuk melihat dan memahami 
secara mendalam agar mampu melihat hakikat segala sesuatu, sehingga terbebas 
dari belenggu kelahiran dan kematian **

** Kami belajar tuk: berbicara dengan penuh cinta kasih, menjadi penuh welas 
asih, menjadi perhatian terhadap pihak-pihak lain pagi ataupun sore hari,  
membawa akar-akar suka cita ke banyak tempat, membantu sesama melepaskan 
kesedihan; dan tuk menanggapi dengan penuh rasa syukur kebajikan orang tua, 
para guru, serta sahabat-sahabat kami ** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Dharmajala/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke