|
Saudara perikop ini mau menunjukkan bagaimana
sikap seorang yang beriman yang aktif dan penuh dengan pengharapan akan
pertolongan sekaligus menghadirkan pertolongan. Di tengah dunia yang penuh
peristiwa menghebokan dengan peperangan, penganiayaan, penindasan,
pelecehan, penyalahgunaan jabatan, dan segala macam hal yang membuat hati
terenyuh, jika iman kita teguh dan kokoh, maka semua itu dapat kita hadapi.
Perempuan bangsa Siro-Fenisia yang
percaya, sebagai orang asing, ia tidak berhak mendapatkan perhatian dari
Tuhan Yesus Kristus, apalagi memohon melakukan sesuatu untuk dirinya. Dalam
keadaan yang sudah mentok (stagnasi) dan tidak ada pengharapan apapun ia
masih terus berjuang dan terus berharap akan ada pertolongan. Akhirnya oleh
karena keyakinan dan kerendahan hatinya, ia berhasil “menggerakkan
hati Allah” untuk melakukan keselamatan bagi anaknya.
Peristiwa ini mengingatkan akan
pergumulan iman yang terjadi pada hidup kita. Apakah kita pada saat ini
sedang menghadapi pelbagai masalah? Lalu kita menyimpulkan bahwa Allah
tidak mendengarkan lagi doa-doa yang dipanjatkan. Ini menunjukkan iman yang
pasif, sehingga timbul keputusasaan yang menyeret kita pada perbuatan dosa
yang lebih dalam. Sebab, seringkali kita diposisikan sebagai terdakwa oleh
iblis, untuk mengelabui mata iman kita, sehingga mau melakukan tindakan
yang sebenarnya sangat tidak berkenan di hadapan Allah.
Mari kita belajar dari sikap iman yang aktif dari perempuan Siro-Fenisia,
yang senantiasa punya harapan yang besar walau sepertinya pengharapan itu
sudah tertutup baginya. Meskipun tampaknya persoalan tersebut tak mapu
diselesaikannya, tetapi kuasa dan kasih Kristus nyata dalam hidupnya.
Imannya yang kuat dan kokoh, memberikan hasil yang sangat menggembirakan.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita mau tetap tenggelam dalam perbuatan dosa,
dan semakin jauh dari jalan Tuhan? Pilihan itu tetap ada pada diri kita
masing-masing. Tetapi, sebagai orang percaya seharusnya kita tahu apa yang
pantas dan perlu kita lakukan. Tetaplah berpegang teguh dalam kasih dan
terang Kristus.(cs)Perempuan itu pulang kerumahnya, lalu didapatinya anak
itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sedah keluar.”
|