|
Paulus dengan tegas mengatakan “aku
mengatakan bukan sebagai perintah, melainkan, dengan menunjukkan usaha
orang lain untuk membantu, aku mau menguji keikhlasan kasihmu (ay.8).
Ucapan ini disampaikan Paulus kepada jemaatnya di Makedonia yang sedang
menderita dan miskin. Namun, mereka tetap memiliki sukacita dan mereka kaya
dalam kemurahan (ay.2). Dengan keadaan yang terbatas mereka meminta agar
diberikan kasih karunia, serta dapat mengambil bagian, peranan dalam
pelayanan kepada orang-orang yang kudus (ay.4).
Kalau kita perhatikan masa kita sekarang
ini, situasi bangsa yang penuh dengan krisis, apakah kita siap untuk
mempersembahan hidup dengan ikut ambil bagian dalam pelayanan? Tuhan Yesus
bukan melihat dari nilai atau jumlah uang yang di persembahkan. Ingat
persembahan janda yang miskin! Ia hanya memberikan sedikit (Mrk. 12:1,2).
Namun Yesus menghargai persembahannya, karena perempuan tersebut telah
memberikan seluruh kehidupannya, bukan hanya 10%, tetapi 100% disertai
dengan hati yang penuh syukur.
Motivasi ketulusan dalam memberi dapat
terjadi karena :
|
1.
|
Ada
keberanian. Keberanian dalam memberi dengan tulus dilandasi dengan janji
Tuhan dimana Tuhan akan memberkati dengan berlimpah.
|
|
2.
|
Berdasarkan apa yang
ada pada kita.
|
|
3.
|
Ketulusan terjadi
bukan untuk memberi keringanan, tetapi supaya ada keseimbangan. Contoh
jemaat di Makedonia ikut ambil bagian/peranan dalam pelayanan.
|
|
4.
|
Ketulusan adalah suatu
bentuk pengorbanan. Seperti Yesus Kristus yang berkorban dengan tulus untuk
manusia yang dikasihiNya.
|
Paulus dalam bacaan Alkitab ini mengajak
jemaat di Korintus, juga termasuk kita semua, untuk menghayati makna
persembahan hidup melalui pelayanan kasih. Prinsipnya, persembahan kasih
yang kita berikan pada sesama adalah cerminan dari persembahan hidup kita
kepada Allah sendiri. (cs)
|