|
Suasana dan lingkungan yang menyenangkan
akan membuat senang dan nyaman bagi siapapun. Sebaliknya, akan sangat tidak
menyenangkan jikalau berada di tempat yang sangat tidak menyenangkan.
Sepertinya diri kita berada dalam tekanan yang membuat canggung dan bingung.
Tetapi untuk dapat keluar dari tekanan itu, sepertinya diri kita tidak
sanggup.
Hari ini kita akan belajar bahwa untuk
dapat keluar dari tekanan tersebut. Pertama, kita harus menjaga lidah dan
mulut (ay.3-4). Meski kecil, lidah sangat berbahaya. Dengan lidah kita
dapat memberkati orang, dan dengan lidah pula kita dapat mengutuki.
Kendalikanlah mulut dan lidah kita, meskipun keadaan tidak menyenangkan,
walaupun sebenarnya sangat sulit untuk kita kerjakan, kita harus tetap
dapat memberkati sesama kita.
Kemudian, introspeksi diri (ay.5). Tanpa
kita sadari, seringkali hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi karena
kesalahan diri kita sendiri. Untuk itu, periksalah apakah ada yang salah
dengan diri kita. Jika ada, maka kita harus berubah dan bertobat. Jika kita
tidak menjumpainya, maka apa yang terjadi dalam diri kita merupakan ujian
yang Tuhan berikan, yang bertujuan untuk menguatkan kita menghadapi
persoalan hidup ini.
Lalu, pahami rencana Allah (ay.6).
Keadaan atau suasana yang tidak menyenangkan dapat Tuhan pakai untuk
meluruskan kembali jalan kita. Jadi kita harus dapat mengerti bahwa untuk
segala sesuatu yang terjadi semuanya ada di bawah rencana dan kendaliNya
Allah. Selanjutnya jagalah hati (ay.8-9). Inilah yang paling penting, bahwa
kita harus dapat menjaga hati dalam segala perkara. Kita harus dapat
menjaga hati kita agar selalu dapat mengucap syukur buat segala sesuatunya.
Menjaga hati agar tetap dapat bersyukur itu merupakan senjata ampuh di
dalam kita menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan.
Jadi disaat diri kita berada di dalam
keadaan dan suasana yang tidak menyenangkan, kita harus dapat melihat ke
dalam diri kita. Bukan lantas mencari-cari kesalahan orang lain. Kadang
lewat hal yang tidak menyenangkan kita dapat melihat penyertaan Tuhan yang
dahsyat. (Ariel)
|