RENUNGAN HARI INI
Jumat, 9 Desember 2005

PERTOBATAN YANG SEJATI

Bacaan : Kisah Rasul 2: 37-40

“...“bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibabtis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” (Kis. 2:38).

Pertobatan merupakan keharusan bagi kita yang percaya, sebab semua kita telah terperosok dan hidup dalam ikatan dosa ( Rom. 3:10,23). Pertobatan adalah keadaan di mana seorang berdosa menyesal karena dosa-dosanya, yang dinyatakan kepadanya oleh terang Firman Tuhan dan gerakan Roh Kudus, sehingga dengan kehendaknya sediri ia mengubah pikirannya dan hatinya lalu berbalik dari dosanya dan berpaling kepada Allah. Tanpa pertobatan tidak mungkin kita dapat diselamatkan, ( II Kor. 7:10), ini berarti pertobatan mutlak kita lakukan sebelum kita dapat hidup berkenan dihadapan Tuhan, atau kita harus mengalami mati dan bangkit bersama-sama dengan Kristus terlebih dahulu baru kita layak hidup dalam kebenaran. Berikut ini kita akan lihat beberapa ciri khas pertobatan yang sejati, diantaranya:

1)

Pertobatan yang menyangkut pikiran kita. Contoh, dalam Matius 21:30; “ dan anak itu menjawab, aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.” Perkataan menyesal disini berarti mengubah pikiran kita tentang dosa. Ini dilukiskan dalam perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15, dan juga dalam Lukas 18. Melalui cara ini kita insaf bahwa diri kita berdosa.

2)

Pertobatan menyangkut perasaan hati kita. Rasul Paulus berkata, “Namun sekarang aku bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena dukacitamu membuat kamu bertobat” (II Kor. 7:9). Ini adalah dukacita di dalam hati yang disebabkan oleh olehperbuatan yang melanggar hukum Allah. Dapat dikatakan juga : memikul beban karena dosa, menyesal, mengeluh dan berdukacita oleh sebab perbuatan. Pertobatan yang sejati mengakibatkan perubahan sikap hati yang benar.

3)

Pertobatan menyangkut kehendak seseorang. Salah satu perkataan Ibrani untuk bertobat berarti “berbalik”. Anak yang hilang itu telah berkata,”Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku.” Ia telah mengubah pikirannya, menyesal dan telah bangkit serta berbalik kepada bapanya.

Akhirnya, hidup dalam pertobatan itu mutlak bagi kita, tanpa pertobatan kita tidak berkenan kepada Allah dan tidak hidup dalam jaminan keselamatan yang pasti. Tuhan menghendaki kita hidup dalam pertobatan yang seutuhnya atau yang sejati, artinya meninggalkan seluruh pola hidup lama dan sepenuhnya menjalani hidup seturut kehendak serta dalam pimpinan Tuhan. (JHW).

Doa:

Ya Tuhan pada saat ini hamba menyerahkan seluruh hidup hamba kepada-Mu, dan mampukan hamba meninggalkan seluruh warna hidup di dalam dosa, sehingga hidup sepenuhnya seturut kehendak-Mu.Amin!

HIDUP DALAM PERTOBATAN MERUPAKAN CIRI KHAS ORANG PERCAYA YANG SUDAH LAHIR BARU

 



================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




SPONSORED LINKS
Gpib Gpib card Gpib interface
Religion Gpib board Christianity


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke