|
Pertobatan merupakan keharusan bagi kita
yang percaya, sebab semua kita telah terperosok dan hidup dalam ikatan dosa
( Rom. 3:10,23).
Pertobatan adalah keadaan di mana seorang berdosa menyesal karena
dosa-dosanya, yang dinyatakan kepadanya oleh terang Firman Tuhan dan
gerakan Roh Kudus, sehingga dengan kehendaknya sediri ia mengubah
pikirannya dan hatinya lalu berbalik dari dosanya dan berpaling kepada
Allah. Tanpa pertobatan tidak mungkin kita dapat diselamatkan, ( II Kor. 7:10),
ini berarti pertobatan mutlak kita lakukan sebelum kita dapat hidup
berkenan dihadapan Tuhan, atau kita harus mengalami mati dan bangkit
bersama-sama dengan Kristus terlebih dahulu baru kita layak hidup dalam
kebenaran. Berikut ini kita akan lihat beberapa ciri khas pertobatan yang
sejati, diantaranya:
|
1)
|
Pertobatan yang
menyangkut pikiran kita. Contoh, dalam Matius 21:30; “ dan anak itu
menjawab, aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi
juga.” Perkataan menyesal disini berarti mengubah pikiran kita
tentang dosa. Ini dilukiskan dalam perumpamaan anak yang hilang dalam
Lukas 15, dan juga dalam Lukas 18. Melalui cara ini kita insaf bahwa diri
kita berdosa.
|
|
2)
|
Pertobatan menyangkut
perasaan hati kita. Rasul Paulus berkata, “Namun sekarang aku
bersukacita, bukan karena kamu telah berdukacita, melainkan karena
dukacitamu membuat kamu bertobat” (II Kor. 7:9). Ini adalah dukacita
di dalam hati yang disebabkan oleh olehperbuatan yang melanggar hukum
Allah. Dapat dikatakan juga : memikul beban karena dosa, menyesal,
mengeluh dan berdukacita oleh sebab perbuatan. Pertobatan yang sejati
mengakibatkan perubahan sikap hati yang benar.
|
|
3)
|
Pertobatan menyangkut
kehendak seseorang. Salah satu perkataan Ibrani untuk bertobat berarti
“berbalik”. Anak yang hilang itu telah berkata,”Aku
akan bangkit dan pergi kepada bapaku.” Ia telah mengubah
pikirannya, menyesal dan telah bangkit serta berbalik kepada bapanya.
|
Akhirnya, hidup dalam pertobatan itu
mutlak bagi kita, tanpa pertobatan kita tidak berkenan kepada Allah dan
tidak hidup dalam jaminan keselamatan yang pasti. Tuhan menghendaki kita hidup
dalam pertobatan yang seutuhnya atau yang sejati, artinya meninggalkan
seluruh pola hidup lama dan sepenuhnya menjalani hidup seturut kehendak
serta dalam pimpinan Tuhan. (JHW).
|