October 4, 2006

The Heart Of Christ

READ: Luke 19:37-44

Oh, that . . . my eyes [were] a fountain of tears, that I might weep day and night for the slain of the daughter of my people! —Jeremiah 9:1

ODB 2006-10 Small
About this cover

I was filling out an online survey when I came to this question: "What is something that is true about you that most people would not guess?" The answer is that I am very sentimental. I get choked up at the movies when the violins start to swell, eyes fill with tears, and the boy finds his long-lost dog—or something comparable. I'm just a softie when it comes to those things.

It's easy and safe to get emotional over fictional characters and events. But it's a different matter to feel deep sadness and grief over real people and their needs. Heartache for the wayward, the suffering, the lost, and the broken tends to mirror the heart and compassion of Jesus, who wept over wayward Jerusalem (Luke 19:41).

When Jeremiah's people were drifting far from God and His love, he also felt the need to weep. He sensed the burden of God's heart and the brokenness of his people. Weeping seemed the only appropriate response (Jer. 9:1).

As we see the condition of the fallen world and the lostness of the people who surround us, let's ask God to give us a heart that mirrors the heart of Christ—a heart that weeps with Him for a lost world and then reaches out to them in love. Bill Crowder

Teach me to love, this is my prayer—
May the compassion of Thy heart I share;
Ready a cup of water to give,
May I unselfishly for others live.  —Peterson
© 1968 by Singspiration, Inc.

True compassion is love in action.

Rabu, 4 Oktober
Hati Kristus
Sekiranya … mataku jadi pancuran air mata, maka siang malam aku akan menangisi orang-orang putri bangsaku yang terbunuh! (Yeremia 9:1)

Bacaan: Lukas 19:37-44
Setahun:
Yesaya 20-22; Efesus 6

Ketika sedang mengisi sebuah survei lewat internet, muncul sebuah pertanyaan, “Hal apakah mengenai Anda yang tidak disangka-sangka oleh orang lain?” Jawabannya adalah bahwa sesungguhnya saya sangat sentimental. Pada saat melihat film, tenggorokan saya akan tercekat ketika irama biola yang mengiringinya mengalun semakin keras, mata para tokohnya mulai berlinang air mata, dan seorang anak lelaki menemukan anjingnya yang telah lama hilang—atau situasi yang mirip dengan itu. Saya menjadi sensitif ketika keadaan-keadaan seperti itu muncul.

Memang, perasaan kita mudah hanyut pada saat melihat para tokoh dan peristiwa fiktif. Namun, lain persoalannya ketika kita merasakan kesedihan dan kedukaan mendalam melihat jiwa-jiwa dan berbagai kebutuhan mereka di dunia nyata. Hati yang hancur karena menggumulkan orang-orang yang memberontak, menderita, terhilang, dan patah hati, mencerminkan hati dan belas kasihan Yesus yang menangisi Yerusalem yang suka melawan (Lukas 19:41).

Saat umat yang dipimpin Yeremia menjauh dari Allah dan kasih-Nya, ia juga merasa ingin menangis. Ia merasakan beban berat di hati Allah dan juga kehancuran umat-Nya. Menangis tampaknya menjadi satu-satunya reaksi yang tepat (Yeremia 9:1).

Pada saat kita melihat kondisi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa dan orang-orang terhilang yang ada di sekitar kita, mohonlah kepada Allah supaya kita diberi hati yang mencerminkan hati Yesus Kristus, yaitu hati yang menangis bersama dengan-Nya atas dunia yang terhilang dan kemudian menjangkau mereka dalam kasih —WEC

Belas kasihan sejati adalah kasih dalam perbuatan


 

Lukas 19:37-44
19:37 Ketika Ia dekat Yerusalem, di tempat jalan menurun dari Bukit Zaitun, mulailah semua murid yang mengiringi Dia bergembira dan memuji Allah dengan suara nyaring oleh karena segala mujizat yang telah mereka lihat. 
19:38 Kata mereka: "Diberkatilah Dia yang datang sebagai Raja dalam nama Tuhan, damai sejahtera di sorga dan kemuliaan di tempat yang mahatinggi!" 
19:39 Beberapa orang Farisi yang turut dengan orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, tegorlah murid-murid-Mu itu." 
19:40 Jawab-Nya: "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak." 
19:41 Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, 
19:42 kata-Nya: "Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. 
19:43 Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, 
19:44 dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batupun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau."

__._,_.___

================================================
Sampai disini Tuhan menolong kita (1 Sam 7:12)
================================================




Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke