kayanya perlu kita batasin deh ngomongin ontologinya,
jangan jadingan satu antara relaitas dengan idealitas
dalam tararan ontologi. tulisan kamal kayanya
menyatukan antara eksistensi dengan eksiden, harusnya
dipisahkan dahulu, kalau eksistensi itu satu2 yang ada
maka, bahasa ada tidak mungkin di bagi2 lagi, namun
klo berbicara eksiden maka sangant memungkinkan untuk
dapat ditelusuri bentuk2 yang lain. begitu

--- Andri Kusmayadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Salam,
>    
>   Saya sedikit bingung dengan penjelasan Sdr.  Zar
> Kamal.  
>   Jika realitas itu sesuatu yang tidak dapat dibagi
> lagi, berarti tidak ada realitas di dunia ini karena
> proton, elektron, atau neutron itu sendiri
> berdasarkan penemuan baru juga terdiri atas
> bagian-bagian lagi.
>   Apakah Anda meragukan realitas Anda sendiri.  Jika
> Anda ragu dengan diri Anda sendiri cobalah untuk
> mencubit diri Anda sendiri.  Kalau sakit berarti
> Anda itu ada.  Rasa sakit itu juga ada.
>    
>   Terima kasih
> 
> zar_kamal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           salam untuk semua,
> Hal menarik sekali ketika orang ingin mengetahui
> tentang hakikat 
> realitas. Bagaimana kita mengetahui bahwa realitas
> itu benar-benar 
> realitas dan yang lain adalah ketiadaan. Alangkah
> indahnya dunia 
> jika kita tahu apa yang benar-benar realitas dan
> yang lain adalah 
> khayalan dan ketiadaan.
> Punten, agar tidak mengaburkan penafsiran. saya akan
> berurut untuk 
> menjelaskan makna dan realitas. Tapi kali ini saya
> akan menjelaskan 
> relitas. Tapi secara sepintas makna segala sesuatu
> apa yang ada di 
> benak kita. Dan ingat kita belum sampai kepada
> pemahaman ada atau 
> tidak ada, benar atau salah.
> Realitas. apa itu realitas? Apa yang benar-benar
> realitas? Kita 
> sepakat bahwa "ada" dapat memberikan bekas, efek.
> Yang menjadi 
> masalah bagi kita adalah yang selama ini kita
> berkeyakinan bahwa 
> sesuatu/hal yang terindralah yang berefek. Sedangkan
> jika alat 
> pengukur sebuah efek dengan indra alangkah relatif
> sebuah kebenaran. 
> Sedangkan kebenaran tidak boleh dua kebenaran harus
> mutlak satu. 
> jika ada dua kebenaran mustahil harusnya yang satu
> benar dan yang 
> satu salah. 
> 
> Jika terindra itu benar perhatikan contoh-contoh di
> bawah ini:
> Kursi, apakah benar kursi itu ada sebagai realitas
> mutlak? Tidak, 
> kursi adalah kayu, plastik,atau bahan lainnya yang
> berbentuk 
> sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai
> alat duduk. Kita 
> memahami itu kursi, tapi secara terindra bukan kursi
> karna pada 
> kursi ada kayu dan ada paku. Ingat rumah itu tidak
> ada tapi yang ada 
> itu jendela, atap, lantai, dinding dan isi rumah.
> Ingat, tembok itu 
> tidak ada tapi yang ada adalah tanah, bata dan
> semen. Ingat anah itu 
> tidak ada yang ada adalah unsur-unsur tanah.
> Unsur-unsur tanah itu 
> tidak ada yang ada adalah kumpula atom. Atom itu
> tidak ada yang ada 
> adalah elektron, proton, dan netron. Elektron,
> proton, dan netron 
> itu tidak ada yang ada adalah . . . . 
> 
> carilah sampai anda menemukan hal yang lebih kecil
> lagi!!! 
> 
> karena "sesuatu yang terbagi adalah hakikatnya tidak
> ada, dan yang 
> ada adalah sesuatu yang tidak dapat dibagi" rumah
> dapat dibagi 
> menjadi jendela, atap, lantai, dll. Yang kita lihat
> bukan rumah tapi 
> lantai, jendela, atap. Berarti rumah adalah hayalan
> kita. 
> dan hayalan adalah ketiadaan. 
> 
> Contoh ketidak mutlakan indra. Jika kebenaran harus
> satu. Cobalah 
> anda celupkan tangan kanan anda ke air dingin, dan
> tangan kiri anda 
> ke air dingin. Lalu celupkanlah kedua tangan anda ke
> air biasa. 
> Niscaya anda akan merasakan yang berbeda pada kedua
> tangan anda. 
> Coba renungkan apakah dalam satu waktu dan satu
> tempat ada dua 
> kebenaran????
> 
> Jadi yang manakah yang benar-benar realitas?
> hal/sesuatu yang tidak 
> bisa diindra . . .
> Dan dalam bahasa saya adalah wujud mutlak, Ada,
> Being and soon.
> 
> Realitas bukan ketiadaan. Ketiadaan merupakan
> hal-hal yang bersifat 
> relatif yang membingungkan. Salah satu alat ukur
> adalah indra. 
> Tapi realitas adalah sesuatu yang berefek yang
> benar-benar ada. Dan 
> dengan efeknyalah ada hukum mungkin ada. Yang adanya
> karena ada. 
> Jika tidak ada maka yang ada tidak akan pernah ada.
> 
> semoga bermanfaat, 
> terima kasih
> 
> 
> 
> 
> 
>          
> 
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 
>  Send instant messages to your online friends
> http://uk.messenger.yahoo.com 


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke