> Allah tidak punya sekutu. Wujud pun demikian karena wujud satu yang lain adalah ketiadaan. Jika emboh yang anda sebutkan tadi bisa disamakan dengn Tuhan apakah realitas dan makna sama. Tentu saja tidak karena emboh = tidak ada. Tuhan = ada.
# Siapa yang bilang embuh = tidak ada? Jika ada yang tanya, Sby ada <dirumah> ndak? Jawabannya adalah embuh maka yang njawab embuh tadi ndak tahu Sby ada (dirumahnya) apa tidak. > Allah tidak punya sekutu. Wujud pun demikian karena wujud satu yang lain adalah ketiadaan. # Berarti Tuhan punya `saingan', dong? Tuhan <= ada> baru ada kalau ada ketiadaan? + Bagaimana dia tahu telah mengetahui telah mengetahui realitas mutlak? Jika jawabannya teknis dia tahu bahwa yang membuat anda bergerak adalah Tuhan. Yang membuat anda bisa tidur adalah Tuhan. Dan hal ini berhubungan dengan kesadaran. # Jadi, yang mengetahui realitas mutlak adalah orang2 yang mengerti bahwa yang membuat kita bergerak adalah Tuhan? Dan ini berhubungan dengan kesadaran? + Pakai piranti apa dia? Pirantinya adalah dia itu sendiri. Artinya semakin dia sadar bahwa yang realitas mutlak bukan hal/sesuatu terindra. Maka semakin yakin bahwa realitas mutlaklah yang memberikan dampak. # Dia itu sendiri? Tubuhnya, indranya, perasaannya, emosinya, nalurinya, intuisinya, kenangannya, impiannya, harapan2nya, kesenangannya, kebenciannya, kekecewaannya, keprihatinannya, fantasinya, kayalannya, imajinasinya, kebahagiaannya, dst, dst. ? Bigimana kita bisa tahu bahwa beliau benar? Sebab, kayalan, keinginan, dst, tidak dijamin benar. Sama saja dengan indra, akal, emosi, dll. Salah2 mlulu > Bagaimana orang tahu bahwa Nabi Muhammad itu Nabi? pertama Nabi mengatakan bahwa saya adalah Nabi Allah. Kedua Menunjukkan bahwa Muhammad layak menjadi Nabi Allah. Dengan Akhlak mulia dan mukjijat. # Gandi misalnya aklaknya mulia dan ia bisa menunjukken mukjijat dengan berpuasa sendirian pertikaian Hindu-Islam berhenti. Itu mukjijat bukan? Kalao bukan, mengapa yang ditunjukken Muhammad disebut mukjizat? > Jika orang2 bersih hatinya akan melihat bahwa nabi mempunyai akhlak mulia maka apapun yang Nabi katakan adalah benar adanya. Tapi jika orang2 kurang bersih hatinya akan meminta lebih. # Bagaimana kita tahu bahwa seseorang bersih/kotor hatinya? Jika percaya maka hatinya bersih? Yang ndak percaya hatinya kotor? > Maka Nabipun menunjukkan bahwa realitas mutlak itu ada dengan mukjijat. Pakai piranti apa? Bagaimana orang tahu bahwa yang dikatakan orang yang mengetahui realitas mutlak itu bahwa realitas mutlak itu ada. Hal itu bergantung kepada orang yang ingin tahu. Jika yang ingin tahu adalah orang yang percaya kepada orang yang mengetahui realitas mutlak maka ia akan membenarkannya. Jika orangnya tidak percaya maka dia akan meminta lebih kepada orang yang mengetahui realitas mutlak itu. Meminta lebih seperti yang dijelaskan diatas. > Jadi, kata kuncinya adalah percaya. Kebenaran tergantung dari percaya ndak percaya? Apakah anda paham curcular reasoning? Sadarkah bahwa yang barusan disampaiken adalah circular reasoning? > Dibenak sy "Realitas mutlak adalah ada yang tidak mempunyai batasannya, yang batasannya adalah ketiadaan". # Kok ndak konsisten? Katanya `ndak ada batasannya', lantas bilang `ada batasannya' yaitu ketiadaan. Seterusnya tidak bisa saya tanggapi lagi karena memasuki wilayah iman alias kepercayaan yang penuh dengan dogma2 yang ndak bisa dibantah. Dari pernyataan anda bahwa "Realitas mutlak adalah ada yang tidak mempunyai batasannya, yang batasannya adalah ketiadaan"; saya langsung tahu bahwa saya terlalu dungu untuk memahami uraian anda. Terimakasih tuan Zar ;-) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design. http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
