--- In [email protected], "kibroto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >From zar kamal Ada hal-hal yang klo dijelaskan membutuhkan penjelasan yang panjang dan lebar. Tidak satu kalimat saja.
> > Tapi secara sepintas makna segala sesuatu/hal yang ada di > benak kita. Dan sebaliknya realitas merupakan segala sesuatu apa yang > ada di luar benak kita. > > # Realitas = diluar pikiran > Makna = didalam pikiran > Kebenaran adalah jika diluar = didalam pikiran? > > > Sebelumnya kita harus mengetahui bahwa yang namanya realitas harus > berdampak? > > # Maka yang namanya realitas ada (1) diluar pikiran dan (2) > berdampak? > > > Salah satu tolak ukur realitas adalah indra. > Itu bukti bahwa indra tidak bisa ukuran realitas mutlak. Saya rasa, > saya lihat, saya dengar,? tidak bisa jadi ukuran. > > # Jika indra tidak bisa dipakai sebagai tolok ukur realitas, piranti > lain apakah gerangan yang bisa dipakai? > > Insting? Insting tidak dijamin benar. Misalnya, insting melariken > diri kalo ada bahaya. Kita bohongi orang dengan teriak2 ... bom ... > bom ... bom !!! Sebagian lari ketrakutan. Maka insting ndak bisa > dipakai sebagai tolok ukur > > Emosi? Pikiran? Perasaan/feeling? Nurani? Naluri? Firasat? Ilham? > Hidayah? Imajinasi? Apa? Jika indra, pikiran, emosi, dst, ndak ada > satupun yang bisa dipakai sebagai tolok ukur, pegimané kita bisa > memahami suatu realitas? > > Pakai apa? Sebutken satu saja maka secara langsung maupun ndak > langsung piranti itu ... pada akirnya, ... bergantung dari indra. > Jika indra diraguken sebagai piranti pendeteksi realitas maka > realitas apapun yang kita tangkap tidak dijamin bener. > > Pakai instrument? Thermometer, misalnya. Untuk membaca thermometer > kita pakai indra. Untuk mendeteksi sinar/suara ultra/infra kita bisa > pakai instrument. Tetapi, ... pada akirnya ... indra kita jua yang > dipakai. > > > "Ada adalah sesuatu yang tidak bisa dbagi, maka sesuatu yang bisa > dibagi adalah ketiadaan" > > # Ini apa? Axioma, definisi, postulat, hipotesis, asumsi, teori, > prediksi, pengandaian, kayalan, fantasi, ilusi, delusi, halusinasi, > fatamorgana, atau `kebenaran'? Jika kita bilang itu kebenaran, > bagaimana kita tahu bahwa itu benar wong kita tidak memiliki satupun > piranti yang bisa dipakai sebagai tolok ukur kebenaran. > > > Jadi yang benar-benar realitas adalah wujud mutlak, ada, being, the > real, Tuhan, Allah, The God, Nur. secara wujud dan makna kata-kata > tersebut adalah satu. Tapi hanya perbedaan lafaz. > > # Bigimana kita tahu bahwa itu realitas? Lha wong kita ndak punya > piranti tolok ukurnya, jé. > > Mengapa diberi nama Tuhan? Kenapa bukan `X", bukan `ANU', > bukan `embuh'? Sebab, jika diberi nama Tuhan maka orang akan > berpantasi tentang suatu siluman yang anu anu anu. Padahal kita tahu > bahwa pantasi bukan realitas. Jika bukan real maka kita ndak bakalan > menemuken kebenaran. > > Kalau diberi nama `embuh', maka kita mengalami macet total dan > kelimpungan ndak bisa menangkap apa itu real. > > > Jadi sungguh bahagialah orang yang merasakan keberadaan realias > sempurna. Jauh dari ketiadaan kegelapan. > > # Pakai apa kita `merasakan keberadaan realias sempurna' > Indra, pikiran, emosi, perasaan, feeling, intuisi, nurani, naluri, > insting, ... ? > > Mengapa diberi nama Tuhan? Mengapa bukan embuh wae? > > * Embuh = bahasa Jowo, artinya = ndak tahu > Pernyataan-pernyataan yang diatas merupakan bukti tidak sanggupnya manusia mengukur realitas mutlak secara indrawi. Jadi tidak mungkin ketidak mampuan menjadi argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Apapun alat ukur? Lalu apa donk alat ukurnya? Cari tahu manusia yang telah mengetahui realitas mutlak? Tanyakan kepada dia siapakah realitas mutlak itu? Jika saya yang ditanya maka saya akan menjawab: "Realitas mutlak tidak mempunyai batasan, batasannya sendiri adalah ketiadaan" Saya mengetahui Nama lain realitas mutlak adalah Allah karena di kitab saya disebutkan bahwa yang memberikan efek/realitas mutlak adalah Allah. Dan di indonesia dikenal sebagai Tuhan, di Barat dikenal The God. Dll itu secara lafaz. Tapi jika lapaz itu mempunyai realitas dan makna yang sama seperti yang saya percayai maka itu bisa dianggap benar. Tapi jika lapaz itu memiliki realitas dan makna yang berbeda dengan saya mk tidak benar. Contoh: Tuhan tidak menempati ruang dan waktu karena ruang dan waktu adalah batasan. Jika ada ada mengatakan Allah tinggal di atas langit maka secara susunan kata itu tidak benar walaupun dia menggunakan kata Allah dalam kalimat tersebut. Tapi Allah meliputi ruang dan waktu itu bisa dipertanggungjawabkan. Jika anda mengatakan realitas mutlak itu hal lain misalnya emboh anda harus mempertanggungjawakan hal tersebut. Jangan anda berucap tapi tidak tahu makna. Jika anda berucap tapi tidak tahu makna berati anda sedang ngigau. Jika anda penasaran tentang alat ukur? Alat ukur? apakah alat ukur memang diperlukan dalam hal ini? Jika alat ukur yang berfungsi untuk mengukur suatu batasan tertentu. Lalu alat ukur apakah yang anda perlukan dalam pengukuran realitas mutlak? Ampermeter adalah alat pengukuran arus. Hal itu benar karena alat pengukur dan yang diukur berkesesuaian. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa Alat ukur harus sesuai dengan yang diukur. Lalu, apakah realitas mutlak mempunyai alat ukur, sedangkan alat ukur yang anda layangkan semuanya terbatas? tentu gak nyambungkan kang. Lalu bagaimana kita tahu bahwa ada benar-benar realitas mutlak. Secara akal telah diterima bahwa manusia dengan alat ukur-ukur yang anda sebutkan tadi tidak bisa mengukur realitas mutlak. Jika anda tidak mampu maka akal sehat mendorong saya untuk mencari realitas mutlak itu. Karena saya dilahirkan disebuah ajaran yang mengajarkan hakikat realitas mutlak itu maka saya mengetahui realitas mutlak itu. Kita harus membedakan mana alat ukur dan mana pintu dimana masukkan informasi yang akan diukur? Mata adalah pintu masuknya informasi yang akan diukur? Atau in the other word "fasilitas". Apakah dengan tanpa fasilitas tsb dapat terlaksana pengukuran? tidakkan! Anda membutuhkan mata untuk melihat kalimat2, mendengar kata2, dll. Tapi dengan itukan anda menilai kebenaran? tidak tapi itu adalah salah satu fasiltas yang dengan itulah sampai kebenaran kepada Anda! Terima kasih. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Something is new at Yahoo! Groups. Check out the enhanced email design. http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
