> Lalu apa donk alat ukurnya? Cari tahu manusia yang telah mengetahui realitas mutlak? Tanyakan kepada dia siapakah realitas mutlak itu?
# Siapa yang mengetahui realitas mutlak? Bagaimana dia tahu telah mengetahui realitas mutlak? Pakai piranti apa dia? Bagaimana orang2 tahu bahwa ia mengetahui? Pakai piranti apa? > Jika saya yang ditanya maka saya akan menjawab: "Realitas mutlak tidak mempunyai batasan, batasannya sendiri adalah ketiadaan" # Itu adalah yang ada dibenak anda. Bagaimana kita mengetahui bahwa apa yang dibenak anda = diluar? > Saya mengetahui Nama lain realitas mutlak adalah Allah karena di kitab saya disebutkan bahwa yang memberikan efek/realitas mutlak adalah Allah. # Kitab ada banyak, bagaimana kita tahu bahwa kitab yang anda pakai adalah yang benar? > Dan di indonesia dikenal sebagai Tuhan, di Barat dikenal The God. Dll itu secara lafaz. Tapi jika lapaz itu mempunyai realitas dan makna yang sama seperti yang saya percayai maka itu bisa dianggap benar. # Dianggap? Apakah kebenaran tergantung dari apa yang anda percayai? Anda yang memberi patokan mana yang benar? > Tapi Allah meliputi ruang dan waktu itu bisa dipertanggungjawabkan. # Bigimana caranya mempertanggung jawabken? > Jika anda mengatakan realitas mutlak itu hal lain misalnya emboh anda harus mempertanggungjawakan hal tersebut. # Bigimana caranya mempertanggung jawabken `embuh' kalau memang bener2 ndak tahu? Pakai poligraf (pendeteksi bohong)? > Jangan anda berucap tapi tidak tahu makna. Jika anda berucap tapi tidak tahu makna berati anda sedang ngigau. # Saya tahu makna `embuh' = ndak tahu. Apakah anda punya narasumber lain yang menunjukken embuh maknanya bukan seperti yang saya sampaiken? > Jika anda tidak mampu maka akal sehat mendorong saya untuk mencari realitas mutlak itu. # Apakah akal sehat dijamin benar? Dan akal sehat anda lebih baik dari yang lain? > Karena saya dilahirkan disebuah ajaran yang mengajarkan hakikat realitas mutlak itu maka saya mengetahui realitas mutlak itu. # Bigimana carannya yang mengajari tahu itu realitas mutlak dan bagaimana yang diajari tahu itu realitas mutlak? Apa pirantinya? > Kita harus membedakan mana alat ukur dan mana pintu dimana masukkan informasi yang akan diukur? Mata adalah pintu masuknya informasi yang akan diukur? Atau in the other word "fasilitas". Apakah dengan tanpa fasilitas tsb dapat terlaksana pengukuran? tidakkan! Anda membutuhkan mata untuk melihat kalimat2, mendengar kata2, dll. Tapi dengan itukan anda menilai kebenaran? tidak tapi itu adalah salah satu fasiltas yang dengan itulah sampai kebenaran kepada Anda! Terima kasih. # Berarti ada 3 hal (1) pintu masuk = fasilitas, antara lain panca indra (2) informasi (3) pengolah informasi (4) kesimpulan Pertanyaannya adalah : bagaimana kita tahu (1) benar, (2) benar, (3) benar, dan (4) benar. Anda benar2 100% betul. Saya cuman bisa mengigau, dan pastilah akal sehat hebat. Silahken jelasken. ****************************************************** Milis Filsafat Posting : [email protected] Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ Website : http://filsafatkita.f2g.net/ Berhenti : [EMAIL PROTECTED] ****************************************************** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/filsafat/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
