--- In [email protected], "kibroto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > Lalu apa donk alat ukurnya? Cari tahu manusia yang telah 
mengetahui
> realitas mutlak? Tanyakan kepada dia siapakah realitas mutlak itu?
> 
> # Siapa yang mengetahui realitas mutlak? Bagaimana dia tahu telah 
> mengetahui realitas mutlak? Pakai piranti apa dia? Bagaimana 
orang2 tahu bahwa ia mengetahui? Pakai piranti apa? 

+ Siapa yang mengetahui realtas mutlak? ya tentunya orang yang tahu 
realitas mutlak. Dia tahu yang memberikan dampak sebenarnya bukan 
hal/sesuatu yang terindra. Tapi Dia adalah realitas mutlak dalam 
ajaran saya disebutkan Allah SWT. Dalam ilmu filsafat dikenal wujud. 
Kenapa Allah SWT dan Wujud realitas dan makna sama. Karena sifat 
keberadaan Allah SWT dan Wujud sama. 
Misalnya: 
Allah tidak punya sekutu. Wujud pun demikian karena wujud satu yang 
lain adalah ketiadaan.
Jika emboh yang anda sebutkan tadi bisa disamakan dengn Tuhan apakah 
realitas dan makna sama. Tentu saja tidak karena emboh = tidak ada. 
Tuhan = ada.
+ Bagaimana dia tahu telah mengetahui telah mengetahui realitas 
mutlak? Jika jawabannya teknis dia tahu bahwa yang membuat anda 
bergerak adalah Tuhan. Yang membuat anda bisa tidur adalah Tuhan. 
Dan hal ini berhubungan dengan kesadaran.
+ Pakai piranti apa dia? Pirantinya adalah dia itu sendiri. Artinya 
semakin dia sadar bahwa yang realitas mutlak bukan hal/sesuatu 
terindra. Maka semakin yakin bahwa realitas mutlaklah yang 
memberikan dampak.
+Bagaimana orang2 tahu bahwa ia mengetahui? Bagaimana orang tahu 
bahwa saya bisa bahasa Inggris. ada dua cara. Pertama beritahu orang 
tersebut bahwa saya bisa bahasa inggirs. Kedua Ngomonglah bahasa 
inggris niscaya orang tersebut tahu bahwa anda bisa bahasa inggris. 
Kelemahan pertama: tentu saja orang yang dikasih tahu belum benar2 
percaya. Maka cara yang paling ampuh untuk orang2 yang tidak mudah 
percaya adalah cara yang kedua.
Bagaimana orang tahu bahwa Nabi Muhammad itu Nabi? pertama Nabi 
mengatakan bahwa saya adalah Nabi Allah. Kedua Menunjukkan bahwa 
Muhammad layak menjadi Nabi Allah. Dengan Akhlak mulia dan mukjijat. 
Jika orang2 bersih hatinya akan melihat bahwa nabi mempunyai akhlak 
mulia maka apapun yang Nabi katakan adalah benar adanya. Tapi jika 
orang2 kurang bersih hatinya akan meminta lebih. Maka Nabipun 
menunjukkan bahwa realitas mutlak itu ada dengan mukjijat.
Pakai piranti apa? Bagaimana orang tahu bahwa yang dikatakan orang 
yang mengetahui realitas mutlak itu bahwa realitas mutlak itu ada.
Hal itu bergantung kepada orang yang ingin tahu. Jika yang ingin 
tahu adalah orang yang percaya kepada orang yang mengetahui realitas 
mutlak maka ia akan membenarkannya. Jika orangnya tidak percaya maka 
dia akan meminta lebih kepada orang yang mengetahui realitas mutlak 
itu. Meminta lebih seperti yang dijelaskan diatas. 

> 
> > Jika saya yang ditanya maka saya akan menjawab:
> "Realitas mutlak tidak mempunyai batasan, batasannya sendiri adalah
> ketiadaan"
> 
> # Itu adalah yang ada dibenak anda. Bagaimana kita mengetahui 
bahwa 
> apa yang dibenak anda = diluar? 
+ Dibenak sy "Realitas mutlak adalah ada yang tidak mempunyai 
batasannya, yang batasannya adalah ketiadaan". Dan hal itu adalah 
diluar benak andakan. Sekarang Apabila ini masuk kepada benak anda, 
maka Sekarang apa yang diluar berupa realitas akan sama dengan ada 
di benak anda berupa makna. Tentu saja apabila anda ingin tahu bahwa 
kata-kata diatas maknanya sama antara benak anda dengan benak saya. 
Anda harus menyamakan makna kata2 dan kalimat tsb.

> > Saya mengetahui Nama lain realitas mutlak adalah Allah karena di
> kitab saya disebutkan bahwa yang memberikan efek/realitas mutlak
> adalah Allah. 
> 
> # Kitab ada banyak, bagaimana kita tahu bahwa kitab yang anda 
pakai 
> adalah yang benar? 
Ini jawabannya akan panjang. Tapi secara sekilas. Kalo kita menerima 
bahwa ada realitas mutlak. Bagaimana kita merasakan terus kesadaran 
terus dengan akan realitas mutlak. Tentu saja dengan kita harus 
mencari jalannnya. Apakah kita mencari jalan untuk menempuh itu 
dengan jalan yang disukai realitas mutlak atau jalan kita kita sukai 
sendiri. Tentu jalan tersebut yg disukai realitas mutlak.
Secara teknis akal tidak akan memberi tahu bahwa Realitas mutlak itu 
Allah kecuali informasi ttg Allah itu ada. Tapi Jika informasi itu 
tlah datang dan ternyata Allah dan realitas mutlak itu sama secara 
realitas dan makna maka sudah kewajiban kita untuk menggali lebih 
dalam ttg Allah. Yang nanti2nya akan mengirimkan kepada kita 
infomasi ttg Nabi, ajaran dll.


> > Dan di indonesia dikenal sebagai Tuhan, di Barat
> dikenal The God. Dll itu secara lafaz. Tapi jika lapaz itu 
mempunyai
> realitas dan makna yang sama seperti yang saya percayai maka itu
> bisa dianggap benar.
> 
> # Dianggap?
> Apakah kebenaran tergantung dari apa yang anda percayai? Anda yang 
> memberi patokan mana yang benar? 
Apa yang dimaksud denggan saya percayai. Jika anda menganggap bahwa 
sy percaya adalah sy mengetahui suatu makna dari suatu realitas 
diluar. Kebenaran itu bergantung kepada kesusaian makna dan dan 
realitas. Jika makna yg sy percayai sama dengan realitas maka benar. 
Jika tidak sesuai sebaliknya. Sekarang kita harus mengecek apa yang 
ia percayai merupakan suatu kebenaran realiatas atau salah. Jika 
benar kita harus mengikutinya. Jika tidak ngapain ngikutin orang yg 
salah.

 
> > Tapi Allah meliputi ruang dan waktu itu bisa 
dipertanggungjawabkan.
> 
> # Bigimana caranya mempertanggung jawabken? 
Maksudnya Sifat Allah dan "ada" sama. yaitu meliputi ruang dan 
waktu. Bagaimana sy tahu Allah begitu ya dari AlQuran dan hal itu 
bisa dapat dipertanggungjawabkan.



> > Jika anda mengatakan realitas mutlak itu hal lain misalnya emboh
> anda harus mempertanggungjawakan hal tersebut.
> 
> # Bigimana caranya mempertanggung jawabken `embuh' kalau memang 
> bener2 ndak tahu? Pakai poligraf (pendeteksi bohong)?

Ya anda berani mengatakan bahwa realitas mutlak bisa aja "embuh". Ya 
sy tanyakan darimana dasarnya. Jika ada katakan! jika tidak ada ya 
berarti anda tlah ngomong ketidaan (bohong). 

> > Jangan anda berucap tapi tidak tahu makna. Jika anda berucap 
tapi 
> tidak tahu makna
> berati anda sedang ngigau.
> 
> # Saya tahu makna `embuh' = ndak tahu. Apakah anda punya 
narasumber 
Sy ngomong "Ada", "Tuhan", "Wujud Mutlak", Allah "realitas mutlak'.
yang semuanya secara makna di benak sy sama dengan realitasnya.
Lalu tiba2 anda mengatakan embuh = ndak tahu. Gak nyambungkan. 
Berati tidak tahu apa yang dibicarakan. Tidak tahu makna. Dan orang 
ngigau adalah orang yang tidak tahu apa yang dibicarakan.

> lain yang menunjukken embuh maknanya bukan seperti yang saya 
> sampaiken? 
> 
> > Jika anda tidak mampu maka akal sehat mendorong saya untuk 
mencari 
> realitas
> mutlak itu. 
> 
> # Apakah akal sehat dijamin benar? Dan akal sehat anda lebih baik 
> dari yang lain? 
Apa yg anda maknai dari akal sehat? Jika akal berfungsi memilih 
kebenaran dari suatu rentetan informasi. Akal sehat itu bergantung 
bagaimana memaknai arti kebenaran itu sendiri. Bukan berati akal sy 
akal anda  akal dia tapi apa yang diketahui akal dengan arti 
kebenaran itu sendiri.


> > Karena saya dilahirkan disebuah ajaran yang mengajarkan hakikat 
> realitas mutlak itu maka saya mengetahui realitas mutlak itu.
> 
> # Bigimana carannya yang mengajari tahu itu realitas mutlak dan 
> bagaimana yang diajari tahu itu realitas mutlak? Apa pirantinya? 

illmu yang mempelajari keberadaaan Allah (AlQuran) sama dengan ilmu 
yang mempelajari tentang realitas mutlak, wujud (filafat ketuhanan).



> > Kita harus membedakan mana alat ukur dan mana pintu dimana 
masukkan
> informasi yang akan diukur? Mata adalah pintu masuknya informasi
> yang akan diukur? Atau in the other word "fasilitas". Apakah dengan
> tanpa fasilitas tsb dapat terlaksana pengukuran? tidakkan! Anda
> membutuhkan mata untuk melihat kalimat2, mendengar kata2, dll. Tapi
> dengan itukan anda menilai kebenaran? tidak tapi itu adalah salah
> satu fasiltas yang dengan itulah sampai kebenaran kepada Anda!
> Terima kasih.
> 
> # Berarti ada 3 hal
> (1) pintu masuk = fasilitas, antara lain panca indra
> (2) informasi
> (3) pengolah informasi
> (4) kesimpulan

> Pertanyaannya adalah : bagaimana kita tahu (1) benar, (2) benar, 
(3) 
> benar, dan (4) benar.
> 
> Anda benar2 100% betul. Saya cuman bisa mengigau, dan pastilah 
akal 
> sehat hebat. 
> Silahken jelasken.










------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/XISQkA/lOaOAA/yQLSAA/pyIolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

******************************************************
Milis Filsafat
Posting     : [email protected]
Arsip milis : http://groups.yahoo.com/group/filsafat/
Website     : http://filsafatkita.f2g.net/
Berhenti    : [EMAIL PROTECTED]
******************************************************
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/filsafat/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke