hahaha... Nice Bung Zul! ga usah jauh-2 ke USA.. kalao pekarangan rumah kita di-tempati orang lain dengan argumen bahwa tanah tsb warisan nabi Adam, apa kita rela?
Bung Adryansyah.. emang Tol Merak naiknya berapa perak sih? Syukur alhamdulilah udah 6 bulan punya mobil.. masih banyak pak yg sudah puluhan tahun gak punya apa-2.. untuk kasus Jagorawi, tanah kalao ga salah milih pemerintah.. kalao yg lainnya ada juga yg murni pembebasan lahan dari pihak swasta. OK Bung.. coba saya tanya begini: rakyat itu kan bukan hanya yg punya mobil tho? jadi kalao anda mau masuk jalan Tol dengan mobil anda, lalu ada yg nge-stop mobil anda, minta numpang karena dia ga punya mobil untuk ikut menikmati jalan tol, mau? jangan ngarang deh.. coba mawas diri sebelum memposisikan diri sebagai 'rakyat' yg tertindas kebijakan, karena sesungguhnya mereka yg ga punya mobil itu yg ga paling dikucilkan dalam kebijakan transportasi kita.. dan.. situ ga bersuara apa-2 kan soal itu? yg penting bagi situ jalan tol murah, orang lain ga punya mobil bodo amat. salam, -K- 2009/10/8 Zulkifli Harahap <[email protected]> > > > Bung Andryansyah, jangan mau bayar/ambil visa pada/dari Kedubes AS, > langsung berangkat ke AS (tentunya tidak dengan pesawat terbang resmi). > Sesampai di sana, kalau Anda ditolak petugas imigrasi bilang saja: "Masak > masuk ke negara kamu harus bayar, ini 'kan warisan yang kita dapat dari Nabi > Adam?" Atau gunakan alasan seperti ini pernah diteriakkan oleh inang-inang > yang digusur dari Rawasari: "Siapa bilang kami tak berhak masuk ke negara > ini; ini bukan punya Obama atau rakyat AS saja, ini tanah Tuhan!" > > Supaya Bung Andrayansyah pulang bukan tinggal nama, jika pergi ke Medan� > Anda jangan coba-coba terobos jalan milik PTPN yang dilarang masuk, kalau > berani� Anda akan berhadapan dengan Hansip yang "tembak kaki, kena kepala" > yang sangat ditakuti oleh orang Medan. > > Zul
