Bung Andryansyah, jangan mau bayar/ambil visa pada/dari Kedubes AS, langsung berangkat ke AS (tentunya tidak dengan pesawat terbang resmi). Sesampai di sana, kalau Anda ditolak petugas imigrasi bilang saja: "Masak masuk ke negara kamu harus bayar, ini 'kan warisan yang kita dapat dari Nabi Adam?" Atau gunakan alasan seperti ini pernah diteriakkan oleh inang-inang yang digusur dari Rawasari: "Siapa bilang kami tak berhak masuk ke negara ini; ini bukan punya Obama atau rakyat AS saja, ini tanah Tuhan!"
Supaya Bung Andrayansyah pulang bukan tinggal nama, jika pergi ke Medan� Anda jangan coba-coba terobos jalan milik PTPN yang dilarang masuk, kalau berani� Anda akan berhadapan dengan Hansip yang "tembak kaki, kena kepala" yang sangat ditakuti oleh orang Medan. Zul --- On Thu, 10/8/09, andryansyah <[email protected]> wrote: From: andryansyah <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: JALAN TOL To: [email protected] Date: Thursday, October 8, 2009, 8:03 PM Wah pak K ini cara berpikirnya buat saya membingungkan dan saya yakin banyak yang sulit paham dengan penjelasan itu. Coba deh dijelaskan menurut UU yang ada apa alasan kenaikan jalan tol itu, apakah alasan itu cocok dengan kenyataan yang ada sehingga ongkos tol bisa dinaikkan seperti baru saja terjadi. Lebih hebatnya, bagaimana menjelaskan kenaikan ongkos tol tangerang-merak yang sangat ekstrim itu? Saya baru sekitar 6 bulan ini punya mobil dan itu mobil tua karena kondisi sangat memaksa. Jadi boleh dibilang saya tidak terbebani ongkos tol, dan saya mempertanyakan kenaikan itu bukan demi kebutuhan pribadi. Kalau saya baca, logika pak K mengatakan kalau ongkos buat jalan tol dahulu 500 milyar dan sekarang kalau dihitung untuk buat baru yang sama butuh 5 trilyun, maka ongkos tol untuk lewat jalan yang dahulu dibikin juga harus berdasar onkos buat tol yang sekarang. Aneh.... Tanah buat jalan tol itu punya siapa? Kok bisa pak K ngomong mau pakai ya bayar, gak mau jangan lewat....ini logikanya kok aneh sekali...seolah rakyat ini tidak punya hak pakai tol walau ikut punya tanahnya.... Salam, andry
