Dear Forum Prima, Tertarik dengan pernyataan Sdr. Noor Faisal, terkait dengan tanggungjawab bendahara kepada BPK (yang konon khabarnya merupakan kesepakatan politis), dimana Sdr. Noor Faisal menyatakan kesepakatan politis dimaksud dituangkan dalam pasal 35 ayat (2)UU Perbendaharaan.
Perlu kiranya diklarifikasi, Kesepakatan politis dimaksud tidak dituangkan dalam UU Perbendaharaan, tetapi dalam UU Keuangan Negara. UU Perbendaharaan Pasal 53 ayat (1) menetapkan Bendahara Penerimaan/Pengeluaran bertanggungjawab secara fungsional atas pengelolaan uang yang menjadi tanggungjawabnya kepada Kuasa BUN/BUD. Lebih lanjut dalam PP 8 Tahun 2006 Pasal 31 diatur penyampaian LPJ Bendahara, yaitu kepada: 1. BUN/D atau Kuasa BUN/D; 2. Menteri/pimpinanan Lbg/Gubernur/Bupati/Walikota; dan 3. BPK. Sejalan dengan UU Perbendaharaan, PP 8 Tahun 2006 lebih menonjolkan tanggungjawab bendahara kepada Kuasa BUN/D ketimbang kepada BPK. Selanjutnya, melihat hubungan keuangan antara Bendahara dengan Kuasa BUN dan BPP serta kebutuhan praktis dilapangan, menurut hemat saya pengaturan BPP dalam PMK 73/2008 sudah tepat. Terima kasih..
