Aswrwb;

Menbaca tulisan perjalanan Bapak Subasita merinding
bulu kudukku, membayangkan Central Borneo yang luas
wilayahnya satu setengah kali luas p.Jawa dengan
penduduk cuma sebanyak kota Bekasi (+- 2 jutaan),
dengan sarana dan prasarana infrasttuktur yang minim,
seandainya beliau terpaksa harus tidur di jalanan
berhutan menunggu bantuan karena ada kerusakan
kendaraan, tapi bagi mereka yang ingin menjadi "Tuan
Tanah" mungkin disinilah tempat untuk investasi bisa
memiliki tanah seluas mata memandang, tapi bukan itu
yang kurasakan, pikiranku melayang-layang ke
awang-awang (angkasa) merasakan kesulitan
Bendaharawan2 itu dan pihak2 lain yang hendak menyetor
pajak ke "Bank Persepsi" harus menempuh jarak ratusan
kilometer dan terbersit pertanyaan apakah Modul
Penerimaan Negara (MPN) bisa dimodifikasi sedemikian
rupa semudah transfer uang melalui SMS Banking dengan
IT yang canggih? karena sudah ada vendor (operator)
GSM yang telah merambah seluruh kecamatan (bukan
kabupaten) di Indonesia. Untuk saya yang awam IT akan
mengatakan dua kata : sulit dan mustahil. 
Namun tiba2 saya ketemu mas Roy Surya sambil tersenyum
ramah gayanya yang khas berkata lirih, gitu aja kok
repot mas, katanya dengan Bendaharawan mengirim SMS
Bangking ke Bank Persepsi secara otomatis akan
mendebet rekening Bendaharawan tersebut dan mengkredit
rekening Kas Negara pada Bank Persepsi ybs. dan
memberikan (reply) NTPN Sementara (by system) karena
data minimum yang diminta telah diisi waktu membuat
SMS Banking, misalnya: kode Dep/Lemb, kode satker,
jenis penerimaan, kode akun,uraian, NPWP Bendaharawan
dsb.
Waktu mengajukan SPM ke KPPN, Bendaharawan tsb.
sekaligus menyelesaikan "NTPN Rampung" dan
rekonsiliasi (untuk menghemat biaya perjalanan), nah
kemudian KPPN mengirimkan "NTPN Sementara" ke Dit.
Sistem Perbendaharaan untuk disesuaikan menjadi "NTPN"
(tentunya by aplication), eh anda apa sedang menguji
saya ya? tiba2 Roy Surya bertanya sambil mencubit
lenganku, oauuuw sakit, saya terbangun gelap
sekelilingku, oh, tadi mimpi rupanya, tatkala aliran
listrik kena giliran.

Salam. 
  
--- subasusal3 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
..........
> Saya membayangkan betapa sulitnya dan penuh dengan
> risiko, ketika 
> para bendahara mau menyetor penerimaan negara ke
> Bank-Bank Persepsi 
> yang mutlak harus menggunakan sistem MPN. Sistem
> tunggal yang saat 
> ini di berlakukan. Mereka harus menempuh jarak
> ratusan kilometer, 
> dalam kondisi infrastruktur yang menyedihkan dan
> risiko tentu 
> keamanan. 
> 
> Saya bisa memaklumi, Kalimantan yang begitu kaya dg
> SDA tapi miskin 
> segalanya terutama infrastruktur. Kesejahterahan
> nampak masih jauh dr 
> masyarakat lokal,  melahirkan suatu tuntutan dari
> Majelis Adat Dayak 
> Nasional baru-baru ini agar Kalimantan diberikan
> "Otonomi khusus".
> Saya khawatir apabila pengambil kebijakan di tingkat
> pusat 
> mengabaikan hal ini, desakan itu tentu akan semakin
> kuat. 
> 
> Ketika saya cubit lengan saya terasa begitu sakit.
> Ternyata saya 
> tidak sedang bermimpi.
> 
> Subasita
> Fr The Heart of Borneo.
> 
> 



      

Kirim email ke