On Fri, 1 Sep 2000, I Made Wiryana wrote:
>kenyataan bahwa apa yang dijanjikan penggunaan software komputer belum
>memberikah hasil efisiensi yang dijanjikan 8-) INi semua banyak bersumber
>dari kekurang efisienan kerja yang timbul (walau karyawan tak
>merasakannya).
>Memang untuk pemanfaatan softweare di bidang kerja kita tak bisa hanya
>berdsarkan "hedonic" usability saja. Karena bisa-bisa yang terjadi adalah
>kekurang efisienan.
Betul, tapi dalam ketidak-efisienan ini biasanya user yang disalahkan.
Developer selalu berkilah sistemnya sudah teruji oleh sekian banyak
customer-nya, sedangkan user protes karena proses kerjanya jadi lebih
panjang. Perbedaan pandangan ini yang sering menyebabkan kegagalan
implementasi suatu sistem.
Dalam banyak kasus, ekspektasi user pada IT terlalu tinggi. Ini juga
didorong oleh promosi yang berlebihan, seolah-olah IT adalah "kotak ajaib"
yang memberikan semua solusinya (efisiensi dan produktivitas). Bagaimana IT
menyikapi hal ini?
>Pada dasarnya ada 4 teori utama yang digunakan untuk mendisain sistem
>komputer (software)
>
>- Cognitive Approach, setiap orang memiliki pendekatan yang berbeda
> untuk menyelesaikan task-nya
>
>- Participatory design (Collaborative), user seabaiknya diikutsertakan
> dalam proses pembuatan sistem.
>
>- Ethnography (untuk mengetahui kerja user, dan kebutuhannya perlu
> dilakukan pengamatan sehari-hari terhadap cara kerjanya, karena
> sering userpun tak dapat mendeskripsikan keinginannya atau ke"tahuan"
> nya
>
>- Activity Theory --> user menggunakan komputer untuk menyelesaiakn
> tugasnya
>
Untuk sistem yang tailor made, barangkali ya.
Sayangnya untuk "mass product" hal tersebut tidak berlaku lagi, karena
(end-) user tidak terlibat sama sekali. Paling-paling setting data,
interface dan cara menggunakannya saja. Semuanya ditentukan oleh pengalaman
empiris developernya sendiri.
User secara halus selalu dibujuk untuk menggunakan saja fasilitas yang ada,
termasuk urutan kerjanya. Apa yang ada sajalah, as-is.... Biasanya begitu.
>Negara seperti Jerman, melakukan pendekatan disain komputer dan alat
>bekerja dengan fungsi "efisensi" kerja yang diutamakan. Kebiasaan
>(kesenangan) user dibentuk dengan pelatihan dan kompensasi.
>
Pengalaman menunjukkan, justru mengubah kebiasaan userlah yang paling sulit.
Apalagi jika user telah menggunakan sistem lain selama ini. Pasti ada
resistensi.
Harapannya tinggal kebenaran teori perubahan (Change Resistancy):
-Tahap pertama user akan menolak dengan segala argumentasinya.
-Tahap berikutnya user mulai pasrah dan bisa menerima perubahan itu.
-Tahap akhir user senang dan menikmati perubahan itu.
Pada tahap akhir ini barangkali efisiensi dan produktivitas bisa diharapkan.
Kalau teorinya benar...
DSU
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA
Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.