On Sun, 3 Sep 2000, Djoko Susilo wrote:
> Developer selalu berkilah sistemnya sudah teruji oleh sekian banyak
> customer-nya, sedangkan user protes karena proses kerjanya jadi lebih
> panjang. Perbedaan pandangan ini yang sering menyebabkan kegagalan
> implementasi suatu sistem.
Sebetulnya ini berawal dari metodologi pengembangan IT yang
"tadinya" relatif non user centerd (di paper saya mengenai
interdisciplin apporach) saya jabarkan sedikit masalah ini
> Dalam banyak kasus, ekspektasi user pada IT terlalu tinggi. Ini juga
> didorong oleh promosi yang berlebihan, seolah-olah IT adalah "kotak ajaib"
> yang memberikan semua solusinya (efisiensi dan produktivitas). Bagaimana IT
> menyikapi hal ini?
Pada dasarnya banyak user(decision maker) yang terkena
"fatamorgana).. bahwa IT adalah kotak ajaib. Sebagian besar kesalahan
impelmentasi adalah disebabkan "SDM". Banyak perusahaan memilih membeli
sistem "MAHAL" yang katanya tidak butuh SDM bagus, ketimbang investasi SDM
(trainning, continous learning, gaji..dsb)
Menurut data yang pernah saya dapatkan sekitar 60-70% kegagalam proyek IT
disebabkan hal ini. Nah sehingga saya sekarang cenderung bilang... dalam
IT, investasi SDM itu adalah hal utama (jangan karena iming-iming sistem
tak butuh SDM, terus tak melakukan SDM, dan beli barang mahal).
Ada survei terakhir dari persh yang melakukan Out Sourcing (mereka nggak
mau develop SDM sendiri, dan meng-outsouring ke persh lain) ternyata
pengehmatan yang dilakukan tak besar, dan akibatnya mereka malah tak punya
SDM yang baik. (Judul artikel-nya di Communications of ACM, The Myths of
Outsourcing....)
> >- Participatory design (Collaborative), user seabaiknya diikutsertakan
> > dalam proses pembuatan sistem.
> >
> Untuk sistem yang tailor made, barangkali ya.
> Sayangnya untuk "mass product" hal tersebut tidak berlaku lagi, karena
> (end-) user tidak terlibat sama sekali. Paling-paling setting data,
> interface dan cara menggunakannya saja. Semuanya ditentukan oleh pengalaman
> empiris developernya sendiri.
> User secara halus selalu dibujuk untuk menggunakan saja fasilitas yang ada,
> termasuk urutan kerjanya. Apa yang ada sajalah, as-is.... Biasanya begitu.
Justru itu "fleksbilitas" adalah kata kunci untuk "mass
customization". Bagi produk yang ingin menggapai market dg produk tunggal
tentu hal ini jadi berat.
> Pengalaman menunjukkan, justru mengubah kebiasaan userlah yang paling sulit.
> Apalagi jika user telah menggunakan sistem lain selama ini. Pasti ada
> resistensi.
Salah satu pendekatan dalam teknik "participatory design" (atau
collaborative) adalah melibatkan user dalam lingkaran disain, sehingga dia
turut bertanggungjawab dalam perubahan kebiasaan .
Jadi memang di era 90-an ini mulai terjadi pergeseran metoda pengembangan
software.
IMW
------------------------------------------------------------------------
[EMAIL PROTECTED] - Mailing List MIKRODATA
Informasi : http:[EMAIL PROTECTED]
Arsip : http://www.mail-archive.com/forum%40mikrodata.co.id/
WAP : http://mikrodata.co.id/wap/index.wml
Milis ini menjadi kontribusi beberapa rubrik yang diasuh tim MIKRODATA.
Termasuk rubrik-rubrik yang ada di media lain.