Kunci dari pembuatan SPM adalah harus ada kesamaan dalam kode fungsi, sub fungsi, program dan BKPK. Mesti kegiatan dan subkegiatan berbeda jika dalam satu fungsi, subfungsi, program, kegiatan, dan subkegiatan maka bisa dibuat dalam satu SPM.
Dalam kasus di KPPN Raha, jika SPM tersebut pada saat pengajuan menggunakan kode 0002.0117.521211 Rp.................. (kalo 521112 khan buat bahan makanan) 0002.0117.521219 Rp................. kemudian ada revisi 521219 menjadi 512112, maka ralat SPM tidak bisa dilakukan, karena kode BKPK pecah menjadi dua, yaitu 5212 dan 5121. ralat SPM bisa dilakukan jika honor SAI yang tadinya dibebankan pada MA 521219 pada saat pengajuan SPM berdiri sendiri, tidak bergabung dengan MA 521211 untuk itu, maka jalan yang bisa dilakukan melakukan revisi DIPA dengan mengambil mata anggaran sejenis (kelompok belanja barang) untuk menimbulkan mata anggaran baru yang hilang (521219) pada kegiatan 0002.0117 (jadi muncul lagi begitu). jika belanja barang untuk menutupi MA 521219 yang hilang tersebut tidak tersedia, artinya pada MA 521219 tersebut memang minus, dan mau tidak mau harus menyetor ke rekening kas negara serta memberi catatan pada Laporan Keuangan satker dan LKPP KPPN, serta fotocopy SSPB-nya harus dilampirkan. masalah jika bisa dilakukan ralat SPM, nahwa 512112 harus LS tapi sudah terlanjur GU, saya pikir dalam hal ini bisa diberikan dispensasi karena adanya kesalahan pembebanan akun dari 52 menjadi 51, khan itu cuma mekanisme penerbitan SPM, yang pasti perhitungan homor dan pajak sudah benar serta telah disetor ke rekening kas negara. Btw, batas akhir revisi DIPA kewenangan DJPBN tanggal 10 Nopember lho.... Salam. Irvan-KPPN Ternate On 11/3/08, Yangkung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Asslm.Wr.Wb. > > Dear milliser, > Saya amat mengharapkan saran rekan-rekan milliser atas > kasus berikut ini. > Dalam DIPA awal Kantor Pelabuhan Raha tertulis : > 01.01.09.0002 Kegiatan Penyelenggaraan Operasional .... > dst > 0002.0117 Sub Kegiatan Perencanaan .... dst (ribuan > rp) > 5211 Belanja Barang Operasional 10.000 > Oleh satker bersangkutan, alokasi kelompok akun 5211 ini > POK-nya dirinci untuk Belanja Barang dan Honor SAI (akun > 521112 dan 521119). Untuk itu mereka telah menerbitkan SPM > sebagai berikut : > 0002.0117.521112 1.600.000,- > 0002.0117.521119 5.600.000,- (digunakan untuk honor SAI) > > Mungkin karena menyadari adanya kesalahan pembebanan, > terbit revisi SRAA yang kemudian menjadi dasar revisi DIPA > satker bersangkutan : > 01.01.09.0002 Kegiatan Penyelenggaraan Operasional .... > dst > 0002.0117 Sub Kegiatan Perencanaan .... dst > (ribuan rp) > 5211 Belanja Barang Operasional 1.600 > 01.01.09.0027 Kegiatan Pembinaan Administrasi .... dst > 0027.0117 Sub Kegiatan Perencanaan .... dst > (ribuan rp) > 5121 Belanja Honorarium 8.400 > > Akibat revisi DIPA ini terjadi pagu minus sebesar Rp. > 4.000.000,- karena satker telah mencairkan dananya sebesar > Rp. 5.600.000,- sebagaimana tercantum pada SPM diatas. > Untuk mengatasi hal ini saya meminta satker meralat > SPM-nya : > Semula : 0002.0117.521119 5.600.000,- > Menjadi : 0027.0117.512112 5.600.000,- > Persoalan timbul, perbaikan SPM tersebut memunculkan kode > Kegiatan baru (0027) dan kelompok akun baru (5121) karena > SPM yang sudah diterbitkan semula hanya untuk satu > kegiatan (0002) dan satu kelompok akun (5211). > Bagaimana solusi selanjutnya, saya masih belum menemukan > jawabannya. Untuk meminta satker menyetor dengan SSPB juga > tidak menyelesaikan masalah karena setoran tersebut tidak > serta-merta mengembalikan pagu dana sebesar yang disetor. > Selain daripada itu, untuk akun 5121 semestinya dibayar > secara LS sementara SPM di atas merupakan SPM-GUP dan > PPh-nya disetor langsung dengan SSP, bukan melalui > potongan SPM. > Mohon pencerahan rekan-rekan karena hal ini juga terjadi > di satker lain. > > Waslm, > > Yangkung > > NB : > Untuk Mas Hendra di tengah belantara. Reply anda justru > tepat karena rekan-rekan lain menjadi cepat mendapat > gambaran yang jelas dan benar. Trim's, jangan dipikir > terlalu jauh dan selamat menelusuri jejak-jejak pengabdian > di daerah yang sepi. > > ___________________________________________________________________________ >> Dapatkan nama yang Anda sukai! >> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan >>@rocketmail.com. >> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> > > ============================================================================================================================ > "Flexi - Gratis bicara sepanjang waktu se-Jawa Barat, Banten dan DKI > Jakarta." > > "Speedy - Gratis internetan unlimited dari pkl. 20.00 s/d 08.00 > se-Jabodetabek, Banten, Karawang dan Purwakarta." > ============================================================================================================================ > "Nikmati akses TelkomNet Instan Week End Net hanya Rp 1.000/jam. Berlaku > untuk Sabtu-Minggu, khusus Jawa Tengah dan DIY s/d > > 31 Desember 2008". > ============================================================================================================================ > "Kini telah hadir Protector, layanan keamanan online yang dapat digunakan > langsung saat menjelajahi internet kapan saja dan > > di mana saja. Dapatkan secara GRATIS layanan Protector hingga 31 Desember > 2008. Klik ke: http://protector.telkomspeedy.com". >

