Sudah lama pengen posting tentang ini, tapi gak sempet-sempet (sok sibuk bgt). Ketika masih di pengembangan, saya baca2 slide seminar ttg assesment punya mas sidqon. Saya kira ini bagus buat pengembangan selanjutnya. (tentang Assesment ini sudah dibahas Mas Sidqon di Majalah Treasury). Assesment centre sudah dilaksanakan dengan baik oleh PT Telkom. Semoga ini bisa dilaksankan di organisasi kita.
Sebagai seorang lulusan statistika (ehm) bisa dikatakan assesment centre mempunyai logika yang sama dengan statistika, diperlukan jika objeknya cukup banyak. Untuk memutuskan berapa meja yang diperlukan ketika menerima tamu dalam resepsi pernikahan, tidak diperlukan teori antrian, tapi ketika memutuskan berapa pintu tol yang diperlukan teori antrian menjadi penting. Untuk memilih pembantu di rumah tak perlu assesment yang rumit, tapi untuk mendudukan calon kepala kantor di 178 KPPN dengan pegawai yang mencapai ratusan bahkan ribuan(?) tentu diperlukan assesment yang cukup komplex. Ketika saya ditawari untuk ikut Assesment, saya bilang saya siap (tepatnya saya bersedia), artinya saya siap diuji. Dari rangkaian assesment yang ada (Psikotes, role play, wawancara, in tray, diskusi kelompok, presentasi dan analisis kasus) saya bisa membayangkan bahwa yang lulus dari assesment ini pastilah orang yang dianggap cukup bekal dalam memimpin. Saya pribadi merasa ada yang kurang grenk ketika menjalani test ini. Jadi ketika saya dinyatakan tidak lulus saya sedikit kecewa tapi sadar diri. Kecewa karena tidak (atau belum) mampu memenuhi kualifikasi yang ditetapkan organisasi. Sejak awal Pak Siswo sudah mewanti-wanti bahwa tidak lulus assesment ini bukan segalanya, bahkan beliau mengungkapkan joke bahwa ada orang yang gak lulus assesment hansip tapi lulus assesment polisi , karena ketika dia ditanya apa yg dilakukan apabila menangkap pencuri orang itu menjawab: pencurinya akan dipukuli. So saya berharap bahwa assesment centre akan terus dikembangkan di organisasi kita ini. Kalaupun ada kekurangan pada assesment sekarang, bisa terus diperbaiki di masa yang akan datang. Yang penting juga dilakukan adalah bukan hanya assesment orang tapi juga assesment jabatan. Sebenarnya ada jabatan2 yang perlu didentifikasi sehingga orang-orang seperti apa yang akan cocok ditempatkan di sana sehingga tidak terjadi benturan di kemudian hari. wallahu 'alam.

