hm..
ada cerita neh, kemaren, seorang teman bertanya…apa saya pernah ikut
assestment ato belum..
saya jawab pernah..tapi nggak lulus..
trus, dia nanya lagi…tidak lulus beneran, atau sengaja tidak
meluluskan diri..?
saya jawab, beneran nggak lulus..dan sudah berusaha menjawab semampunya..
Teman saya itu hanya menulis "o o o "
###
memang saya sudah menjawab semampu yang saya bisa, sejujur-jujurnya…
makanya saya sempat dag dig dug juga, kalo lulus tar gmana
(yee…kepedean banget..), apa harus pindah..padahal saya sudah di
daerah asal, yang tentunya lebih enak daripada tinggal lagi di rantau..
saat itu saya hanya berdoa diberikan keputusan yang terbaik..namun
tetap penasaran dengan hasilnya, masalahnya ini masalah kapabilitas
saya sebagai pegawai..
dan…
ketika pengumuman datang, rada kecewa juga dengan hasil yang
menyatakan saya tidak lulus…maklum lagi, ini pertama kalinya saya
ngga' lulus tes..
merasa bego, merasa ga terpilih…merasa ga' seberharga yang lainnya..
tapi disisi lainnya, ada leganya juga..mengingat saya akan tetap
bertahan di daerah, dekat dengan keluarga dan ayah bunda..
saya pun mantap, bahwa ini yag terbaik bagi saya..
masalah assestment? ah..ga' terlalu jadi soal..
bisa jadi hasil penilaian itu benar, mungkin saya kurang pandai, atau
kurang konsisten, atau mungkin pula kurang dalam hal sikap dan lain
sebagainya..
dan saya sadar diri, bisa jadi kemampuan yang ada pada diri saya tidak
memenuhi kualifikasi yang diinginkan oleh instansi..
tapi hal tersebut tidak membuat saya gundah..
karena saat ini, saya juga sedang semangat2nya..
bekerja di bendum, sibuk, dan menyadari kalo setiap satuan angka yang
saya kerjakan, berpengaruh besar sampai pada negara bahkan dunia..
saya akan bekerja, semampu yang saya bisa..
jika hanya setengah2, malu hati pada gaji yang diberikan pemerintah…
jadi, jika sekarang ada pertanyaan tentang assestment lagi, tanpa
beban, saya akan menjawab..bahwa saya memang tidak lulus assestment.
tapi, saya bisa pastikan, semangat saya untuk melihat Ditjen
Perbendaharaan berubah menjadi lebih baik, kebijakan lebih kondusif,
serta dicintai oleh para awaknya..tidaklah kurang dari teman-teman
yang lulus asesstment.
InsyaAllah! Semangat!



--- In [email protected], "okalaksana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sudah lama pengen posting tentang ini, tapi gak sempet-sempet (sok
> sibuk bgt). 
> Ketika masih di pengembangan, saya baca2 slide seminar ttg assesment
> punya mas sidqon. Saya kira ini bagus buat pengembangan selanjutnya.
> (tentang Assesment ini sudah dibahas Mas Sidqon di Majalah Treasury).
> Assesment centre sudah dilaksanakan dengan baik oleh PT Telkom. Semoga
> ini bisa dilaksankan di organisasi kita. 
> 
> Sebagai seorang lulusan statistika (ehm) bisa dikatakan assesment
> centre mempunyai logika yang sama dengan statistika, diperlukan jika
> objeknya cukup banyak. Untuk memutuskan berapa meja yang diperlukan
> ketika menerima tamu dalam resepsi pernikahan, tidak diperlukan teori
> antrian, tapi ketika memutuskan berapa pintu tol yang diperlukan teori
> antrian menjadi penting. Untuk memilih pembantu di rumah tak perlu
> assesment yang rumit, tapi untuk mendudukan calon kepala kantor di 178
> KPPN dengan  pegawai yang mencapai ratusan bahkan ribuan(?) tentu
> diperlukan assesment yang cukup komplex.
> 
> Ketika saya ditawari untuk ikut Assesment, saya bilang saya siap
> (tepatnya saya bersedia), artinya saya siap diuji. Dari rangkaian
> assesment yang ada (Psikotes, role play, wawancara, in tray, diskusi
> kelompok, presentasi dan analisis kasus) saya bisa membayangkan bahwa
> yang lulus dari assesment ini pastilah orang yang dianggap cukup bekal
> dalam memimpin. Saya pribadi merasa ada yang kurang grenk ketika
> menjalani test ini. Jadi ketika saya dinyatakan tidak lulus saya
> sedikit kecewa tapi sadar diri. Kecewa karena tidak (atau belum) mampu
> memenuhi kualifikasi yang ditetapkan organisasi. 
> 
> Sejak awal Pak Siswo sudah mewanti-wanti bahwa tidak lulus assesment
> ini bukan segalanya, bahkan beliau mengungkapkan joke bahwa ada orang
> yang gak lulus assesment hansip tapi lulus assesment polisi , karena
> ketika dia ditanya apa yg dilakukan apabila menangkap pencuri orang
> itu menjawab: pencurinya akan dipukuli. 
> 
> So saya berharap bahwa assesment centre akan terus dikembangkan di
> organisasi kita ini. Kalaupun ada kekurangan pada assesment sekarang,
> bisa terus diperbaiki di masa yang akan datang. Yang penting juga
> dilakukan adalah bukan hanya assesment orang tapi juga assesment
> jabatan. Sebenarnya ada jabatan2 yang perlu didentifikasi sehingga
> orang-orang seperti apa yang akan cocok ditempatkan di sana sehingga
> tidak terjadi benturan di kemudian hari. 
> 
> wallahu 'alam.
>


Kirim email ke