Pak bulus dan para miliser setelah membaca tulisan Bapak I Ketut Wirya Kakanwil XX DJPBN Denpasar Tentang KPPN riwayatmu kini, sepertinya patut jadi perenungan kita semua apa yang disampaikan beliau.
Khusus berkaitan dengan penerimaan pajak yang katanya mau diserahkan ke ditjen pajak beserta kantor-kantornya didaerah, barangkali juga patut kita pikirkan lebih dalam lagi. Bukan hanya masalah kita akan kehilangan lagi bulu sayapnya, menurut istilah pak Ketut Wirya, tapi lebih jauh yang perlu kita pikirkan barangkali masalah kontrol intern (Sistem Pengendalian Intern/SPI) atas penerimaan itu sendiri. Bagaimana mungkin SPI bisa berjalan menadai, jika satu unit melakukan penerimaan, pencatatan, dan pelaporan atas suatu transaksi? Jelas ini menurut saya tidak bisa diterapkan. Bagaimana opini Pemeriksa (BPK) nanti atas transaksi tersebut, mungkinkah suatu transaksi yang ditangani oleh satu unit dari terjadinya transaksi sampai pelaporan datanya andal??? Dapat diyakini kebenarannya?? Masih saya kutip dari kajian Pak Ketut mengenai ketidak lancaran pelaksanaan MPN, bukan semata kesalahan KPPN, Mitra kerja KPPN yaitu Bank/Pos persepsi tidak punya empati untuk mentaati ketentuan yang berlaku karena segi pandang yang berbeda.... Sistem Aplikasi yang tidak mendukung terutama pada masing-masing bank/pos berjalan sendiri-sendiri. Barangkali disini perlu kita pikirkan kembali penerimaan negara yang dulu pernah kita jalankan yaitu dengan SISPEN, dimana semua bank/pos persepsi menggunakan sistem yang sama. (Kalau tidak salah dulu sistem penerimaan di bank/pos persepsi menggunakan aplikasi dari kita). Perlu kita pikirkan untuk mengkombinasikan SISPEN lama itu dengan MPN sekarang yang berjalan. Mungkin ini saja dari saya, maaf kalau ada yang kurang pas, kalau ada yang mau menambahkan, silahkan... Salam perbaikan untuk DJPBN --- In [email protected], yohan gaol <yohang...@...> wrote: > > > Mungkin teman-teman udah baca hasil kajian dari Bapak I Ketut Wirya Kakanwil > XX DJPBN Denpasar Tentang KPPN riwayatmu kini yang merupakan Tanggapan salah > satu peserta mengenai hasil Rapat Pimpinan Ditjen Perbendaharaan di Jakarta > tanggal 10 s.d. 13 Maret 2009. Mungkin bapak-bapak yang mengikuti Rapimtas > bisa memberikan opini-opini yang lain bagi pencerahan kita di milis ini. > Semoga apa yang dikhawatirkan pak KAKANWIL Denpasar tidak terjadi. > > Ada juga yang menyatakan "Ditjen Perbendaharaan adalah leader of treasury" > yang disampaikan oleh Pak sekditjen pada saat Bimbingan Teknis Jurnalistik > dan Manajemen Media Ditjen Perbendaharaan* Mungkin ada yang mengetahui Leader > of treasury itu seperti apa? > Mungkin masih banyak yang ingin kita pelajari tentang peran DJPBN yang ingin > dikembangkan oleh para pengambil keputusan di kantaor pusat yang belum sampai > kepada kita di daerah. > > semoga opini2 yang ada menambah khasanah pengetahuan kita.. > > > > > > Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan > mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! > http://id.messenger.yahoo.com/invite/ >

