Dear miliser,
Saya kira kita tidak usah terlalu merisaukan slogan tersebut. Kenyataanya 
memang sebagian besar perilaku korupsi di lingkungan kita sangat ditentukan 
oleh atmosfer sekeliling kita. Kita ndak usah munafik dan mengingkari bahwa 
kita pernah terjebak dalam atmosfer itu. Beruntung saya dan temen temen yang 
lolos seleksi percontohan dapat menikmati perubahan atmosfer terlebih dahulu. 
Dulu kita sangat susah untuk mengatakan tidak di tengah tengah derasnya hujan 
amplop. Niat perubahan mindset  langsung disikapi oleh sekeliling kita sebagai 
hal yang aneh, sok suci, sok moralis dan lain sebagainya. betapa himpitan 
samping, kanan, kiri, atas, membuat kita ikut terhanyut di dalamnya.

jadi menurut hemat saya, niat yang baik yang sudah ada dalam diri masing masing 
pribadi akan dapat diwujudkan jika atmosfer kita berubah. Ini bukan berarti 
kita menuntut orang lain (satker) untuk berubah lebih dulu. Tetapi hal yang 
utama adalah membulatkan tekad pribadi untuk berubah sehingga dukungan pihak 
luar dapat memacu perubahan mindset itu lebih cepat terwujud. Sungguh bersih 
itu memang jauh terasa lebih nyaman dan nikmat. Ketika memberi pelayanan dan 
ketika pulang ke rumah kepala kita dapat terjaga untuk tetap berdiri tegak. Dan 
kita tidak akan merasa malu lagi untuk mengakui : YA, SAYA PEGAWAI KPPN.


Salam Hangat dari Kendari
HaBeWe


--- In [email protected], "amirsyahya" <amirsya...@...> wrote:
>
> 
> Sehubungan dengan slogan "Jangan Beri!" di lingkungan kanwil Jakarta, saya 
> sempat mendengar percakapan dari seorang klien dengan pegawai yang intinya 
> sebelum adanya slogan tersebut sang klien kadang2 "memberi"-kan sekadar 
> gorengan, namun setelah adanya slogan tersebut klien tersebut jadi merasa 
> TAKUT untuk membawakan sesuatu bahkan untuk gorengan yang berharga Rp5.000,-. 
> Bahkan sekarang sang pegawai yang "MEMBERI" gorengan pada tamu/klien yang 
> datang:)
> 
> Hal positif yang bisa kita ambil dari adanya slogan dan pamflet ini adalah, 
> kita membiasakan adanya "budaya baru" yaitu tidak menyerempet bahaya yang 
> mungkin saja akan membuat kita terpeleset. Kan bisa saja dan siapa tahu..... 
> Hari ini gorengan, lain kali Pizza Hut, lain kali 

Kirim email ke