Pemberian dalam kaitan layanan yang dilakukan KPPN menurut saya bukan saja karena ingin mendapatkan "SESUATU" (layanan prima/ekstra/kecepatan) tapi bisa jadi karena mitra layanan (bendahara/satker) telah atau akan mendapatkan SESUATU/menikmati sesuatu yang salah satunya dari upaya KPPN dalam mencairkan anggaran.Intinya mereka ingin bagi-bagi dosa atau bagi-bagi tanggung jawab, ataupun bisa jadi istilah mereka sodakoh lah dll. Jadi menurut saya pemberian sesuatu bukan karena ingin sesuatu pelayanan lebih tapi bisa jadi karena ungkapan terima kasih akibat dari layanan si mitra mendapatkan sesuatu. Bingung dan ngga nyambung ya.. Saya sangat2 setuju sama Mas Amirsyahya bahwa sekecil apapun pemberian dan dengan motif apapun, harus dicegah dan diberantas, untuk menciptakan good governance dan layanan yang tanpa pamrih (ikhlas). Dulu2nya mungkin pemberian/ungkapan terima kasih dari hal yang kecil2, bisa jadi sekedar gorengan, tapi lama2 membesar dan si penerima menjadi ketagihan akhirnya jadi peminta-minta. Nah loo..
--- In [email protected], "amirsyahya" <amirsya...@...> wrote: > > Kalimat slogan atau poster "JANGAN BERI, MEMBERIKAN KAN UANG/BARANG PADA > PEGAWAI KPPN ADALAH PIDANA", saya kira 'seolah-olah' hanya menuntut orang > lain mencegah korupsi. Sedangkan 'kita' sebagai aparat sangat tergantung pada > 'prilaku' orang lain yang kita layani. Jika mereka memberi, bisa jadi kita > kan menerima (nau'dzubillah min dzalik) tak peduli itu adalah tindak pidana, > jika tidak diberi (kebetulan) selamatlah dari urusan pidana dst. > ................................................................ > Mungkin kita sering menonton acara reality show "TOLONG" yang seringkali > kejadiannya adalah seseorang mau "MEMBERI" karena mengetahui adanya kamera > tim tolong yang artinya jika "MEMBERI" maka akan mendapatkan "SESUATU". Ini > mungkin saja cermin dari budaya beberapa masyarakat dilingkungan kita. Apakah > benar demikian? Atau mungkin kita masuk ke golongan tersebut? Wallahu a'lam. > > Maju terus Reformasi Birokrasi,Jangan pernah berhenti apalagi mundur!! >

