Khilafah Islam: Smart Solution!

 

[Salim Shodiq. S; Pengajar tinggal di Cibadak, Sukabumi-Jawa Barat]

 

Pasca Perang Dunia II (1945) imperialisme fisik boleh dikatakan berakhir. 
Namun, imperialisme sesungguhnya hanya bermetamorfosis dari kolonialisme 
menjadi modernisasi dan globalisasi. Modernisasi dan globalisasi adalah jalan 
baru bagi imperialisme. 

Kenyataan menunjukkan, sejak kemerdekaan bangsa-bangsa dunia dan proses 
modernisasi (pembangunan) digulirkan, harapan modernisasi bisa menjadi solusi 
bagi kemajuan negara-negara Dunia Ketiga, termasuk Dunia Islam, hanya sekadar 
mimpi di siang bolong. Yang terjadi, Dunia Ketiga tetap miskin, terbelakang, 
termarjinalkan dan terus menjadi objek eksploitasi negara maju (kaum 
imperialis). Negara-negara industri yang jumlah penduduknya hanya 26% dari 
penduduk dunia ternyata menguasai lebih dari 78% produksi, 81% perdagangan 
dunia, 70% pupuk, dan 87% persenjataan dunia. Inilah fakta penjajahan yang tak 
terbantahkan. Demikian juga globalisasi yang menekankan pada privatisasi, anti 
intervensi negara dalam ekonomi pasar.

Globalisasi sebenarnya hanya kedok dalam upaya melanggengkan dominasi politik 
dan ekonomi di Dunia Islam. Globalisasi dipaksakan kepada negeri-negeri kaum 
Muslim malalui badan-badan dunia seperti WTO, IMF dan Bank Dunia. Pada 
faktanya, globalisasi hanya memberi kemakmuran bagi negara-negara imperialis 
dan semakin memiskinkan Dunia Islam. Menurut data UNDP tahun 1999, 20% orang 
terkaya dari penduduk dunia mengkonsumsi 86% barang dan jasa dunia. Sebaliknya, 
20% penduduk termiskin hanya mendapat 1% lebih sedikit barang dan jasa dunia. 
Inilah fakta ketidakadilan yang nyata. Lebih dari itu, globalisasi hakikatnya 
adalah upaya mengglobalkan imperialisme Barat untuk memperburuk keterpurukan 
Dunia Islam. Pemaksaan sekularisme dan turunannya agar diadopsi begitu saja 
menjadi way of life di Dunia Islam membuat umat Islam harus hidup dalam tatanan 
ekonomi kapitalistik, politik oportunistik, sikap beragama sinkretik, 
pendidikan materialistik, serta budaya westernistik dan hedonistik. Umat Islam 
secara sitematis semakin terjauhkan dari nilai-nilai Islam dan syariah Islam. 
Akibatnya, umat Islam kehilangan identitasnya sebagai umat terbaik di muka 
bumi. Pada akhirnya, upaya kebangkitan Dunia Islam akan semakin terlihat 
seperti utopia.

Berbagai upaya umat Islam untuk menghadang laju imperialisme telah dilakukan. 
Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan laju imperialisme dan 
keturpurukan Dunia Islam. Lalu bagaimanakah smart solution dari keterpurukan 
Dunia Islam saat ini? Allah Swt. memberikan kunci jawabannya: Kalian adalah 
umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia; menyerukan kemakrufan dan mencegah 
kemungkaran.  (QS Ali Imran [3]: 110). Khayr ummah (umat terbaik) adalah profil 
umat Islam masa depan, yang akan membawa  Dunia Islam bangkit dari 
keterpurukannya. 

Agar kita menjadi khayra ummah, kita harus menyadari maksud menyerukan 
kemakrufan dalam ayat di atas, yakni  bukan hanya sekadar menyerukan Islam 
sebagai agama ritual, spiritual dan moral saja. Namun, yang dimaksud adalah 
induk segala kemakrufan, yakni penerapan syariah Islam secara kâffah di juka 
bumi; juga penegakkan institusi yang akan melaksanakan, melindungi dan 
mendakwahkan kemakrufan itu ke seluruh dunia, yakni Khilafah Islam. Demikian 
pula mencegah kemungkaran bukan hanya sekadar mencegah dari induk segala 
kemungkaran, yakni kekufuran; tetapi juga menghancurkan institusi yang 
menjalankan, melindungi, dan mendakwahkan kekufuran itu sendiri, yang hanya 
bisa dilakukan oleh Khilafah Islamiyah. Wallâhu a'lam bi ash-shawâb.  ?

<<winmail.dat>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke