Bersarnya Dosa Riba 
<http://www.hizbut-tahrir.or.id/al-waie/index.php/2007/07/02/bersarnya-dosa-riba/>
 


 

«???????? ????????? ???????????? ??????? ??????????? ?????? ???? ???????? 
????????? ???????»

 

Riba itu memiliki 73 pintu. Yang paling ringan (dosanya) adalah seperti 
seseorang yang mengawini ibunya. (HR al-Hakim dan al-Baihaqi).

Al-Hakim meriwayatkan hadis di atas di dalam Al-Mustadrak dari Abu Bakar bin 
Ishaq dan Abu Bakar bin Balawaih; keduanya dari Muhammad bin Ghalib, dari Amru 
bin Ali dari Ibn Abi 'Adi, dari Syu'bah, dari Zaid dari Ibrahim, dari Masruq, 
dan dari Abdullah bin Mas'ud. Al-Hakim berkomentar, "Hadis ini sahih menurut 
syarat al-Bukhari dan Muslim, namun keduanya tidak mengeluarkannya." 

Al-Minawi menukil di dalam Faydh al-Qadîr, bahwa al-Hafizh al-'Iraqi berkata 
(tentang hadits di tas), "Sanadnya sahih." 

Adapun al-Baihaqi meriwayatkan hadis di atas di dalam Su'ab al-Imân dari Abu 
Abdillah al-Hafizh, dari Abu Bakar bin Ishaq, dari Muhammad bin Ghalib dari 
Amarah bin Ali, dari Ibn Abi Adi, dari Syu'bah, dari Zubaid dari Ibrahim, dari 
Masruq, dan dari Abdullah bin Mas'ud.

Hadis yang semakna juga diriwayatkan oleh Ibn al-Jarud dalam Al-Muntaqâ; Ibn 
Abi Syaibah dalam Mushannaf Ibn Abi Syaybah; Abd ar-Razaq dalam Mushannaf Abd 
ar-Razâq; Abu Nu'aim al-Ashbahani dalam Ma'rifah ash-Shahâbah; Ibn Abi Dunya di 
dalam Dzam al-Ghîbah wa an-Namîmah; dan yang lain.


Makna Hadis

Kata ar-ribâ maksudnya adalah itsm ar-ribâ (dosa riba). Menurut ath-Thayibi, 
penetapan makna tersebut merupakan keniscayaan agar sejalan dengan makna 
kalimat: aysaruhâ mitslu an yankiha.... 

Kata bâb[an] maknanya adalah hûban (dosa). Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa 
Nabi saw. bersabda:

«???????? ?????????? ??????? ??????????? ???? ???????? ????????? ???????»

Riba itu (ada) 70 dosa. Yang paling ringan adalah (seperti) seorang laki-laki 
yang menikahi ibunya sendiri (HR Ibn Majah, al-Baihaqi, Ibn Abi Syaibah dan Ibn 
Abi Dunya).

Kata hûb[an] artinya adalah al-itsm wa adz-dzunûb (dosa). Kata 73 itu-dalam 
riwayat lainnya dinyatakan 70, 72 dan 63-tidak menyatakan batasan jumlah 
tertentu, melainkan menunjukkan arti: banyak jenis dan tingkatannya. Karena 
iru, hadis di atas bisa dimaknai bahwa dosa riba banyak macam dan tingkatannya. 
Yang paling rendah adalah seperti dosa seseorang yang menzinai ibunya sendiri. 
Bahkan Abdullah bin Hanzhalah menuturkan, bahwa Rasulullah saw. pernah 
bersabda: 

«???????? ????? ?????????? ????????? ?????? ???????? ??????? ???? ??????? 
????????????? ???????? »

Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang laki-laki, sementara ia tahu, lebih 
berat (dosanya) daripada berzina dengan 36 pelacur (HR Ahmad dan ath-Thabrani).

Ibn Abbas juga menuturkan, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

«???????? ????? ??????? ????? ????? ???? ??????? ????????????? ????????. 
??????? : ???? ?????? ???????? ???? ????????? ?????????? ??????? ????»

Satu dirham riba (dosanya) kepada Allah lebih berat daripada 36 kali berzina 
dengan pelacur. (Ibn Abbas berkata) dan Beliau bersabda, "Siapa saja yang 
dagingnya tumbuh dari yang haram maka neraka lebih layak untuknya." (HR 
al-Baihaqi dan ath-Thabrani).

Asy-Syaukani, dalam Nayl al-Awthâr, berkata, Hal ini menunjukkan bahwa riba 
termasuk kemaksiatan yang paling berat. Sebabnya, kemaksiatan yang menandingi 
bahkan lebih berat daripada kemaksiatan zina, yang merupakan perbuatan yang 
sangat menjijikkan dan sangat keji, tidak diragukan lagi, bahwa kemaksitan riba 
itu melampaui batas-batas ketercelaan." 

Dengan demikian, tidak diragukan lagi bahwa riba termasuk kemaksiatan yang 
paling besar. Hal itu bisa dilihat dari: Pertama, orang yang mengambil riba 
merupakan penghuni neraka dan kekal di dalamnya (QS 2: 275). Kedua, 
meninggalkan (sisa) riba dinilai sebagai bukti keimanan seseorang (QS 2: 278). 
Ketiga, orang yang tetap mengambil riba diindikasikan sebagai seorang kaffâran 
atsîman; orang yang tetap dalam kekufuran dan selalu berbuat dosa (QS 2: 276). 
Keempat, orang yang tetap mengambil riba diancam akan diperangi oleh Allah dan 
Rasul-Nya (QS 2: 279). Kelima, dosa teringan memakan riba adalah seperti 
berzina dengan ibu sendiri; dan lebih berat daripada berzina dengan 36 pelacur.

Hadis di atas jelas mengisyaratkan bahwa riba akan menimbulkan kerusakan di 
masyarakat yang lebih besar daripada kerusakan akibat zina. Ini karena riba 
sejak dulu hingga kini merupakan alat perbudakan, penindasan, eksploitasi, 
pemerasan, penghisapan darah dan penjajahan. Semua itu bukan hanya terjadi pada 
tingkat individu, namun juga terjadi terhadap suatu bangsa, umat dan negara. 
Hal itu seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar (penjajah) kepada 
negara Dunia Ketiga. Melalui utang dengan sistem riba akhirnya kekayaan 
negara-negara Dunia Ketiga justru mengalir ke negara besar. Dengan utang itu 
pula, negara-negara Dunia Ketiga didekte dan dikendalikan demi kepentingan 
negara-negara besar itu. Apa yang terjadi akibat utang luar negeri terhadap 
negeri ini merupakan buktinya.

Jika riba telah tampak nyata di suatu kaum, maka kaum itu telah menghalalkan 
diturunkannya azab Allah kepada mereka. Ibn Abbas menuturkan bahwa Nabi saw. 
pernah bersabda:

«????? ?????? ???????? ?????????? ???? ???????? ? ?????? ?????????? 
?????????????? ??????? ?????»

Jika telah tampak nyata zina dan riba di suatu kampung maka sesungguhnya mereka 
telah menghalalkan sendiri (turunnya) azab Allah (kepada mereka) (Hr al-Hakim).

Lalu bagaimana dengan negeri kita ini? Na'ûdzu billâh min dzâlik. [Yahya 
Abdurrahman]

 
Regards
Daryono
 
Process Engineer
Process Engineering B (Machining)
PT. Astra Honda Motor
phone : 021-89981818 
ext : 8572 / 8574

<<winmail.dat>>

********************************************************
Mailing List FUPM-EJIP ~ Milistnya Pekerja Muslim dan DKM Di kawasan EJIP
********************************************************
Ingin berpartisipasi dalam da'wah Islam ? Kunjungi situs SAMARADA :
http://www.usahamulia.net

Untuk bergabung dalam Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]

Untuk keluar dari Milist ini kirim e-mail ke :
[EMAIL PROTECTED]
********************************************************

Kirim email ke