Pada Jumat, 23 September 2016 4:10, "'Chan CT' sa...@netvigator.com 
[nasional-list]" <nasional-l...@yahoogroups.com> menulis:
 

     Baguuuslah, ternyata masalah aktual yang dihadapi untuk menjernihkan 
hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar bisa mendapatkan tanggapan dari 
banyak kawan, ...! Terkadang memang agak sulit berdiskusi dengan sementara 
orang, khususnya mbak Tatiana yang TIDAK BERANI menggunakan otak sendiri untuk 
berpikir, maunya apa yang dikatakan Lenin secara tertulis bagaimana. Apa benar 
seperti dikatakan Fuwa Tetsiro, Ketua PKJepang itu, Lenin PERNAH memadukan 
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar? Satu kata Lenin juga tidak ada! Tandas 
Tatiana. Terus terang saja, saya sendiri tidak banyak membaca karya Lenin, 
semalam juga jadi ribet dimana saya harus mencari kata-kata Lenin sehubungan 
ekonomi pasar itu? Ternyata baru tahu pagi ini dari tanggapan beberapa kw, yang 
digunakan Lenin malah “Kapitalisme Negara” bukan ekonomi pasar! Sungguh 
menarik, di Tiongkok, Deng juga menggunakan sebutan ekonomi pasar, tidak 
meenggunakan “kapitalisme negara”.  Padahal pengertian saya selama ini, kalau 
sudah menyatakan “Kapitalisme Negara” itu berarti negara dikuasai kapitalisme! 
Bagaimana bisa tetap dikendalikan oleh diktatur Proletariat, 2 sistem yang 
bertolak belakang? Entah bagaimana sesungguhnya Lenin ketika itu menggunakan 
istilahnya. Barangkali ada kw yang bisa memberi pencerahan. Kalau gak salah 
ingat, bung Tjaniago pernah mengulas masalah ini, ya? Coba nanti saya aduk-aduk 
kumpulan email lama di GELORA45.   Lenin dengan berani menyebutkan “kapitalisme 
negara” masih dibawah diktatur proletariat, karena tali kendali ekonomi 
nasional tetap dipegang oleh NEGARA, dengan menggunakan BUMN-BUMN nya. Sedang 
Deng, menyatakan ekonomi sosialis mempunyai ekonomi pasar nya sendiri, dengan 
tetap mempertahankan keunggulan ekonomi sosialis dengan mengambil keunggulan 
ekonomi pasar! Membuag bagian-bagian ekonomi sosialis berencana yang terlalu 
tersentralisasi, artinya berikan kebebasan daerah juga ikut menentukan sendiri 
pengembangan ekonomi daerah sesuai kebutuhan dan kondisi konkritnya. Sedang 
ekonomi pasar juga dijalankan secara terbatas saja, tidak dibiarkan berkeembang 
liar apalagi menjadi neolibralisme! Dan kenyataan yang dijalan RRT, tali 
kendali ekonomi nasional TETAP dipegak erat-erat oleh NEGARA! Tidak bedanya 
dengan pemikiran Lenin. Jadi, nampak jelas, yang SALAH adalah Stalin, yang kata 
Fuwa Tetsiro, setelah 5 tahun Lenin meninggal, keputusan Lenin NEP nya itu 
dicabut, membatalkan meneruskan “kepitalisme negara” dibawah diktatur 
propletariat! Dan itulah yang kemudian juga diikuti oleh Mao setelah tahun 1956 
di Tiongkok. Jadi ikutan SALAH! TENTU, menyatakan Stalin dan Mao salah dalam 
hal membabat kapitalis, jangan kebablasan menjadi menghujat bahkan menegasi 
jasa-jasanya yang luar biasa besarnya bagi RAKYAT Rusia dan RAKYAT Tiongkok! 
Begitu sikap Deng terhadap kesalahan Mao dan dengan TEGAS menyalahkan sikap 
Krushchove yang menghujat Stalin dan anti-Stalin! Begitu juga dengan Deng 
membubarkan komune rakyat ditahun 1980 itu, dia tidak anti-komune rakyat secara 
prinsip. Tidak! Yang disalahkan, dilaksanakan terlalu cepat, karena KESADARAN 
petani di TIongkok belum sampai kekesadaran sepenuhnya kerja kolektif, usaha 
meningkatkan KESADARAN rakyat itu TIDAK bisa dipaksakan apalagi gunakan 
KEKERASAN! Harus dilakukan dengan SABAR melalui proses kehidupan dan kerja yang 
cukup panjang, agar mereka sendiri mencapai kekesadaran KERJA KOLEKTIF sebagai 
KEHARUSAN! Itulah yang saya perhatikan mengapa desa Xiao Gang yang dipilih dan 
diangkat menjadi model desa reformasi yang BERHASIL, merubah desa miskin 
terbelakang menjadi desa yang maju sekarang ini. Karena desa Xiao Gang itulah 
yang menempuh jalan wajar sebagaimana proses kesadaran PETANI yang terjadi. 
Setelah hak-guna tanah diserahkan kembali pada setiap keluarga petani, kembali 
terjadi kerja petani secara individual, sendiri-sendiri yang ternyata sulit 
untuk berkembang. Muncullah 18 petani bertekad mensukseskan produksi 
pertaniannya, menyatukan diri bekerjasama, dan kemudian membentuk koperasi 
kerja dan kemudian ditingkatkan menjadi koperasi tingkat tinggi, yang mengolah 
kebutuhan dan kepentingan warga desa Xiao Gang. Kalau diperhatikan lebih 
lanjut, sekalipun belum menyebutkan diri komune rakyat, hakekat 
koperasi-tingkat tinggi di Xiao Gang itu ya sudah komune rakyat! Mengapa? 
Karena hak-guna tanah yang semula dibagikan pada petani itu, semua sudah 
tergabung kembali dalam SAHAM koperasi yang mereka bentuk, dan pembagian 
pekerjaan juga dilakukan oleh barisan produksi yang mereka tentukan sendiri.    
From: mailto:GELORA45@yahoogroups.com Sent: Friday, September 23, 2016 3:40 
AMTo: yahoogroups Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program 
Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)    Saya rubah sedikit 
highlight anda utk meliputi "Large businesses would still be nationalized" 
disini terlihat ekonomi pasar yg dimaksud Lenin itu pada level UKM yg 
dijalankan masyarakat kebanyakan bukannya ekonomi pasar yg dijalankan 
perusahaan2 besar, atau dalam istilah Indonesia mungkin mirip2 dgn istilah 
ekonomi kerakyatan walaupun tidak sepenuhnya sama. Kita juga bisa lihat 
penekanan Lenin pada State Capitalism yg disebut beliau sebagai aspek penting 
yg prinsipal "The state capitalism, which is one of the principal aspects of 
the New Economic Policy...". Pengertian ekonomi pasar Lenin ini adalah jauh 
berbeda dgn pemahaman ekonomi pasar bung Chan yg diterapkan di Tiongkok yg 
lebih cenderung kearah ekonomi pasar-nya capital imperialist. "As stated by 
Lenin, “economically and politically speaking the New Economic Policy 
completely ensures to us the possibility of building the foundation of a 
socialist economy.” It was meant to be based off of the existence of 
capitalism. Basically it would be a combination of the capitalist economy and 
the communist politics. Large businesses would still be nationalized, in order 
to ensure that the “petty bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would 
not gain too much power over or get in the way of the growing Socialist 
society. Lenin believed that capitalism would lead to Imperialism, which is the 
entity which they had only just eliminated."
 ---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :

Jelas ente gak ngerti NEP nya lenin. Baca dulu sebelum sesumbar!Bagi ane: NEP 
itu resep Lenin untuk menanggulangi masalah ekonomi setelah revolusi. Karena 
ingin mempertahankan politik sosialismenya, ekonominya “dibebaskan” 
kepasar.Lenin yang anti imperialism dan takut kapitalisme itu menjadi 
imperialism (ini salah satu ide utamanya lenin bahwa imperialism is the highest 
stake of capitalism. Ini juga ide bung Karno dan para pemimpin negara2 dunia 
setelah PD2).NEP itu adalah cara memanipulasi kapitalisme utk meyakinkan bahwa 
capital itu adalah hasil dari labor, sehingga imperialism tidak bisa masuk 
infiltrasi dan menang/berkuasa. As stated by Lenin, “economically and 
politically speaking the New Economic Policy completely ensures to us the 
possibility of building the foundation of a socialist economy.” It was meant to 
be based off of the existence of capitalism. Basically it would be a 
combination of the capitalist economy and the communist politics. Large 
businesses would still be nationalized, in order to ensure that the “petty 
bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would not gain too much power 
over or get in the way of the growing Socialist society. Lenin believed that 
capitalism would lead to Imperialism, which is the entity which they had only 
just eliminated.  From: GELORA45@yahoogroups.com 
[mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 11:17 AM
To: yahoogroups <gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)  Masyaallah! masak uraian Lenin tentang 
State Capitalism dianggap sebagai bukti Lenin memadukan ekonomi sosialis dan 
ekonomi pasar.   ---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :

Lenin wrote:State capitalism would be a step forward as compared with the 
present state of affairs in our Soviet Republic. If in approximately six 
months’ time state capitalism became established in our Republic, this would be 
a great success and a sure guarantee that within a year socialism will have 
gained a permanently firm hold and will have become invincible in this 
country.Source: http://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/21.htm - 
this writing also has much more on state capitalism. Lenin wrote:The state 
capitalism, which is one of the principal aspects of the New Economic Policy, 
is, under Soviet power, a form of capitalism that is deliberately permitted and 
restricted by the working class. Our state capitalism differs essentially from 
the state capitalism in countries that have bourgeois governments in that the 
state with us is represented not by the bourgeoisie, but by the proletariat, 
who has succeeded in winning the full confidence of the peasantry.
Unfortunately, the introduction of state capitalism with us is not proceeding 
as quickly as we would like it. For example, so far we have not had a single 
important concession, and without foreign capital to help develop our economy, 
the latter’s quick rehabilitation is inconceivable.Source: 
https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1922/nov/14b.htm  From: 
GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 10:26 AM
To: Chan CT <sadar@...>; Lusi D. <lusi_d@...>; GELORA45@yahoogroups.com
Cc: temu_er...@yahoogroups.com; Daeng <menakjinggo@...>; Mitri 
<scorpio2001id@...>; Mang Broto <alimoerti@...>; Roeslan <roeslan12@...>; 
Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@...>; Ronggo A. <ronggo303@...>; Lingkar 
Sitompul <lingkarsitompul@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>; Hsin Hui 
Lin <ehhlin@...>; Wuting301 <wuting301@...>; Marsiswo Dirgantoro 
<mdirgantoro@...>
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)  Mengatakan  Lenin yang mengajukan "teori 
memadukan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar", tapi tak ada satu kalimatpun 
dari Lenin yang menunjukkan atau mengekspresikan ide atau teori itu. Sekali 
lagi kalau orang jujur berdebat dan memang mau mencari kebenaran, paling 
sedikit ajukan kata-kata lenin atau praktek Lenin dimana orang bisa dapat bukti 
akan teori itu. Semuanya abstrak!! Gimana orang akan bisa lihat "kebenaran" 
teori itu kalau tidak diperlihatkan kapan dan di mana Lenin mengajukan pemaduan 
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar??? Sebaliknya, penelitian orang tentang NEP 
yang saya ajukan berdasarkan kepada kata-kata dan instruksi Lenin sendiri. Ada 
tulisannya yang bisa dicek.  On Thursday, September 22, 2016 3:17 PM, Chan CT 
<sadar@...> wrote: Ada baiknya kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK 
Jepang, Fuwa Tetsuro itu 
menjelaskan:http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf  
-----原始郵件-----From: Lusi D.Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PMTo: Chan 
CT ; GELORA45@yahoogroups.comCc: Tatiana Lukman ; temu_er...@yahoogroups.com ; 
GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; 
Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Wuting301 ; 
Marsiswo DirgantoroSubject: Re: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Re: Program Anti 
KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Ikut nimbrung sedikit. Bung Chan 
bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian "memadukan ekonomisosialis dan 
ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang dikatakan ekonomisosialis dan apa yang 
dimaksudkan dengan ekonomi pasar, sesuaipengertian yang bung terima dari 
penjelasan Fuwa Tetsuro itu? Saya kutip alinea yang saya maksud sbb.: "> 
Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...> Tapi, anda 
tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa> Tetsuro, bahwa Lenin lah 
orang komunis pertama didunia ini yang> meneliti hubungan ekonomi sosialis dan 
ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa> Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak 
memfitnah bahwa Lenin telah> membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi 
sosialis dan> ekonomi-pasar itu!"? SalamLusi.-     Am Thu, 22 Sep 2016 16:26:48 
+0800schrieb "Chan CT" <sadar@...>: > Hahahaa, ... rupanya saya sedang 
berhadapan dengan seorang radikalis> yang udah gak ketolongan lagi! Bagaikan 
binatang jalang meraung-raung> dalam sekarat, gunakan berbagai jurus menyerang 
PKT dan berusaha> membusukkan dengan segala berita/tulisan tanpa peduli lagi 
darimana> sumbernya! Sungguh heibat penyataan, peduli amat dari Falungong,> 
pokoknya bisa digunakan untuk menyerang dan menjelekkan PKT!>  > Tanpa disadari 
lagi, dimana PENDIRIAN anda kalau begitu? Atau memang> begitu ekstrimnya anda 
jadi tidak lagi peduli ternyata sejalan dengan> Falungong, begundanya AS itu 
untuk menghujat PKT? Sampai-sampai> begitu senangnya seperti mendapatkan 
“SENJATA” ampuh menembak saya> sampai KO, tidak berkutik lagi? Padahal saya 
tetap saja duduk tenang> dibelakang meja computer, lari pun tidak. Hehehee, 
...>  > Begitu PERCAYAnya apa yang dinyatakan Falungong “deMaoisasi” seperti> 
itulah kenyataan yang ada. Padahal itu FITNAH yang sama sekali tidak> berdasar! 
Tanpa berani melihat KESALAHAN dari praktek nyata yang> telah terjadi, ... 
bahwa Lenin, Stalin dan Mao betapapun genius yang> harus kita akui, tetap 
adalah MANUSIA normal saja yang bisa berbuat> KESALAHAN! Bukan DEWA-DEWA yang 
tidak mungkin berbuat kesalahan. Dan,> pada saat mengkritik kesalahan tertentu, 
jangan diangkat menjadi> menegasi semua ajarannya bahkan menjadi anti Lenin, 
anti Mao!>  > Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, 
...> Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa> Tetsuro, 
bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang> meneliti hubungan 
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa> Tetsuro, sekalipun anda 
tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah> membuat kesimpulan keharusan 
memadukan ekonomi sosialis dan> ekonomi-pasar itu!>  > Tapi ngomong-ngomong, 
... mbak Tatiana, sekarang ini didunia hanya> Korea Utara saja yang tidak REMO, 
ya? Lalu bagaimana melihat video> kehebatan Kim Jung Un dikerumuni 
perempuan-perempuan Korea begitu,> bagaimana perasaan anda sebagai perempuan 
melihat video itu???> Begitukah seorang Marxis sesungguhnya didunia ini? Kalau 
begitu,> biarlah saya dibilang remo saja, ketimbang dibilang Marxis modelnya> 
kayak Kim Jung Un itu! Hahahaa, ...>  > Salam,> ChanCT>  >  >  > From: 
mailto:GELORA45@yahoogroups.com> Sent: Wednesday, September 21, 2016 10:07 PM> 
To: temu_er...@yahoogroups.com ; GELORA_In> Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; 
Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ;> Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ; 
Jonathan Goeij ; Hsin Hui> Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro Subject: 
[GELORA45] Re:> [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus 
Berjalan> Bareng (1)>  >  >  > Ha....ha....ha.. Udah kepojok, KO, nggak 
berkutik,  picek lagi dan> terus ngotot berpikir pakai dengkul!!!Falungong kek, 
falingging kek,> emangnya gue pikirin!! Yang jelas "demaoisasi" tidak ada 
hubungannya> dengan falunggong atau falingging...."demaoisasi" adalah  bukti 
dari> pengkhianatan terhadap Mao dan Fikirannya yang selalu anda coba> 
sembunyikan!!!! Ah, ini mah cuma bukti yang sangat kecil sekali yang> 
menguatkan seluruh argumentasi yang saya ajukan sejak perdebatan yang> dimulai 
tiga tahun yang lalu. Bukti ilmiah sudah diberikan oleh> penelitian /research 
para profesor dan sejarawan seperti Wertheim,> Pao yuching, Mo Bogao, Dong 
Pinghan, Maurice Meisner, Ming Qili, W.> Huttington, Hongsheng Jiang, Joseph 
Ball, Joel Andreas, dan oleh MAO> TSEDONG sendiri yang sudah sejak awal 
mengingatkan akan BAHAYA> restorasi kapitalis oleh kaum revisionis yang 
dikepalai oleh> ¨¨Chrushchov Tiongkok yang tidur di samping kita¨¨¨¨!!! Itulah 
canang> yang dikeluarkan Mao ketika RBKP. Bagi Chan, semua para peneliti yang> 
saya sebut di atas adalah orang-orang penganggur dan hanya> iseng-iseng saja 
bikin research!!! Oooo, jelas wong Chan itu seorang> genius yang sudah bikin 
teori baru untuk mengukur negeri yang gimana> yang bisa dibilang SOSIALIS !!! 
TAK PEDULI APA MODE OF> PRODUCTIONNYA!!!Sedangkan referensi ( sampai sekarang 
SATU-SATUNYA> referensi) yang digunakan Chan adalah kata-katanya pemimpin 
Partai> Komunis  Jepang revisionis!!!! Ha...ha...ya nggak heran apa yang ada> 
dikepalanya orang-orang REMO, sejak Berstein sampai Khrustjov, Liu> shaoqi,  
Deng, dan murid kerdilnya Chan!!!!>  >  >  > On Wednesday, September 21, 2016 
3:37 PM, "'Chan CT'> SADAR@... [temu_eropa]" <temu_er...@yahoogroups.com> 
wrote:>  >  >  >  >  > Inilah orang-orang penganggur yang keisengan menggunakan 
tulisan> kelompok Falungong sebagai dasar pemikiran untuk menyerang PKT!>  >  > 
From: Tatiana Lukman> Sent: Wednesday, September 21, 2016 8:06 PM> To: 
yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD> Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Marsiswo 
Dirgantoro ; Roeslan ;  #yiv7137775702 #yiv7137775702 -- #yiv7137775702ygrp-mkp 
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 
10px;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mkp hr {border:1px solid 
#d8d8d8;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mkp #yiv7137775702hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mkp #yiv7137775702ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mkp .yiv7137775702ad 
{padding:0 0;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mkp .yiv7137775702ad p 
{margin:0;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mkp .yiv7137775702ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-sponsor 
#yiv7137775702ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-sponsor #yiv7137775702ygrp-lc #yiv7137775702hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-sponsor #yiv7137775702ygrp-lc .yiv7137775702ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv7137775702 #yiv7137775702actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv7137775702
 #yiv7137775702activity span {font-weight:700;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv7137775702 #yiv7137775702activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv7137775702 #yiv7137775702activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv7137775702 #yiv7137775702activity span 
.yiv7137775702underline {text-decoration:underline;}#yiv7137775702 
.yiv7137775702attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv7137775702 .yiv7137775702attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv7137775702 .yiv7137775702attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv7137775702 .yiv7137775702attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv7137775702 .yiv7137775702attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv7137775702 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv7137775702 .yiv7137775702bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv7137775702 
.yiv7137775702bold a {text-decoration:none;}#yiv7137775702 dd.yiv7137775702last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7137775702 dd.yiv7137775702last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv7137775702 
dd.yiv7137775702last p span.yiv7137775702yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv7137775702 div.yiv7137775702attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv7137775702 div.yiv7137775702attach-table 
{width:400px;}#yiv7137775702 div.yiv7137775702file-title a, #yiv7137775702 
div.yiv7137775702file-title a:active, #yiv7137775702 
div.yiv7137775702file-title a:hover, #yiv7137775702 div.yiv7137775702file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv7137775702 div.yiv7137775702photo-title a, 
#yiv7137775702 div.yiv7137775702photo-title a:active, #yiv7137775702 
div.yiv7137775702photo-title a:hover, #yiv7137775702 
div.yiv7137775702photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv7137775702 
div#yiv7137775702ygrp-mlmsg #yiv7137775702ygrp-msg p a 
span.yiv7137775702yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv7137775702 
.yiv7137775702green {color:#628c2a;}#yiv7137775702 .yiv7137775702MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv7137775702 o {font-size:0;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702photos div {float:left;width:72px;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv7137775702
 #yiv7137775702reco-category {font-size:77%;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702reco-desc {font-size:77%;}#yiv7137775702 .yiv7137775702replbq 
{margin:4px;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-mlmsg select, #yiv7137775702 input, #yiv7137775702 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-mlmsg pre, #yiv7137775702 code {font:115% 
monospace;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-mlmsg #yiv7137775702logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-msg 
p#yiv7137775702attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-reco #yiv7137775702reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-sponsor 
#yiv7137775702ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-sponsor #yiv7137775702ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-sponsor #yiv7137775702ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv7137775702 #yiv7137775702ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv7137775702 
#yiv7137775702ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv7137775702 

   

Kirim email ke