Jelas ente gak ngerti NEP nya lenin. Baca dulu sebelum sesumbar!Bagi ane: NEP
itu resep Lenin untuk menanggulangi masalah ekonomi setelah revolusi. Karena
ingin mempertahankan politik sosialismenya, ekonominya “dibebaskan”
kepasar.Lenin yang anti imperialism dan takut kapitalisme itu menjadi
imperialism (ini salah satu ide utamanya lenin bahwa imperialism is the highest
stake of capitalism. Ini juga ide bung Karno dan para pemimpin negara2 dunia
setelah PD2).NEP itu adalah cara memanipulasi kapitalisme utk meyakinkan bahwa
capital itu adalah hasil dari labor, sehingga imperialism tidak bisa masuk
infiltrasi dan menang/berkuasa. As stated by Lenin, “economically and
politically speaking the New Economic Policy completely ensures to us the
possibility of building the foundation of a socialist economy.” It was meant to
be based off of the existence of capitalism. Basically it would be a
combination of the capitalist economy and the communist politics. Large
businesses would still be nationalized, in order to ensure that the “petty
bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would not gain too much power
over or get in the way of the growing Socialist society. Lenin believed that
capitalism would lead to Imperialism, which is the entity which they had only
just eliminated. Betul sekali kata-kata Lenin yangNesare tekankan: acombination
of the capitalist economy and the communist politics…..Artinya kombinasi
ekonomi kapitalis dengan politik komunis… Jadi bukan kombinasi ekonomi
kapitalis dengan ekonomisosialis!!! Dengan dimasukkannyamekanisme kapitalis ke
dalam ekonomi Soviet ketika itu, terjadi persaingan sengit antara
elemen-elemenkapitalis dengan elemen-elemen sosialis!!! Maka itu Lenin
menganggapbahwa penerapan NEP juga merupakan sebuah “ujian” bagi kaum komunis,
bisa tidakmereka menciptakan dan menjalankan mekanisme sosialis untuk mengatasi
mekanismekapitalis itu. Simak sendiri kata-kata Lenin:
“Permit me to say this to you without exaggeration, because in thisrespects it
is really “the last and decisive battle”, not against international
capitalism—against that weshall yet have many “last and decisive battles”—but
against Russian capitalism, against the capitalismthat is fostered by the
latter. Here we shall have a fight on our hands in theimmediate future, and the
date of it cannot be fixed exactly. Here the “lastand decisive battle” is
impending; here there are no political or any otherflanking movements that we
can undertake, because this is a test in competitionwith private capital.
Either we pass this test in competition with privatecapital, or we fail
completely. “
Dalam hubungannya dengan reformkapitalis Deng, siapa yang bisa menunjukkan dan
membuktikan adanya dandijalankannya “communist politics” oleh para pemimpin PKT
ketika mereka mulaimembongkar struktur sosialis yang dibangun Mao dan
merestorasi kapitalisme.Mengerti kan yang saya maksud dengan ” politik
komunis”? Misalnya, adakah solidaritas RRT dan PKT denganperjuangan rakyat
sedunia melawan Imperialisme? Apakah masuk WTO, G20merupakan politik komunis?
Mengusir orang-orang PKI dan komunis negeri lainjuga politik komunis? Uuuh,
panjang sekali deretan yang dapat saya tampilkanuntuk memperlihatkan betapa
reaksionernya dan besarnya pengkhianatan RRT danPKT terhadap perjuangan rakyat
sedunia!!!
On Friday, September 23, 2016 4:09 AM, Chan CT <[email protected]> wrote:
Baguuuslah, ternyata masalah aktual yang dihadapi untuk menjernihkan hubungan
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar bisa mendapatkan tanggapan dari banyak
kawan, ...! Terkadang memang agak sulit berdiskusi dengan sementara orang,
khususnya mbak Tatiana yang TIDAK BERANI menggunakan otak sendiri untuk
berpikir, maunya apa yang dikatakan Lenin secara tertulis bagaimana. Apa benar
seperti dikatakan Fuwa Tetsiro, Ketua PKJepang itu, Lenin PERNAH memadukan
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar? Satu kata Lenin juga tidak ada! Tandas
Tatiana. Terus terang saja, saya sendiri tidak banyak membaca karya Lenin,
semalam juga jadi ribet dimana saya harus mencari kata-kata Lenin sehubungan
ekonomi pasar itu? Ternyata baru tahu pagi ini dari tanggapan beberapa kw, yang
digunakan Lenin malah “Kapitalisme Negara” bukan ekonomi pasar! Sungguh
menarik, di Tiongkok, Deng juga menggunakan sebutan ekonomi pasar, tidak
meenggunakan “kapitalisme negara”. Padahal pengertian saya selama ini, kalau
sudah menyatakan “Kapitalisme Negara” itu berarti negara dikuasai kapitalisme!
Bagaimana bisa tetap dikendalikan oleh diktatur Proletariat, 2 sistem yang
bertolak belakang? Entah bagaimana sesungguhnya Lenin ketika itu menggunakan
istilahnya. Barangkali ada kw yang bisa memberi pencerahan. Kalau gak salah
ingat, bung Tjaniago pernah mengulas masalah ini, ya? Coba nanti saya aduk-aduk
kumpulan email lama di GELORA45. Lenin dengan berani menyebutkan “kapitalisme
negara” masih dibawah diktatur proletariat, karena tali kendali ekonomi
nasional tetap dipegang oleh NEGARA, dengan menggunakan BUMN-BUMN nya. Sedang
Deng, menyatakan ekonomi sosialis mempunyai ekonomi pasar nya sendiri, dengan
tetap mempertahankan keunggulan ekonomi sosialis dengan mengambil keunggulan
ekonomi pasar! Membuag bagian-bagian ekonomi sosialis berencana yang terlalu
tersentralisasi, artinya berikan kebebasan daerah juga ikut menentukan sendiri
pengembangan ekonomi daerah sesuai kebutuhan dan kondisi konkritnya. Sedang
ekonomi pasar juga dijalankan secara terbatas saja, tidak dibiarkan berkeembang
liar apalagi menjadi neolibralisme! Dan kenyataan yang dijalan RRT, tali
kendali ekonomi nasional TETAP dipegak erat-erat oleh NEGARA! Tidak bedanya
dengan pemikiran Lenin. Jadi, nampak jelas, yang SALAH adalah Stalin, yang kata
Fuwa Tetsiro, setelah 5 tahun Lenin meninggal, keputusan Lenin NEP nya itu
dicabut, membatalkan meneruskan “kepitalisme negara” dibawah diktatur
propletariat! Dan itulah yang kemudian juga diikuti oleh Mao setelah tahun 1956
di Tiongkok. Jadi ikutan SALAH! TENTU, menyatakan Stalin dan Mao salah dalam
hal membabat kapitalis, jangan kebablasan menjadi menghujat bahkan menegasi
jasa-jasanya yang luar biasa besarnya bagi RAKYAT Rusia dan RAKYAT Tiongkok!
Begitu sikap Deng terhadap kesalahan Mao dan dengan TEGAS menyalahkan sikap
Krushchove yang menghujat Stalin dan anti-Stalin! Begitu juga dengan Deng
membubarkan komune rakyat ditahun 1980 itu, dia tidak anti-komune rakyat secara
prinsip. Tidak! Yang disalahkan, dilaksanakan terlalu cepat, karena KESADARAN
petani di TIongkok belum sampai kekesadaran sepenuhnya kerja kolektif, usaha
meningkatkan KESADARAN rakyat itu TIDAK bisa dipaksakan apalagi gunakan
KEKERASAN! Harus dilakukan dengan SABAR melalui proses kehidupan dan kerja yang
cukup panjang, agar mereka sendiri mencapai kekesadaran KERJA KOLEKTIF sebagai
KEHARUSAN! Itulah yang saya perhatikan mengapa desa Xiao Gang yang dipilih dan
diangkat menjadi model desa reformasi yang BERHASIL, merubah desa miskin
terbelakang menjadi desa yang maju sekarang ini. Karena desa Xiao Gang itulah
yang menempuh jalan wajar sebagaimana proses kesadaran PETANI yang terjadi.
Setelah hak-guna tanah diserahkan kembali pada setiap keluarga petani, kembali
terjadi kerja petani secara individual, sendiri-sendiri yang ternyata sulit
untuk berkembang. Muncullah 18 petani bertekad mensukseskan produksi
pertaniannya, menyatukan diri bekerjasama, dan kemudian membentuk koperasi
kerja dan kemudian ditingkatkan menjadi koperasi tingkat tinggi, yang mengolah
kebutuhan dan kepentingan warga desa Xiao Gang. Kalau diperhatikan lebih
lanjut, sekalipun belum menyebutkan diri komune rakyat, hakekat
koperasi-tingkat tinggi di Xiao Gang itu ya sudah komune rakyat! Mengapa?
Karena hak-guna tanah yang semula dibagikan pada petani itu, semua sudah
tergabung kembali dalam SAHAM koperasi yang mereka bentuk, dan pembagian
pekerjaan juga dilakukan oleh barisan produksi yang mereka tentukan sendiri.
From: mailto:[email protected] Sent: Friday, September 23, 2016 3:40
AMTo: yahoogroups Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program
Anti KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Saya rubah sedikit
highlight anda utk meliputi "Large businesses would still be nationalized"
disini terlihat ekonomi pasar yg dimaksud Lenin itu pada level UKM yg
dijalankan masyarakat kebanyakan bukannya ekonomi pasar yg dijalankan
perusahaan2 besar, atau dalam istilah Indonesia mungkin mirip2 dgn istilah
ekonomi kerakyatan walaupun tidak sepenuhnya sama. Kita juga bisa lihat
penekanan Lenin pada State Capitalism yg disebut beliau sebagai aspek penting
yg prinsipal "The state capitalism, which is one of the principal aspects of
the New Economic Policy...". Pengertian ekonomi pasar Lenin ini adalah jauh
berbeda dgn pemahaman ekonomi pasar bung Chan yg diterapkan di Tiongkok yg
lebih cenderung kearah ekonomi pasar-nya capital imperialist. "As stated by
Lenin, “economically and politically speaking the New Economic Policy
completely ensures to us the possibility of building the foundation of a
socialist economy.” It was meant to be based off of the existence of
capitalism. Basically it would be a combination of the capitalist economy and
the communist politics. Large businesses would still be nationalized, in order
to ensure that the “petty bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would
not gain too much power over or get in the way of the growing Socialist
society. Lenin believed that capitalism would lead to Imperialism, which is the
entity which they had only just eliminated."
---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Jelas ente gak ngerti NEP nya lenin. Baca dulu sebelum sesumbar!Bagi ane: NEP
itu resep Lenin untuk menanggulangi masalah ekonomi setelah revolusi. Karena
ingin mempertahankan politik sosialismenya, ekonominya “dibebaskan”
kepasar.Lenin yang anti imperialism dan takut kapitalisme itu menjadi
imperialism (ini salah satu ide utamanya lenin bahwa imperialism is the highest
stake of capitalism. Ini juga ide bung Karno dan para pemimpin negara2 dunia
setelah PD2).NEP itu adalah cara memanipulasi kapitalisme utk meyakinkan bahwa
capital itu adalah hasil dari labor, sehingga imperialism tidak bisa masuk
infiltrasi dan menang/berkuasa. As stated by Lenin, “economically and
politically speaking the New Economic Policy completely ensures to us the
possibility of building the foundation of a socialist economy.” It was meant to
be based off of the existence of capitalism. Basically it would be a
combination of the capitalist economy and the communist politics. Large
businesses would still be nationalized, in order to ensure that the “petty
bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would not gain too much power
over or get in the way of the growing Socialist society. Lenin believed that
capitalism would lead to Imperialism, which is the entity which they had only
just eliminated. From: [email protected]
[mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, September 22, 2016 11:17 AM
To: yahoogroups <[email protected]>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Masyaallah! masak uraian Lenin tentang
State Capitalism dianggap sebagai bukti Lenin memadukan ekonomi sosialis dan
ekonomi pasar. ---In [email protected], <nesare1@...> wrote :
Lenin wrote:State capitalism would be a step forward as compared with the
present state of affairs in our Soviet Republic. If in approximately six
months’ time state capitalism became established in our Republic, this would be
a great success and a sure guarantee that within a year socialism will have
gained a permanently firm hold and will have become invincible in this
country.Source: http://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/21.htm -
this writing also has much more on state capitalism. Lenin wrote:The state
capitalism, which is one of the principal aspects of the New Economic Policy,
is, under Soviet power, a form of capitalism that is deliberately permitted and
restricted by the working class. Our state capitalism differs essentially from
the state capitalism in countries that have bourgeois governments in that the
state with us is represented not by the bourgeoisie, but by the proletariat,
who has succeeded in winning the full confidence of the peasantry.
Unfortunately, the introduction of state capitalism with us is not proceeding
as quickly as we would like it. For example, so far we have not had a single
important concession, and without foreign capital to help develop our economy,
the latter’s quick rehabilitation is inconceivable.Source:
https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1922/nov/14b.htm From:
[email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, September 22, 2016 10:26 AM
To: Chan CT <sadar@...>; Lusi D. <lusi_d@...>; [email protected]
Cc: [email protected]; Daeng <menakjinggo@...>; Mitri
<scorpio2001id@...>; Mang Broto <alimoerti@...>; Roeslan <roeslan12@...>;
Rachmat Hadi-Soetjipto <nc-hadisora@...>; Ronggo A. <ronggo303@...>; Lingkar
Sitompul <lingkarsitompul@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@...>; Hsin Hui
Lin <ehhlin@...>; Wuting301 <wuting301@...>; Marsiswo Dirgantoro
<mdirgantoro@...>
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Mengatakan Lenin yang mengajukan "teori
memadukan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar", tapi tak ada satu kalimatpun
dari Lenin yang menunjukkan atau mengekspresikan ide atau teori itu. Sekali
lagi kalau orang jujur berdebat dan memang mau mencari kebenaran, paling
sedikit ajukan kata-kata lenin atau praktek Lenin dimana orang bisa dapat bukti
akan teori itu. Semuanya abstrak!! Gimana orang akan bisa lihat "kebenaran"
teori itu kalau tidak diperlihatkan kapan dan di mana Lenin mengajukan pemaduan
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar??? Sebaliknya, penelitian orang tentang NEP
yang saya ajukan berdasarkan kepada kata-kata dan instruksi Lenin sendiri. Ada
tulisannya yang bisa dicek. On Thursday, September 22, 2016 3:17 PM, Chan CT
<sadar@...> wrote: Ada baiknya kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK
Jepang, Fuwa Tetsuro itu
menjelaskan:http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf
-----原始郵件-----From: Lusi D.Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PMTo: Chan
CT ; [email protected]: Tatiana Lukman ; [email protected] ;
GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ;
Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Jonathan Goeij ; Hsin Hui Lin ; Wuting301 ;
Marsiswo DirgantoroSubject: Re: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Re: Program Anti
KKN dan Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1) Ikut nimbrung sedikit. Bung Chan
bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian "memadukan ekonomisosialis dan
ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang dikatakan ekonomisosialis dan apa yang
dimaksudkan dengan ekonomi pasar, sesuaipengertian yang bung terima dari
penjelasan Fuwa Tetsuro itu? Saya kutip alinea yang saya maksud sbb.: ">
Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...> Tapi, anda
tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa> Tetsuro, bahwa Lenin lah
orang komunis pertama didunia ini yang> meneliti hubungan ekonomi sosialis dan
ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa> Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak
memfitnah bahwa Lenin telah> membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi
sosialis dan> ekonomi-pasar itu!"? SalamLusi.- Am Thu, 22 Sep 2016 16:26:48
+0800schrieb "Chan CT" <sadar@...>: > Hahahaa, ... rupanya saya sedang
berhadapan dengan seorang radikalis> yang udah gak ketolongan lagi! Bagaikan
binatang jalang meraung-raung> dalam sekarat, gunakan berbagai jurus menyerang
PKT dan berusaha> membusukkan dengan segala berita/tulisan tanpa peduli lagi
darimana> sumbernya! Sungguh heibat penyataan, peduli amat dari Falungong,>
pokoknya bisa digunakan untuk menyerang dan menjelekkan PKT!> > Tanpa disadari
lagi, dimana PENDIRIAN anda kalau begitu? Atau memang> begitu ekstrimnya anda
jadi tidak lagi peduli ternyata sejalan dengan> Falungong, begundanya AS itu
untuk menghujat PKT? Sampai-sampai> begitu senangnya seperti mendapatkan
“SENJATA” ampuh menembak saya> sampai KO, tidak berkutik lagi? Padahal saya
tetap saja duduk tenang> dibelakang meja computer, lari pun tidak. Hehehee,
...> > Begitu PERCAYAnya apa yang dinyatakan Falungong “deMaoisasi” seperti>
itulah kenyataan yang ada. Padahal itu FITNAH yang sama sekali tidak> berdasar!
Tanpa berani melihat KESALAHAN dari praktek nyata yang> telah terjadi, ...
bahwa Lenin, Stalin dan Mao betapapun genius yang> harus kita akui, tetap
adalah MANUSIA normal saja yang bisa berbuat> KESALAHAN! Bukan DEWA-DEWA yang
tidak mungkin berbuat kesalahan. Dan,> pada saat mengkritik kesalahan tertentu,
jangan diangkat menjadi> menegasi semua ajarannya bahkan menjadi anti Lenin,
anti Mao!> > Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee,
...> Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa> Tetsuro,
bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang> meneliti hubungan
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa> Tetsuro, sekalipun anda
tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah> membuat kesimpulan keharusan
memadukan ekonomi sosialis dan> ekonomi-pasar itu!> > Tapi ngomong-ngomong,
... mbak Tatiana, sekarang ini didunia hanya> Korea Utara saja yang tidak REMO,
ya? Lalu bagaimana melihat video> kehebatan Kim Jung Un dikerumuni
perempuan-perempuan Korea begitu,> bagaimana perasaan anda sebagai perempuan
melihat video itu???> Begitukah seorang Marxis sesungguhnya didunia ini? Kalau
begitu,> biarlah saya dibilang remo saja, ketimbang dibilang Marxis modelnya>
kayak Kim Jung Un itu! Hahahaa, ...> > Salam,> ChanCT> > > > From:
mailto:[email protected]> Sent: Wednesday, September 21, 2016 10:07 PM>
To: [email protected] ; GELORA_In> Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ;
Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ;> Ronggo A. ; Lusi.D ; Lingkar Sitompul ;
Jonathan Goeij ; Hsin Hui> Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro Subject:
[GELORA45] Re:> [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi Harus
Berjalan> Bareng (1)> > > > Ha....ha....ha.. Udah kepojok, KO, nggak
berkutik, picek lagi dan> terus ngotot berpikir pakai dengkul!!!Falungong kek,
falingging kek,> emangnya gue pikirin!! Yang jelas "demaoisasi" tidak ada
hubungannya> dengan falunggong atau falingging...."demaoisasi" adalah bukti
dari> pengkhianatan terhadap Mao dan Fikirannya yang selalu anda coba>
sembunyikan!!!! Ah, ini mah cuma bukti yang sangat kecil sekali yang>
menguatkan seluruh argumentasi yang saya ajukan sejak perdebatan yang> dimulai
tiga tahun yang lalu. Bukti ilmiah sudah diberikan oleh> penelitian /research
para profesor dan sejarawan seperti Wertheim,> Pao yuching, Mo Bogao, Dong
Pinghan, Maurice Meisner, Ming Qili, W.> Huttington, Hongsheng Jiang, Joseph
Ball, Joel Andreas, dan oleh MAO> TSEDONG sendiri yang sudah sejak awal
mengingatkan akan BAHAYA> restorasi kapitalis oleh kaum revisionis yang
dikepalai oleh> ¨¨Chrushchov Tiongkok yang tidur di samping kita¨¨¨¨!!! Itulah
canang> yang dikeluarkan Mao ketika RBKP. Bagi Chan, semua para peneliti yang>
saya sebut di atas adalah orang-orang penganggur dan hanya> iseng-iseng saja
bikin research!!! Oooo, jelas wong Chan itu seorang> genius yang sudah bikin
teori baru untuk mengukur negeri yang gimana> yang bisa dibilang SOSIALIS !!!
TAK PEDULI APA MODE OF> PRODUCTIONNYA!!!Sedangkan referensi ( sampai sekarang
SATU-SATUNYA> referensi) yang digunakan Chan adalah kata-katanya pemimpin
Partai> Komunis Jepang revisionis!!!! Ha...ha...ya nggak heran apa yang ada>
dikepalanya orang-orang REMO, sejak Berstein sampai Khrustjov, Liu> shaoqi,
Deng, dan murid kerdilnya Chan!!!!> > > > On Wednesday, September 21, 2016
3:37 PM, "'Chan CT'> SADAR@... [temu_eropa]" <[email protected]>
wrote:> > > > > > Inilah orang-orang penganggur yang keisengan menggunakan
tulisan> kelompok Falungong sebagai dasar pemikiran untuk menyerang PKT!> > >
From: Tatiana Lukman> Sent: Wednesday, September 21, 2016 8:06 PM> To:
yahoogroups ; DISKUSI FORUM HLD> Cc: Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; Marsiswo
Dirgantoro ; Roeslan ;#yiv0256301190 #yiv0256301190 -- #yiv0256301190ygrp-mkp
{border:1px solid #d8d8d8;font-family:arial;margin:10px 0;padding:0
10px;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mkp hr {border:1px solid
#d8d8d8;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mkp #yiv0256301190hd
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px
0;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mkp #yiv0256301190ads
{margin-bottom:10px;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mkp .yiv0256301190ad
{padding:0 0;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mkp .yiv0256301190ad p
{margin:0;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mkp .yiv0256301190ad a
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-sponsor
#yiv0256301190ygrp-lc {font-family:arial;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-sponsor #yiv0256301190ygrp-lc #yiv0256301190hd {margin:10px
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-sponsor #yiv0256301190ygrp-lc .yiv0256301190ad
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv0256301190 #yiv0256301190actions
{font-family:verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv0256301190
#yiv0256301190activity
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv0256301190
#yiv0256301190activity span {font-weight:700;}#yiv0256301190
#yiv0256301190activity span:first-child
{text-transform:uppercase;}#yiv0256301190 #yiv0256301190activity span a
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv0256301190 #yiv0256301190activity span
span {color:#ff7900;}#yiv0256301190 #yiv0256301190activity span
.yiv0256301190underline {text-decoration:underline;}#yiv0256301190
.yiv0256301190attach
{clear:both;display:table;font-family:arial;font-size:12px;padding:10px
0;width:400px;}#yiv0256301190 .yiv0256301190attach div a
{text-decoration:none;}#yiv0256301190 .yiv0256301190attach img
{border:none;padding-right:5px;}#yiv0256301190 .yiv0256301190attach label
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv0256301190 .yiv0256301190attach label a
{text-decoration:none;}#yiv0256301190 blockquote {margin:0 0 0
4px;}#yiv0256301190 .yiv0256301190bold
{font-family:arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv0256301190
.yiv0256301190bold a {text-decoration:none;}#yiv0256301190 dd.yiv0256301190last
p a {font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv0256301190 dd.yiv0256301190last p
span {margin-right:10px;font-family:verdana;font-weight:700;}#yiv0256301190
dd.yiv0256301190last p span.yiv0256301190yshortcuts
{margin-right:0;}#yiv0256301190 div.yiv0256301190attach-table div div a
{text-decoration:none;}#yiv0256301190 div.yiv0256301190attach-table
{width:400px;}#yiv0256301190 div.yiv0256301190file-title a, #yiv0256301190
div.yiv0256301190file-title a:active, #yiv0256301190
div.yiv0256301190file-title a:hover, #yiv0256301190 div.yiv0256301190file-title
a:visited {text-decoration:none;}#yiv0256301190 div.yiv0256301190photo-title a,
#yiv0256301190 div.yiv0256301190photo-title a:active, #yiv0256301190
div.yiv0256301190photo-title a:hover, #yiv0256301190
div.yiv0256301190photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv0256301190
div#yiv0256301190ygrp-mlmsg #yiv0256301190ygrp-msg p a
span.yiv0256301190yshortcuts
{font-family:verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv0256301190
.yiv0256301190green {color:#628c2a;}#yiv0256301190 .yiv0256301190msonormal
{margin:0 0 0 0;}#yiv0256301190 o {font-size:0;}#yiv0256301190
#yiv0256301190photos div {float:left;width:72px;}#yiv0256301190
#yiv0256301190photos div div {border:1px solid
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv0256301190
#yiv0256301190photos div label
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv0256301190
#yiv0256301190reco-category {font-size:77%;}#yiv0256301190
#yiv0256301190reco-desc {font-size:77%;}#yiv0256301190 .yiv0256301190replbq
{margin:4px;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-actbar div a:first-child
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mlmsg
{font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-mlmsg select, #yiv0256301190 input, #yiv0256301190 textarea
{font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-mlmsg pre, #yiv0256301190 code {font:115%
monospace;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mlmsg *
{line-height:1.22em;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-mlmsg #yiv0256301190logo
{padding-bottom:10px;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-msg p a
{font-family:verdana;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-msg
p#yiv0256301190attach-count span {color:#1e66ae;font-weight:700;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-reco #yiv0256301190reco-head
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-reco
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-sponsor
#yiv0256301190ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-sponsor #yiv0256301190ov li
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-sponsor #yiv0256301190ov ul {margin:0;padding:0 0 0
8px;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-text
{font-family:georgia;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-text p {margin:0 0 1em
0;}#yiv0256301190 #yiv0256301190ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv0256301190
#yiv0256301190ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none
!important;}#yiv0256301190