hampir bung Chan tetapi masih kurang tepat, Lenin menentang "petty-bourgeois" 
dan "private capitalism" yg menurut beliau akan membawa ke capital imperialism, 
ekonomi pasar yg dimaksud beliau pada level UKM. Yg terjadi di Tiongkok justru 
petty-bourgeois dan private capitalism inilah yg merajalela, ditambah dgn 
dominasi billioner dan millioner ini diparlemen sukar disangkal Tiongkok 
dibawah cengkeraman capitalist imperialist seperti yg dimaksud Lenin. 

---In GELORA45@yahoogroups.com, <SADAR@...> wrote :

 Baguuuslah, ternyata masalah aktual yang dihadapi untuk menjernihkan hubungan 
ekonomi sosialis dan ekonomi pasar bisa mendapatkan tanggapan dari banyak 
kawan, ...!
  
 Terkadang memang agak sulit berdiskusi dengan sementara orang, khususnya mbak 
Tatiana yang TIDAK BERANI menggunakan otak sendiri untuk berpikir, maunya apa 
yang dikatakan Lenin secara tertulis bagaimana. Apa benar seperti dikatakan 
Fuwa Tetsiro, Ketua PKJepang itu, Lenin PERNAH memadukan ekonomi sosialis dan 
ekonomi pasar? Satu kata Lenin juga tidak ada! Tandas Tatiana. Terus terang 
saja, saya sendiri tidak banyak membaca karya Lenin, semalam juga jadi ribet 
dimana saya harus mencari kata-kata Lenin sehubungan ekonomi pasar itu? 
Ternyata baru tahu pagi ini dari tanggapan beberapa kw, yang digunakan Lenin 
malah “Kapitalisme Negara” bukan ekonomi pasar! Sungguh menarik, di Tiongkok, 
Deng juga menggunakan sebutan ekonomi pasar, tidak meenggunakan “kapitalisme 
negara”. 
  
 Padahal pengertian saya selama ini, kalau sudah menyatakan “Kapitalisme 
Negara” itu berarti negara dikuasai kapitalisme! Bagaimana bisa tetap 
dikendalikan oleh diktatur Proletariat, 2 sistem yang bertolak belakang? Entah 
bagaimana sesungguhnya Lenin ketika itu menggunakan istilahnya. Barangkali ada 
kw yang bisa memberi pencerahan. Kalau gak salah ingat, bung Tjaniago pernah 
mengulas masalah ini, ya? Coba nanti saya aduk-aduk kumpulan email lama di 
GELORA45.  
  
 Lenin dengan berani menyebutkan “kapitalisme negara” masih dibawah diktatur 
proletariat, karena tali kendali ekonomi nasional tetap dipegang oleh NEGARA, 
dengan menggunakan BUMN-BUMN nya. Sedang Deng, menyatakan ekonomi sosialis 
mempunyai ekonomi pasar nya sendiri, dengan tetap mempertahankan keunggulan 
ekonomi sosialis dengan mengambil keunggulan ekonomi pasar! Membuag 
bagian-bagian ekonomi sosialis berencana yang terlalu tersentralisasi, artinya 
berikan kebebasan daerah juga ikut menentukan sendiri pengembangan ekonomi 
daerah sesuai kebutuhan dan kondisi konkritnya. Sedang ekonomi pasar juga 
dijalankan secara terbatas saja, tidak dibiarkan berkeembang liar apalagi 
menjadi neolibralisme! Dan kenyataan yang dijalan RRT, tali kendali ekonomi 
nasional TETAP dipegak erat-erat oleh NEGARA! Tidak bedanya dengan pemikiran 
Lenin.
  
 Jadi, nampak jelas, yang SALAH adalah Stalin, yang kata Fuwa Tetsiro, setelah 
5 tahun Lenin meninggal, keputusan Lenin NEP nya itu dicabut, membatalkan 
meneruskan “kepitalisme negara” dibawah diktatur propletariat! Dan itulah yang 
kemudian juga diikuti oleh Mao setelah tahun 1956 di Tiongkok. Jadi ikutan 
SALAH! TENTU, menyatakan Stalin dan Mao salah dalam hal membabat kapitalis, 
jangan kebablasan menjadi menghujat bahkan menegasi jasa-jasanya yang luar 
biasa besarnya bagi RAKYAT Rusia dan RAKYAT Tiongkok! Begitu sikap Deng 
terhadap kesalahan Mao dan dengan TEGAS menyalahkan sikap Krushchove yang 
menghujat Stalin dan anti-Stalin!
  
 Begitu juga dengan Deng membubarkan komune rakyat ditahun 1980 itu, dia tidak 
anti-komune rakyat secara prinsip. Tidak! Yang disalahkan, dilaksanakan terlalu 
cepat, karena KESADARAN petani di TIongkok belum sampai kekesadaran sepenuhnya 
kerja kolektif, usaha meningkatkan KESADARAN rakyat itu TIDAK bisa dipaksakan 
apalagi gunakan KEKERASAN! Harus dilakukan dengan SABAR melalui proses 
kehidupan dan kerja yang cukup panjang, agar mereka sendiri mencapai 
kekesadaran KERJA KOLEKTIF sebagai KEHARUSAN! Itulah yang saya perhatikan 
mengapa desa Xiao Gang yang dipilih dan diangkat menjadi model desa reformasi 
yang BERHASIL, merubah desa miskin terbelakang menjadi desa yang maju sekarang 
ini. Karena desa Xiao Gang itulah yang menempuh jalan wajar sebagaimana proses 
kesadaran PETANI yang terjadi. Setelah hak-guna tanah diserahkan kembali pada 
setiap keluarga petani, kembali terjadi kerja petani secara individual, 
sendiri-sendiri yang ternyata sulit untuk berkembang. Muncullah 18 petani 
bertekad mensukseskan produksi pertaniannya, menyatukan diri bekerjasama, dan 
kemudian membentuk koperasi kerja dan kemudian ditingkatkan menjadi koperasi 
tingkat tinggi, yang mengolah kebutuhan dan kepentingan warga desa Xiao Gang. 
Kalau diperhatikan lebih lanjut, sekalipun belum menyebutkan diri komune 
rakyat, hakekat koperasi-tingkat tinggi di Xiao Gang itu ya sudah komune 
rakyat! Mengapa? Karena hak-guna tanah yang semula dibagikan pada petani itu, 
semua sudah tergabung kembali dalam SAHAM koperasi yang mereka bentuk, dan 
pembagian pekerjaan juga dilakukan oleh barisan produksi yang mereka tentukan 
sendiri. 
  
  
  
 
 From: mailto:GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com
 Sent: Friday, September 23, 2016 3:40 AM
 To: yahoogroups mailto:gelora45@yahoogroups.com
 Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  

   
  
 Saya rubah sedikit highlight anda utk meliputi "Large businesses would still 
be nationalized" disini terlihat ekonomi pasar yg dimaksud Lenin itu pada level 
UKM yg dijalankan masyarakat kebanyakan bukannya ekonomi pasar yg dijalankan 
perusahaan2 besar, atau dalam istilah Indonesia mungkin mirip2 dgn istilah 
ekonomi kerakyatan walaupun tidak sepenuhnya sama. Kita juga bisa lihat 
penekanan Lenin pada State Capitalism yg disebut beliau sebagai aspek penting 
yg prinsipal "The state capitalism, which is one of the principal aspects of 
the New Economic Policy...". Pengertian ekonomi pasar Lenin ini adalah jauh 
berbeda dgn pemahaman ekonomi pasar bung Chan yg diterapkan di Tiongkok yg 
lebih cenderung kearah ekonomi pasar-nya capital imperialist.
  
 "As stated by Lenin, “economically and politically speaking the New Economic 
Policy completely ensures to us the possibility of building the foundation of a 
socialist economy.” It was meant to be based off of the existence of 
capitalism. Basically it would be a combination of the capitalist economy and 
the communist politics. Large businesses would still be nationalized, in order 
to ensure that the “petty bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would 
not gain too much power over or get in the way of the growing Socialist 
society. Lenin believed that capitalism would lead to Imperialism, which is the 
entity which they had only just eliminated."

  
 ---In GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@...> wrote :


 Jelas ente gak ngerti NEP nya lenin. Baca dulu sebelum sesumbar!
 Bagi ane: NEP itu resep Lenin untuk menanggulangi masalah ekonomi setelah 
revolusi. Karena ingin mempertahankan politik sosialismenya, ekonominya 
“dibebaskan” kepasar.
 Lenin yang anti imperialism dan takut kapitalisme itu menjadi imperialism (ini 
salah satu ide utamanya lenin bahwa imperialism is the highest stake of 
capitalism. Ini juga ide bung Karno dan para pemimpin negara2 dunia setelah 
PD2).
 NEP itu adalah cara memanipulasi kapitalisme utk meyakinkan bahwa capital itu 
adalah hasil dari labor, sehingga imperialism tidak bisa masuk infiltrasi dan 
menang/berkuasa.
  
 As stated by Lenin, “economically and politically speaking the New Economic 
Policy completely ensures to us the possibility of building the foundation of a 
socialist economy.” It was meant to be based off of the existence of 
capitalism. Basically it would be a combination of the capitalist economy and 
the communist politics. Large businesses would still be nationalized, in order 
to ensure that the “petty bourgeoisie,” or the capitalist Imperialists, would 
not gain too much power over or get in the way of the growing Socialist 
society. Lenin believed that capitalism would lead to Imperialism, which is the 
entity which they had only just eliminated.
  
  
 From: GELORA45@yahoogroups.com [mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 11:17 AM
To: yahoogroups <gelora45@yahoogroups.com>
Subject: RE: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)


  
  
 Masyaallah! masak uraian Lenin tentang State Capitalism dianggap sebagai bukti 
Lenin memadukan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar. 

  

  

 ---In GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com, <nesare1@... 
mailto:nesare1@...> wrote :



 Lenin wrote:

 State capitalism would be a step forward as compared with the present state of 
affairs in our Soviet Republic. If in approximately six months’ time state 
capitalism became established in our Republic, this would be a great success 
and a sure guarantee that within a year socialism will have gained a 
permanently firm hold and will have become invincible in this country.

 Source: http://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/21.htm 
http://www.marxists.org/archive/lenin/works/1921/apr/21.htm - this writing also 
has much more on state capitalism.

  

 Lenin wrote:

 The state capitalism, which is one of the principal aspects of the New 
Economic Policy, is, under Soviet power, a form of capitalism that is 
deliberately permitted and restricted by the working class. Our state 
capitalism differs essentially from the state capitalism in countries that have 
bourgeois governments in that the state with us is represented not by the 
bourgeoisie, but by the proletariat, who has succeeded in winning the full 
confidence of the peasantry.
Unfortunately, the introduction of state capitalism with us is not proceeding 
as quickly as we would like it. For example, so far we have not had a single 
important concession, and without foreign capital to help develop our economy, 
the latter’s quick rehabilitation is inconceivable.

 Source: https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1922/nov/14b.htm 
https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1922/nov/14b.htm

  

  

 From: GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com 
[mailto:GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com] 
Sent: Thursday, September 22, 2016 10:26 AM
To: Chan CT <sadar@... mailto:sadar@...>; Lusi D. <lusi_d@... 
mailto:lusi_d@...>; GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com
Cc: temu_er...@yahoogroups.com mailto:temu_er...@yahoogroups.com; Daeng 
<menakjinggo@... mailto:menakjinggo@...>; Mitri <scorpio2001id@... 
mailto:scorpio2001id@...>; Mang Broto <alimoerti@... mailto:alimoerti@...>; 
Roeslan <roeslan12@... mailto:roeslan12@...>; Rachmat Hadi-Soetjipto 
<nc-hadisora@... mailto:nc-hadisora@...>; Ronggo A. <ronggo303@... 
mailto:ronggo303@...>; Lingkar Sitompul <lingkarsitompul@... 
mailto:lingkarsitompul@...>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@... 
mailto:jonathangoeij@...>; Hsin Hui Lin <ehhlin@... mailto:ehhlin@...>; 
Wuting301 <wuting301@... mailto:wuting301@...>; Marsiswo Dirgantoro 
<mdirgantoro@... mailto:mdirgantoro@...>
Subject: Re: [GELORA45] Lenin dan Ekonomi Pasar ==> Program Anti KKN dan 
Demaoisasi Harus Berjalan Bareng (1)



  

  

 Mengatakan  Lenin yang mengajukan "teori memadukan ekonomi sosialis dan 
ekonomi pasar", tapi tak ada satu kalimatpun dari Lenin yang menunjukkan atau 
mengekspresikan ide atau teori itu. Sekali lagi kalau orang jujur berdebat dan 
memang mau mencari kebenaran, paling sedikit ajukan kata-kata lenin atau 
praktek Lenin dimana orang bisa dapat bukti akan teori itu. Semuanya abstrak!! 
Gimana orang akan bisa lihat "kebenaran" teori itu kalau tidak diperlihatkan 
kapan dan di mana Lenin mengajukan pemaduan ekonomi sosialis dan ekonomi 
pasar??? Sebaliknya, penelitian orang tentang NEP yang saya ajukan berdasarkan 
kepada kata-kata dan instruksi Lenin sendiri. Ada tulisannya yang bisa dicek. 


  


 On Thursday, September 22, 2016 3:17 PM, Chan CT <sadar@... mailto:sadar@...> 
wrote:


  

 Ada baiknya kalau bung baca saja sendiri bagaimana ketua PK Jepang, Fuwa 
Tetsuro itu menjelaskan:


 http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf 
http://www.gelora45.com/activity/LeninDanEkonomiPasar.pdf


  


  


 -----原始郵件-----


 From: Lusi D.


 Sent: Thursday, September 22, 2016 5:08 PM


 To: Chan CT ; GELORA45@yahoogroups.com mailto:GELORA45@yahoogroups.com


 Cc: Tatiana Lukman ; temu_er...@yahoogroups.com 
mailto:temu_er...@yahoogroups.com ; GELORA_In ; Daeng ; Mitri ; Mang Broto ; 
Roeslan ; Rachmat Hadi-Soetjipto ; Ronggo A. ; Lingkar Sitompul ; Jonathan 
Goeij ; Hsin Hui Lin ; Wuting301 ; Marsiswo Dirgantoro


 Subject: Re: [GELORA45] Re: [temu_eropa] Re: Program Anti KKN dan Demaoisasi 
Harus Berjalan Bareng (1)


  


 Ikut nimbrung sedikit.


  


 Bung Chan bisa menjelaskan lebih lanjut pengertian "memadukan ekonomi


 sosialis dan ekonomi-pasar itu"? Hakekatnya apa yang dikatakan ekonomi


 sosialis dan apa yang dimaksudkan dengan ekonomi pasar, sesuai


 pengertian yang bung terima dari penjelasan Fuwa Tetsuro itu?


  


 Saya kutip alinea yang saya maksud sbb.:


  


 "> Satu-satunya andalan saya pernyataan ketua PK Jepang? Hehehee, ...


 > Tapi, anda tidak mampu membantah kenyataan yang diajukan Fuwa


 > Tetsuro, bahwa Lenin lah orang komunis pertama didunia ini yang


 > meneliti hubungan ekonomi sosialis dan ekonomi pasar! Yang pasti Fuwa


 > Tetsuro, sekalipun anda tuduh REMO, tidak memfitnah bahwa Lenin telah


 > membuat kesimpulan keharusan memadukan ekonomi sosialis dan


 > ekonomi-pasar itu!"?


  


 Salam


 Lusi.-


  


  


  


  


  


 Am Thu, 22 Sep 2016 16:26:48 +0800


 schrieb "Chan CT" <sadar@... mailto:sadar@...>:


  


 > Hahahaa, ... rupanya saya sedang berhadapan dengan seorang radikalis


 > yang udah gak ketolongan lagi! Bagaikan binatang jalang meraung-raung


 > dalam sekarat, gunakan berbagai jurus menyerang PKT dan berusaha


 > membusukkan dengan segala berita/tulisan tanpa peduli lagi darimana


 > sumbernya! Sungguh heibat penyataan, peduli amat dari Falungong,


 > pokoknya bisa digunakan untuk menyerang dan menjelekkan PKT!


 > 


 > Tanpa disadari lagi, dimana PENDIRIAN anda kalau begitu? Atau memang


 > begitu ekstrimnya anda jadi tidak lagi peduli ternyata sejalan dengan


 > Falungong, begundanya AS itu untuk menghujat PKT? Sampai-sampai


 > begitu senangnya seperti mendapatkan “SENJATA” ampuh menembak saya


 





























Kirim email ke