Sebelum dirobah coba benahi dulu penggunaan formula ini 
dengan cara yang lebih tepat. Idealnya kan yang terpilih 
didukung sekurangnya separuh dari suara Rakyat. Tapi karena 
pemilih dibatasi hanya bagi mereka yang sudah berusia 17 tahun 
atau sudah menikah, maka secukupnya itu mestinya ya 50% + 1 
dari suara DPT. Lha mosok cuma didukung 37,3% DPT saja 
lalu menguasai seluruh Rakyat, 100%. Ini sih bukan demokrasi, 
tapi tirani minoritas.

demokrasi < 50%
Kalau pembandingnya cuma suara sah, lantas suara yang tidak sah 
dianggap apa? Bukan suara Rakyat? Untuk apa repot-repot menyusun 
daftar pemilih kalau cuma digunakan sebagai daftar absensi. 
Ini akal-akalan penguasa & partai, membuat aturan main untuk 
kepentingan mereka sendiri dengan mengabaikan kepentingan Rakyat.
Karena mengabaikan kepentingan Rakyat, otomatis kerja mereka
juga mengecewakan. Sudah seharusnyalah partai-partai & penguasa 
itumempertanggungjawabkan perbuatannya mengakali Rakyat, dihukum 
dengan tidak memilihnya lagi sampai ada tanda-tanda mereka mau bekerjauntuk 
kepentingan Rakyat. Biarlah suara dukungan mereka peroleh 
dari para pengikut setia alias kaum alas kaki. 

Ada tawaran lain?
--- jonathangoeij@... wrote:
Secukupnya disini utk presiden dan gubernur dki 50%+ dari suara sah yg masuk, 
utk gubernur daerah lain kelihatannya yg dapat suara terbanyak dibandingkan 
calon yg lain biarpun misalnya tidak sampai 50%, tidak tahu bagaimana utk 
anggota dpr. Apakah anda bermaksud merubah formula ini? Seandainya ya, dirubah 
bagaimana?
Kemudian katakanlah ada yg terpilih kemudian mengecewakan, seharusnya ada cara 
me-recall atau impeach atau makzul, mungkin ini yg anda maksudkan dgn 
menghukum. Di California ada recall election utk menurunkan gubernur terpilih 
yg dianggap mengecewakan, keputusan dikembalikan ke pemilih apakah masih ingin 
mempertahankan gubernur itu atau memilih gubernur yg lain, Gubernur Gray Davis 
misalnya diprotes banyak orang dan diadakan recall election beliau kalah dan yg 
terpilih menggantikan beliau Arnold Schwarzenegger yg melanjutkan sisa jabatan 
gubernur lama. Disini saya rasa Gray Davis dihukum para pemilih California dgn 
menghentikan beliau dan mengangkat gubernur lain. 
Tidak tahu bagaimana maksud anda "hukum" yg dimaksudkan itu?
--- ajegilelu@... wrote :

Itulah, cuma dengan modal suara "secukupnya" mereka menguasai seluruhnya. 
Berani menghukum mati, senang menggusur tanpa ganti rugi, bahkan seenak udel 
merobah persyaratan pilkada demi kepentingan kekuasaan.
Jelas bukan untuk itu mereka kita gaji. 
Jadi, selama masih ada yang mau dijadikan alas kaki partai / penguasa ya selama 
itulah seluruh Rakyat menggaji mafia penindasnya. Menolak jadi alas kaki, itu 
paling konstitusional, menurut saya.
Punya tawaran lain?

--- jonathangoeij@... wrote:
kalau itu kembali mendasar, ada pemilu baik presiden ataupun dpr, mereka yg 
mengantongi suara secukupnya akan jadi presiden ataupun anggota dpr. saya rasa 
itulah legalitasnya, dari pemilih.

--- ajegilelu@... wrote :

Lha menurut Anda bagaimana mereka bisa berkuasa? Siapa yang memberi legalitas 
kepada mereka untuk berkuasa? 



Kirim email ke