Tulisan dari Bung Djie, sudah betul bahwa Amerika tidak bisa maju dalam bidang teknologi kalau tidak ada mengambil orang2 pintar dati India, RRT, Rusia dgn. H1B visa program nya (setelah Perang Dunis ke II).
Dulu AS dan Rusia berebutan mengambil orang2 pintar keturunan Jahudi dari Jerman setelah Jerman kalah Perang Dunia ke II. Maka dari itu AS dan Rusia, sangat maju, misalnya, dalam dunia peroketan. Seperti di ketahui, orang Jahudi golongan Ashkenasi adalah ras yg. mempunyai IQ tertinggi di dunia yg. lebih tinggi sedikit dari ras Oriental. Dan IQ orang kulit putih/White masih dibawah IQ dari Ashkenasi Jahudi dan ras Oriental. ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : Tulisan ini seperti bertolak belakang, paragraph pertama seakan pendidikan di US lacking dalam technology, sedang paragraph kedua menyinggung H1B Visas padahal visa itu diberikan utk mereka yg lulus dari sekolah US. ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : Tulisan dari milis lain, dari orang yang tinggal di Amerika . It is easy to see, how America is losing in technology. Just look at the Education system, where Math and Science are not the most popular subject matters from Middle School to College. If a nation produces mostly talking heads, one cannot expect they "create anything technologically new", except new unsolved or never to be solved problems, that will create more discussions and talks forever. That is also one of the reasons, that Silicon Valley insist in getting more H1B Visas, so they can fill in the lack of American engineers or scientists with people from other countries (India, China, Russia, etc). Solving the Educational system would be too long and too complicated.
