Orang yang punya skil tak pernah takut akan masalah pekerjaan, karena 
perusahaan pasti mencarinya.
Hanya orang yang tak mau berusahalah yang takut akan dipecat.
Makanya anak-anak saya saya bekali denan ilmu yang tinggi agar mereka bisa 
bersaing dijaman globalisasi.

Kadang saya sering mendengar omongan yang nyeleneh dari teman-teman, untuk apa 
kuliah pakai biaya banyak toh juga tidak menjadi apa-apa.
Lantas saya jawab dengan kata humor sudah menjadi manusia mau jadi apa lagi, 
apa maksudmu supaya bisa mengeluarkan api dari mulut setelah tamat kuliah. 
Kalau mau keluar api dari mulut beli saja korek Rp. 1000

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Tuesday, May 08, 2018 10:30 AM
To: [email protected]; Chan CT <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Re: Education


Saya baca di salah satu posting di milis ini ttg.  "mental poskolonial minder" 
di Indonesia.. Padahal di negara2 yg. maju, mereka tidak takut dgn. 
mendatangkan orang2 LN utk. bekerja di negara mereka. Di Indonesia, mau 
mendatangkan dosen2 dari LN, sudah pada ribut, sudah takut akan mendapat 
saingan dan kehilangan tempat kerjanya. Kalau tidak bisa bersaing berdasarkan 
merit atau meritocrazy, ya harus turun jabatan. Kalau  orang2 dalam negeri 
maunya di lindungi kerjanya, ya, mereka mau enak2 an kerjanya.

Tindakan Deng yg. berani dan genius boleh ditiru oleh negara2 lain yg. mau 
maju. Tanpa Deng, RRT tidak bisa maju seperti sekarang ini.

Salam,
BH Jo


On Monday, May 7, 2018, 7:55:17 PM CST, Chan CT 
<[email protected]<mailto:[email protected]>> wrote:


Sebenarnya saja dunia sedang berebutan orang PINTAR utk meningkatkan tekonologi 
negeri masing-masing, ... saya tertarik dengan KEBERANIAN Deng membuka PINTU 
kirimkan mahasiswa Tiongkok utk belajar diluarnegeri, khususnya AS, gak 
tanggung-tanggung dalam hitungan jutaan! Baik yang dikirim pemerintah dengan 
beasiswa, maupun yg menempuh jalan sendiri, biaya orang-tuanya sendiri, ... 
diawal mula banyak yang tidak kembali berangsur-angsur berputar balik, lebih 
banyak yang pulang setelah selesai belajar. Situasi Tiongkok terus berkembang 
membaik, menyedot kuat ahli2 nya diluar negeri, sedang diluarnegeri, Eropah-AS 
sendiri karena mkerosotnya ekonomi8 sudah sulit dapatkan kerja, bahkan AS jadi 
menempuh jalan proteksionisme, TAKUT pemuda-pemudi Tiongkok mencuri 
teknologi-canggih yag masih dirahasiakan, jadi tidak hendak pelajar Tiongkok 
ikut diberbagai bidang penelitian. Perubahan situasi ini membuat 
pelajar-pelajar TIongkok pulang setelah selesai pelajarannya, ... bahkan tidak 
sedikit yg sudah dapatkan tugas prof. mengajar di berbagai univ di AS juga 
memilih pulang kembali ketanahairnya, ... membuat AS terbelalak dan makin 
kuatir gunakan orang Tionghoa.

Hahaa, ... barusan terbaca berita, ditahun 2017 RRT telah mencetak lebih 
8,2juta SARJANA lulusan berbagai univ. di TIongkok! Satu lonjakkan tertinggi 
dibanding tahun 2001 hanya 1 juta lebih, ... sedang kondisi ekonomi ketika itu 
sedang menanjak jadi butuhkan banyak sarjana, sedang sekarang perkembangan 
ekonomi melambat, dengan sendirinya menjadi kesulitan bagi sarjana-sarjana itu 
mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya! Persaingan dan perebutan lowongan 
kerja dirasakan sangat serius, ... satu2nya jalan tentu pemerintah harus 
mendorong dan beri tunjangan bagi mereka yang siap ikut TUGAS mengentaskan 
kemiskinan didesa-desa terbelakang! Entah sampai dimana keberhasilannya.

Salam,
ChanCT


From: [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45]
Sent: Tuesday, May 8, 2018 7:35 AM
To: [email protected]<mailto:[email protected]>
Subject: [GELORA45] Re: Education


Tulisan dari Bung Djie, sudah betul bahwa Amerika tidak bisa maju dalam bidang 
teknologi kalau tidak ada mengambil orang2 pintar dati India, RRT, Rusia dgn. 
H1B visa program nya (setelah Perang Dunis ke II).

Dulu AS dan Rusia berebutan mengambil orang2 pintar keturunan Jahudi dari 
Jerman setelah Jerman kalah Perang Dunia ke II. Maka dari itu AS dan Rusia, 
sangat maju, misalnya, dalam dunia peroketan. Seperti  di ketahui, orang Jahudi 
golongan Ashkenasi adalah ras yg. mempunyai IQ tertinggi di dunia yg. lebih 
tinggi sedikit dari ras Oriental. Dan IQ orang kulit putih/White masih dibawah 
IQ dari Ashkenasi Jahudi dan ras Oriental.



---In [email protected]<mailto:[email protected]>, 
<jonathangoeij@...<mailto:jonathangoeij@...>> wrote :

Tulisan ini seperti bertolak belakang, paragraph pertama seakan pendidikan di 
US lacking dalam technology, sedang paragraph kedua menyinggung H1B Visas 
padahal visa itu diberikan utk mereka yg lulus dari sekolah US.

---In [email protected]<mailto:[email protected]>, 
<djiekh@...<mailto:djiekh@...>> wrote :
Tulisan dari milis lain, dari orang yang tinggal di Amerika .

It is easy to see, how America is losing in technology. Just look at the 
Education system, where Math and Science are not the most popular subject 
matters from Middle School to College. If a nation produces mostly talking 
heads, one cannot expect they "create anything technologically new" , except 
new unsolved or never to be solved problems, that will create more discussions 
and talks forever.

That is also one of the reasons, that Silicon Valley insist in getting more H1B 
Visas, so they can fill in the lack of American engineers or scientists with 
people from other countries (India, China, Russia, etc). Solving the 
Educational system would be too long and too complicated.


Kirim email ke