Dari milis lain : Yes, education is key. However, I believe the U.S. spends more in education (dollar wise) than most countries. The problem is, how do you promote Science & technology/Engineering & Medicine subject matters to the young Americans. They seem to prefer more sports, entertainment, social science, political science, history, Media, laws, instead of Math, Science, Technology, Engineering, medicine, etc.
I remember, our teachers in the past made Physics, Chemical and Math attractive subjects. We love the challenge because they were given in attractive manner. Nowadays, I wonder what the current professional teachers are giving to their students?? More social study and political study? 2018-05-08 5:14 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > Orang yang punya skil tak pernah takut akan masalah pekerjaan, karena > perusahaan pasti mencarinya. > > Hanya orang yang tak mau berusahalah yang takut akan dipecat. > > Makanya anak-anak saya saya bekali denan ilmu yang tinggi agar mereka bisa > bersaing dijaman globalisasi. > > > > Kadang saya sering mendengar omongan yang nyeleneh dari teman-teman, untuk > apa kuliah pakai biaya banyak toh juga tidak menjadi apa-apa. > > Lantas saya jawab dengan kata humor sudah menjadi manusia mau jadi apa > lagi, apa maksudmu supaya bisa mengeluarkan api dari mulut setelah tamat > kuliah. Kalau mau keluar api dari mulut beli saja korek Rp. 1000 > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Tuesday, May 08, 2018 10:30 AM > *To:* [email protected]; Chan CT <[email protected]> > *Subject:* [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Re: Education > > > > > > Saya baca di salah satu posting di milis ini ttg. "mental poskolonial > minder" di Indonesia.. Padahal di negara2 yg. maju, mereka tidak takut dgn. > mendatangkan orang2 LN utk. bekerja di negara mereka. Di Indonesia, mau > mendatangkan dosen2 dari LN, sudah pada ribut, sudah takut akan mendapat > saingan dan kehilangan tempat kerjanya. Kalau tidak bisa bersaing berdasarkan > merit atau meritocrazy, ya harus turun jabatan. Kalau orang2 dalam > negeri maunya di lindungi kerjanya, ya, mereka mau enak2 an kerjanya. > > > > Tindakan Deng yg. berani dan genius boleh ditiru oleh negara2 lain yg. mau > maju. Tanpa Deng, RRT tidak bisa maju seperti sekarang ini. > > > > Salam, > > BH Jo > > > > > > On Monday, May 7, 2018, 7:55:17 PM CST, Chan CT <[email protected]> > wrote: > > > > > > Sebenarnya saja dunia sedang berebutan orang PINTAR utk meningkatkan > tekonologi negeri masing-masing, ... saya tertarik dengan KEBERANIAN Deng > membuka PINTU kirimkan mahasiswa Tiongkok utk belajar diluarnegeri, > khususnya AS, gak tanggung-tanggung dalam hitungan jutaan! Baik yang > dikirim pemerintah dengan beasiswa, maupun yg menempuh jalan sendiri, biaya > orang-tuanya sendiri, ... diawal mula banyak yang tidak kembali > berangsur-angsur berputar balik, lebih banyak yang pulang setelah selesai > belajar. Situasi Tiongkok terus berkembang membaik, menyedot kuat ahli2 nya > diluar negeri, sedang diluarnegeri, Eropah-AS sendiri karena mkerosotnya > ekonomi8 sudah sulit dapatkan kerja, bahkan AS jadi menempuh jalan > proteksionisme, TAKUT pemuda-pemudi Tiongkok mencuri teknologi-canggih yag > masih dirahasiakan, jadi tidak hendak pelajar Tiongkok ikut diberbagai > bidang penelitian. Perubahan situasi ini membuat pelajar-pelajar TIongkok > pulang setelah selesai pelajarannya, ... bahkan tidak sedikit yg sudah > dapatkan tugas prof. mengajar di berbagai univ di AS juga memilih pulang > kembali ketanahairnya, ... membuat AS terbelalak dan makin kuatir gunakan > orang Tionghoa. > > > > Hahaa, ... barusan terbaca berita, ditahun 2017 RRT telah mencetak lebih > 8,2juta SARJANA lulusan berbagai univ. di TIongkok! Satu lonjakkan > tertinggi dibanding tahun 2001 hanya 1 juta lebih, ... sedang kondisi > ekonomi ketika itu sedang menanjak jadi butuhkan banyak sarjana, sedang > sekarang perkembangan ekonomi melambat, dengan sendirinya menjadi kesulitan > bagi sarjana-sarjana itu mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya! > Persaingan dan perebutan lowongan kerja dirasakan sangat serius, ... > satu2nya jalan tentu pemerintah harus mendorong dan beri tunjangan bagi > mereka yang siap ikut TUGAS mengentaskan kemiskinan didesa-desa > terbelakang! Entah sampai dimana keberhasilannya. > > > > Salam, > > ChanCT > > > > > > *From:* [email protected] [GELORA45] > > *Sent:* Tuesday, May 8, 2018 7:35 AM > > *To:* [email protected] > > *Subject:* [GELORA45] Re: Education > > > > > > Tulisan dari Bung Djie, sudah betul bahwa Amerika tidak bisa maju dalam > bidang teknologi kalau tidak ada mengambil orang2 pintar dati India, RRT, > Rusia dgn. H1B visa program nya (setelah Perang Dunis ke II). > > > > Dulu AS dan Rusia berebutan mengambil orang2 pintar keturunan Jahudi dari > Jerman setelah Jerman kalah Perang Dunia ke II. Maka dari itu AS dan Rusia, > sangat maju, misalnya, dalam dunia peroketan. Seperti di ketahui, orang > Jahudi golongan Ashkenasi adalah ras yg. mempunyai IQ tertinggi di dunia > yg. lebih tinggi sedikit dari ras Oriental. Dan IQ orang kulit putih/White > masih dibawah IQ dari Ashkenasi Jahudi dan ras Oriental. > > > > > > > ---In [email protected], <jonathangoeij@...> wrote : > > > > Tulisan ini seperti bertolak belakang, paragraph pertama seakan pendidikan > di US lacking dalam technology, sedang paragraph kedua menyinggung H1B > Visas padahal visa itu diberikan utk mereka yg lulus dari sekolah US. > > ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : > > Tulisan dari milis lain, dari orang yang tinggal di Amerika . > > It is easy to see, how America is losing in technology. Just look at the > Education system, where Math and Science are not the most popular subject > matters from Middle School to College. If a nation produces mostly talking > heads, one cannot expect they "create anything technologically new" , > except new unsolved or never to be solved problems, that will create more > discussions and talks forever. > > That is also one of the reasons, that Silicon Valley insist in getting > more H1B Visas, so they can fill in the lack of American engineers or > scientists with people from other countries (India, China, Russia, etc). > Solving the Educational system would be too long and too complicated. > > > > >
