Ini saya kutipkan course catalog utk grade 7 dan 8 (SMP kelas 1 dan 2):
Students are encouraged to enroll in Honors English and/or History/Social Science and also to accelerate in both Mathematics and Science as follows: Mathematics 7 Accelerated: Students who are enrolled in Mathematics 7 Accelerated will advance through both the 7 th grade math standards and a majority of the 8 th grade math standards. Mathematics I: Students who successfully complete Mathematics 7 Accelerated will be enrolled in Mathematics I in grade 8. Science: Honors Science 8 provides students with the opportunity to enroll in additional upper level science courses in high school. This course covers both 8th grade and central 9th grade science standards. Students who successfully complete Honors Science 8 may enroll in Biology as 9th graders and are expected to fulfill the Honors 8 Science Agreement and complete Chemistry and Physics while in high school. Students should be concurrently enrolled in Mathematics 8 or higher when taking Honors Science 8. This course receives a weighted grade for purposes of calculating the student’s grade point average. ---In [email protected], <djiekh@...> wrote : Dari milis lain : Yes, education is key. However, I believe the U.S. spends more in education (dollar wise) than most countries. The problem is, how do you promote Science & technology/Engineering & Medicine subject matters to the young Americans. They seem to prefer more sports, entertainment, social science, political science, history, Media, laws, instead of Math, Science, Technology, Engineering, medicine, etc. I remember, our teachers in the past made Physics, Chemical and Math attractive subjects. We love the challenge because they were given in attractive manner. Nowadays, I wonder what the current professional teachers are giving to their students?? More social study and political study? 2018-05-08 5:14 GMT+02:00 'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' inengahk@... mailto:inengahk@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]>: Orang yang punya skil tak pernah takut akan masalah pekerjaan, karena perusahaan pasti mencarinya. Hanya orang yang tak mau berusahalah yang takut akan dipecat. Makanya anak-anak saya saya bekali denan ilmu yang tinggi agar mereka bisa bersaing dijaman globalisasi. Kadang saya sering mendengar omongan yang nyeleneh dari teman-teman, untuk apa kuliah pakai biaya banyak toh juga tidak menjadi apa-apa. Lantas saya jawab dengan kata humor sudah menjadi manusia mau jadi apa lagi, apa maksudmu supaya bisa mengeluarkan api dari mulut setelah tamat kuliah. Kalau mau keluar api dari mulut beli saja korek Rp. 1000 From: [email protected] mailto:[email protected] [mailto:GELORA45@yahoogroups. com mailto:[email protected]] Sent: Tuesday, May 08, 2018 10:30 AM To: [email protected] mailto:[email protected]; Chan CT <sadar@... mailto:sadar@...> Subject: [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Re: Education Saya baca di salah satu posting di milis ini ttg. "mental poskolonial minder" di Indonesia.. Padahal di negara2 yg. maju, mereka tidak takut dgn. mendatangkan orang2 LNutk. bekerja di negara mereka. Di Indonesia, mau mendatangkan dosen2 dari LN, sudah pada ribut, sudah takut akan mendapat saingan dan kehilangan tempat kerjanya. Kalau tidak bisa bersaing berdasarkan merit atau meritocrazy,ya harus turun jabatan. Kalau orang2 dalam negeri maunya di lindungi kerjanya, ya, mereka mau enak2 an kerjanya. Tindakan Deng yg. berani dan genius boleh ditiru oleh negara2 lain yg. mau maju. Tanpa Deng, RRT tidak bisa maju seperti sekarang ini. Salam, BH Jo On Monday, May 7, 2018, 7:55:17 PM CST, Chan CT <sadar@... mailto:sadar@...> wrote: Sebenarnya saja dunia sedang berebutan orang PINTAR utk meningkatkan tekonologi negeri masing-masing, ... saya tertarik dengan KEBERANIAN Deng membuka PINTU kirimkanmahasiswa Tiongkok utk belajar diluarnegeri, khususnya AS, gak tanggung-tanggung dalam hitungan jutaan! Baik yang dikirim pemerintah dengan beasiswa, maupun yg menempuh jalan sendiri, biaya orang-tuanya sendiri, ... diawal mula banyak yang tidak kembali berangsur-angsurberputar balik, lebih banyak yang pulang setelah selesai belajar. Situasi Tiongkok terus berkembang membaik, menyedot kuat ahli2 nya diluar negeri, sedang diluarnegeri, Eropah-AS sendiri karena mkerosotnya ekonomi8 sudah sulit dapatkan kerja, bahkan AS jadimenempuh jalan proteksionisme, TAKUT pemuda-pemudi Tiongkok mencuri teknologi-canggih yag masih dirahasiakan, jadi tidak hendak pelajar Tiongkok ikut diberbagai bidang penelitian. Perubahan situasi ini membuat pelajar-pelajar TIongkok pulang setelah selesaipelajarannya, ... bahkan tidak sedikit yg sudah dapatkan tugas prof. mengajar di berbagai univ di AS juga memilih pulang kembali ketanahairnya, ... membuat AS terbelalak dan makin kuatir gunakan orang Tionghoa. Hahaa, ... barusan terbaca berita, ditahun 2017 RRT telah mencetak lebih 8,2juta SARJANA lulusan berbagai univ. di TIongkok! Satu lonjakkan tertinggi dibanding tahun2001 hanya 1 juta lebih, ... sedang kondisi ekonomi ketika itu sedang menanjak jadi butuhkan banyak sarjana, sedang sekarang perkembangan ekonomi melambat, dengan sendirinya menjadi kesulitan bagi sarjana-sarjana itu mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya!Persaingan dan perebutan lowongan kerja dirasakan sangat serius, ... satu2nya jalan tentu pemerintah harus mendorong dan beri tunjangan bagi mereka yang siap ikut TUGAS mengentaskan kemiskinan didesa-desa terbelakang! Entah sampai dimana keberhasilannya. Salam, ChanCT From:bhjo@... mailto:bhjo@... [GELORA45] Sent: Tuesday, May 8, 2018 7:35 AM To:[email protected] mailto:[email protected] Subject: [GELORA45] Re: Education Tulisan dari Bung Djie, sudah betul bahwa Amerika tidak bisa maju dalam bidang teknologi kalau tidak ada mengambil orang2 pintar dati India, RRT, Rusia dgn. H1B visaprogram nya (setelah Perang Dunis ke II). Dulu AS dan Rusia berebutan mengambil orang2 pintar keturunan Jahudi dari Jerman setelah Jerman kalah Perang Dunia ke II. Maka dari itu AS dan Rusia, sangat maju, misalnya,dalam dunia peroketan. Seperti di ketahui, orang Jahudi golongan Ashkenasi adalah ras yg. mempunyai IQ tertinggi di dunia yg. lebih tinggi sedikit dari ras Oriental. Dan IQ orang kulit putih/White masih dibawah IQ dari Ashkenasi Jahudi dan ras Oriental. ---In [email protected] mailto:[email protected], <jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@...> wrote : Tulisan ini seperti bertolak belakang, paragraph pertama seakan pendidikan di US lacking dalam technology, sedang paragraph kedua menyinggungH1B Visas padahal visa itu diberikan utk mereka yg lulus dari sekolah US. ---In [email protected] mailto:[email protected], <djiekh@... mailto:djiekh@...> wrote : Tulisan dari milis lain, dari orang yang tinggal di Amerika . It is easy to see, how America is losing in technology. Just look at the Education system, where Math and Science are not the most popular subject matters from Middle Schoolto College. If a nation produces mostly talking heads, one cannot expect they "create anything technologically new" , except new unsolved or never to be solved problems, that will create more discussions and talks forever. That is also one of the reasons, that Silicon Valley insist in getting more H1B Visas, so they can fill in the lack of American engineers or scientists with people from othercountries (India, China, Russia, etc). Solving the Educational system would be too long and too complicated.
