Agresi Irian Barat pada dasarnya imperialis Indonesia vs. imperialis Belanda.
Hasil dari agresi itu rakyat Papua memang lepas dari penjajahan Belanda tetapi
kemudian menjadi jajahan Indonesia.
Penyebutan Ganyang Malaysia dan Aneksasi Timor Timur disamping Agresi Irian
Barat untuk menyangatkan/menunjukkan sifat imperialisme Indonesia, juga sebagai
respon pernyataan yg seakan mengatakan Indonesia hanya sekali melakukan agresi
militer dan itupun thd Netherland, tetapi ternyata biarpun baik Malaysia
ataupun Timor Timur jelas tidak ada hubungan dengan Netherland tetapi toh tetap
saja diserang.
Anda memang benar bersikap anti-penjajahan Belanda tetapi sayangnya
pro-penjajahan Indonesia.
Padahal founding father Indonesia mengatakan "Kemerdekaan adalah hak segala
bangsa" mungkin kata2 ini perlu diamandemen dengan tambahan "terkecuali
........." yg bisa diisi sendiri daerah manapun yg kemudian dianeksasi
Indonesia.
On Wednesday, May 23, 2018, 11:42:42 AM PDT, Tatiana Lukman
<[email protected]> wrote:
Ya buat anda pernyataan itu seolah-olah hanya "pendapat" atau "klaim". Dengan
sikap itu, sebenarnya dengan jelas jemelas anda pro penjajahan Belanda!!!!
Sedangkan saya bersikap anti- penjajahan Belanda. Irian Barat masuk dalam
wilayah Indonesia adalah akibat logis dari fakta sejarah bahwa Irian Barat
dijajah Belanda.
Justru anda yang mencampur adukkan kampanye Irian Barat dengan Ganyang Malaysia
dan aneksi Timor Timur. Padahal ketiga hal itu berbeda secara hakekat!!!
On Wednesday, May 23, 2018 5:29 PM, "Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45]" <[email protected]> wrote:
Anda mencampuradukkan antara fakta dengan klaim atau pendapat, ketika anda
mengatakan "Irian Barat adalah jajahan Belanda" hal itu adalah fakta, tetapi
kata2 berikutnya "sehingga ketika Indonesia menyatakan kemerdekaan, maka Irian
Barat termasuk dalam wilayah Indonesia" itu adalah pendapat/klaim. Yang terjadi
kemudian Indonesia memaksakan klaim-nya dengan melakukan agresi militer,
setelah agresi Indonesia menjajah Irian Barat hal itu merupakan fakta.
kutipan:Justru anda yang ingin memungkiri kenyataan sejarah bahwa Irian Barat
adalah jajahan Belanda, sehingga ketika Indonesia menyatakan kemerdekaan, maka
Irian Barat termasuk dalam wilayah Indonesia!!!
---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :
Itu tuduhan seenak udel sendiri. Kenyataan mana yang anda tuduhkan pada saya???
Justru anda yang ingin memungkiri kenyataan sejarah bahwa Irian Barat adalah
jajahan Belanda, sehingga ketika Indonesia menyatakan kemerdekaan, maka Irian
Barat termasuk dalam wilayah Indonesia!!! Anda ingin membuat sejarah sendiri
yang sesuai dengan ide-ide palsu Imperialis tentang Free Choice!! Dalam cerita
tentang Herlina yang anda postingkan, jelas tercermin siapa yang dihadapi para
gerilya dan Angkatan bersenjata Indonesia ketika itu... Tidak lain dan tidak
bukan BELANDA YANG MENOLAK ANGKAT KAKI DARI IRIAN BARAT!! KENYATAAN INILAH YANG
TIDAK INGIN ANDA LIHAT DAN AKUI!!!
On Wednesday, May 23, 2018 12:13 AM, "ajeg ajegilelu@... [GELORA45]"
<[email protected]> wrote:
Itu bukan agresi militer. Dan, kenyataan itu
namanya 'pembebasan Irian Barat'.
Anda sendiri kan lagi-lagi beraninya yah cuma
melihat realita palsu. Sebab, faktanya
pembebasan itu cukup sebatas "IriaN". Alias,
hanya bagian Papua yang dijajah Nederland.
Tidak nyelonong sampai ke Papua Nugini, Hawaii,
Alaska, Dakota, Texas dsb.
--- jonathangoeij@... wrote:
Anda kelihatannya tidak berani melihat kenyataan.Agresi militer merebut Irian
Barat kalau bukan imperialisme terus apa namanya?
--- jetaimemucho1@... wrote:
Ha...ha..ha Sukarno punya nafsu Imperialis????!!!! Kalau begitu semua partai
politik yang mendukung pembebasan Irian Barat juga antek imperialis!!!! Dan
Belandalah yang cinta dan membela kemerdekaan!!!!
On Monday, May 21, 2018 5:52 PM, jonathangoeij@... wrote:
Bung Djie,Saya berpikir, seandainya tidak ada Operasi Pembebasan Irian Barat
tentu Soeharto tidak akan diangkat jadi Panglima Komando Mandala (dan kemudian
Pangkostrad) yg memberi Soeharto taring membangun kekuatan/klik di AD dan juga
menjalin hubungan dengan pihak luar negeri terutama US/CIA yg pada akhirnya
Soeharto menggulingkan Soekarno sendiri.
Jadi disini menurut saya, kesalahan terbesar Soekarno adalah menuruti nafsu
imperialisme serakah akan wilayah, tanpa Operasi Trikora tentu tidak akan ada
genocide 500 ribu rakyat Papua (sekitar 25% populasi) dan tidak akan ada kudeta
Soeharto dgn korban 3 juta orang itu.
--- djiekh@... wrote :
Bung Jo,Suharto itu sudah tiga kali lolos :1. Peristiwa 3 juli 1946.2.
Komplotan menggagalkan Bambang Supeno yang pangkatnya lebih tinggi dari dia
jadi Pangdam Diponegoro, sehingga akhirnya jabatan Pangdam jatuh ke dia.3.
Korupsi di Pangdam Diponegoro. Mau dipecat oleh jendral Nasution.. Ditempeleng
oleh Achmad Jani, karena memalukan angkatan Darat. Gatot Subroto ( wakil
KSAD) menghubungi bung karno, bahwa Suharto masih dapat dibina, supaya
disekolahkan saja dulu. Kesalahan fatal pertama dari bung Karno mnuruti
saran Gatot Subroto. Kesalahan fatal kedua, tentunya karena belakangan
mengangkat dia jadi kepala
Kostradhttps://klikfakta.wordpress.com/2012/11/11/catatan-harian-soebandrio-g30s-pki-bag-3/
Salam,KH