Bung Noroyono, kita mempunyai pemikiran yang sama. Dari berbagai tulisan saya 
membaca Ansor terlibat dan jadi pelaku pembantaian 65, tentu disini para pemuda 
Ansor pd masa itu bukannya yang sekarang yang tidak tahu apa2. Makanya sewaktu 
baca2 wikipedia terlihat Ma'ruf Amin adalah ketua Ansor pada th 64-66 itu 
pikiran langsung merangkaikan dgn tulisan yang lain melihat adanya kemungkinan 
benang merah.
 

 Kutipan disini dari Tempo:
 Sebanyak 39 dokumen rahasia milik Kedutaan Besar Amerika di Indonesia tahun 
1964-1968 yang mengungkap beberapa fakta terkait rangkaian peristiwa 1965 
https://www.tempo.co/tag/sejarah-1965 membuka kembali sejarah kelam bangsa 
Indonesia. Beberapa dokumen itu menyebut sejumlah organisasi Islam di Indonesia 
turut serta dalam rangkaian pembantaian anggota dan simpatisan Partai Komunis 
Indonesia (PKI), salah satunya Ansor.
 Dalam sebuah telegram bertanggal 26 November 1965, dari Konsulat AS di 
Surabaya kepada Kedutaan Besar AS di Jakarta misalnya, menyebut keterlibatan 
Ansor yang turut serta membantai anggota PKI. “Seorang misionaris yang kembali 
dari Kediri pada 21 November melihat sejumlah mayat yang mengapung di sungai 
sementara misionaris yang kembali dari Mojokerto melihat ada 29 mayat,” dikutip 
dalam telegram tersebut.
 Akibat pembantaian tersebut sebanyak lima stasiun di Jawa Timur tidak 
beroperasi akibat ditinggal para pekerjanya. Mereka lebih memilih tidak bekerja 
setelah mendengar banyak rekan-rekan mereka turut dibantai.
 Tak hanya itu, banyak diantaranya para aktor-aktor ludruk, yang menjadi 
kantong-kantong pendukung PKI, turut dibantai. Para pemuda Ansor ditulis 
melakukan pembantaian dengan cara memotong tenggorokan anggota PKI dan menyebut 
hal ini sebagai “perang suci” karena membunuh orang-orang kafir.
 
https://nasional.tempo.co/read/1026388/di-dokumen-rahasia-as-bagaimana-peran-ansor-saat-1965/full&Paging=Otomatis
 
https://nasional.tempo.co/read/1026388/di-dokumen-rahasia-as-bagaimana-peran-ansor-saat-1965/full&Paging=Otomatis


---In [email protected], <noroyono1963@...> wrote :

 Dear Sdr Jonathan,
 

 Saya rasa pertanyaan (atau mungkin lebih tepat disebut bahan pemikiran) yg 
Anda gulirkan bukanlah tanpa dasar. Dengan segala kerendahan hati harus saya 
berikan, sekali lagi, komplimen kepada Anda atas kejelian dalam melihat suatu 
peristiwa politik.
 

 Pertanyaan Anda itu telah menggelitik benak saya untuk mencoba menelusuri 
curicullum vitae Ma'ruf Amin lewat, antara lain, Wikipedia. Menurut Wikipedia, 
sebagaimana Anda kutip, pada periode pembantaian manusia tahun 1965 -- yg 
notabene belum pernah ada presedennya dalam sejarah Indonesia -- Ma'ruf Amin 
menjabat orang nomor wahid dalam berbagai organisasi, yg menurut berbagai 
kalangan terlibat dalam pembantaian tsb (atau minimal mengiyakannya).
 

 Sebagai seorang yg mengakui kebenaran pesan "kasihilah sesamamu manusia 
seperti dirimu sendiri"*), saya berpendapat tidaklah pantas seorang yg, 
minimal, mengiyakan pembantaian manusia tahun 1965 menduduki kursi Orang Nomor 
2 di negeri ini. Negeri dimana saya dan Anda  dilahirkan dan sama-sama kita 
cintai. [*) Lukas 10: 27]
 

 Salam,
 Noroyono
 19/08/2018
 

 

 

 

 

 
 

 





 Op zondag 19 augustus 19:47 2018 schreef "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> het volgende:

 

   


 
 Apakah ada kemungkinan Ma'ruf Amin terlibat dalam pembantaian 1965?
 

 kutipan:
 Ketua Ansor, Jakarta (1964-1966) Ketua Front Pemuda (1964-1967) Ketua NU, 
Jakarta (1966-1970)
 


 



 











  

Kirim email ke