Maksudnya bung Chan mau suruh si Ma'ruf Amin minta maaf pd para korban PKI itu 
dan berusaha mencabut TAP MPRS, monggo2 bung Chan, good luck!
Di Indonesia itu apa yang bisa dibuktikan? 
Si Prabowo yg ada rekomendasi TGPF sekalipun kasusnya menguap begitu saja. 
Tidak bisa dibuktikan.Tetapi si Ahok yg cuman ngomong begitu saja sdh langsung 
terbukti kena 2 tahun langsung masuk penjara. 


    On Monday, August 20, 2018, 6:19:24 PM PDT, ChanCT <[email protected]> 
wrote:  
 
   
Kalau saja SULIT dibuktikan, dan bahkan TIDAK MUNGKIN bisa dibuktikan Ma'ruf 
Amin terlibat langsung, katakanlah ketika itu sebagai ketua ANSOR menurunkan 
PERINTAH pemuda Ansor melibatkan diri dalam aksi pembunuhan orang-orang yang 
dituduh PKI, sebenarnya kita bisa dan boleh menuntut berteladan pada sikap 
jiwa-besar dan ketulusan hati Gus Dur, sebagai ketua PBNU dan Presiden RI 
ketika itu, berani mintaa MAAF pada korban PKI dan berusaha mencabut TAP MPRS 
No.25/1966, ... Sekalipun akibat ketegasan sikap demikian Gus Dur jadi 
terjungkel.
 
Sedang kesalahan fatwah MUI yg dikeluarkan, sekalipun TIDAK BISA kita setujui 
isi fatwah itu, juga sulit dijadikan bukti Ma'ruf melanggar HAM! Atau ada yang 
bisa buktikan, fatwah itu berarti menyuruh aniaya, basmi saja penganut 
Achmadiyah dan penista Agama? 
 
 

 
 
 ajeg [email protected] [GELORA45] 於 21/8/2018 2:07 寫道:
  
        Ya kalau yakin seperti itu silakan gugat saja, 
  tuntut secara hukum.
  
      --- jonathangoeij@... wrote:          Sudah tentu saya tidak punya bukti, 
tetapi setidaknya ada benang merah seperti penyerbuan dan pembakaran  kantor 
pusat PKI di Kramat, disini apakah hanya gedung yg jadi korban bagaimana dengan 
manusia2nya? bandingkan dengan kudatuli yg skalanya jauh lebih kecil. Apakah 
sang ketua  juga tidak tahu ribuan anggotanya menyerbu dan membakar (dan 
mungkin juga membantai). Bagaimana dengan pembantaian2 yg dilakukan Ansor 
diberbagai daerah dengan pembenaran doktrin halal membunuh kafir itu, bahkan 
ada pimpinan Ansor di Blitar yang bersaksi menerima instruksi dari  atas? 
apakah sang ketua juga sama sekali tidak tahu? seandainya tidak ikut memberikan 
instruksipun sukar dicerna tidak tahu sama sekali, apakah ada upaya2 mencegah 
atau membiarkan  begitu saja? 
  Melihat pada masa setelah itu sebagai Ketua Komisi Fatwa ataupun Ketua MUI, 
dari berbagai produk yang  di hasilkan, kita bisa melihat bagaimana pandangan 
Ma'ruf Amin thd minoritas, terhadap mereka yg dianggap kafir ataupun yg 
dianggap sesat. 
  
   --- ajegilelu@... wrote :
 
     Di setiap kasus yang terpenting adalah bukti. 
  Itulah yang yang saya bela, akal sehat. 
  Jadi, supaya terlihat sehat coba tunjukkan adanya 
  bukti pembantaian seperti yang Anda tanyakan
  (bukan serbuan dan pembakaran kantor). Sebab, 
  seperti biasa, tanpa bukti pun AS biasa menghasut. < 
spanid="ydpb21f447yiv8281885449ydpd9cdddf7ygrps-yiv-732746090ydp845039f9yiv5019425208ydp51d7e635yui_3_15_0_2_1534782152159_1783"style="font-size:13pt;">
  Contoh gampangnya WMD di Irak. Betul-betul 
  sakit.
  
  --- jonathangoeij@... wrote: 
          Bagus juga kalau anda se-kali2 membela Jokowi, tetapi dalam hal ini 
kelihatannya anda membela  Ma'ruf Amin. Saya hanya menanyakan adanya 
kemungkinan keterlibatan  Ma'ruf Amin dalam pembantaian 1965, uraian anda bukan 
 merupakan bantahan tetapi lebih tepat melemparkan kesalahan dan  tanggung 
jawab dan seperti biasa ke Amerika Serikat. AS  terlibat tentu tidak perlu 
dibantah lagi bahkan dengan jelas tercantum  dalam dokumen2 rahasia yang 
diungkapkan itu. 
   Victor M Fic dalam buku "Kudeta 1 Oktober 1965: sebuah studi tentang 
konspirasi"  mencatat ribuan Pemuda Ansor menyerbu dan memba kar habis kantor  
PKI dijalan Kramat. 
  Pada Tribunal seorang Chudlori seorang pimpinan Ansor di Blitar mengungkapkan 
 adanya instruksi dari atas, sayang saya tidak menemukan  siapa yang memberi 
instruksi itu. Sedang waktu itu Ma'ruf Amin adalah  Ketua Ansor, apakah sebagai 
ketua beliau tidak tahu apa2 yang  dilakukan anak buahnya? agak sukar dicerna. 
  Menurut Wikipedia buku2 yang mencatat pembantaian PKI dibakar: 
  kutipan: Pembantaian ini telah banyak dihilangkan dari buku pelajaran  
sejarah Indonesia. Dalam buku pelajaran sejarah, disebutkan  bahwa pembantaian 
ini ad alah "kampanye patriotik"  yang menghasilkan kurang dari 80.000 korban 
jiwa. Pada tahun 2004,  buku-buku pelajaran diubah dan mencantumkan kejadian  
tersebut, tetapi kurikulum baru ini ditinggalkan pada tahun  2006 karena adanya 
protes dari kelompok militer dan Islam.[49] Buku-buku pelajaran yang 
menyebutkan pembunuhan massal itu kemudian dibakar,[49]atas perintah Jaksa 
Agung.[83] 
 
 --- ajegilelu@... wrote :
 
     Sesekali belain Jokowi. 
  Menurut Anda, apa yang mendasari pertanyaan itu? Apa hanya 
   karena seseorang adalah anggota sebuah organisasi lantas dia harus 
  ikut menanggung dosa organisasinya? Alias main gebyah uyah 
  seperti imperialis AS memberi label 'komunis' pada pihak yang 
  dimusuhinya maupun menjerit "crusade" demi menyamaratakan 
  teroris dengan Islam, padahal AS sendirilah yang membentuk, 
  melatih, dan mempersenjatai kaum teroris.
  
  Dalam hal cawapres Joko Widodo ini, pertanyaan itu jelas kelewat 
  bernafsu dan tendensius. Sebab, saya belum pernah baca adanya 
  cerita pembantaian terhadap orang PKI di Jakarta, kota di mana sang 
  cawapres menjabat ketua Ansor saat peristiwa '65. Kalau ada, di mana 
  bisa dibaca cerita pembantaian itu? Siapa tahu bisa dijadikan bukti 
  keterlibatan cawapres.
  
  Kalau pun Ansor / NU terlibat, seperti juga segelintir AD, itu kan 
  tidak lain karena menelan hasutan yang skenarionya ditulis Amerika 
  Serikat. Dokumen-dokumen rahasia AS sendiri mengungkap bahwa 
  kapitalisme AS terlibat aktif (melibatkan diri) dalam peristiwa '65. 
  Tentu, terlibat sejak dari perencanaan hingga operasional. Sejak perencanaan 
  pembunuhan presidennya sendiri (Kennedy) hingga operasi jua lan senjata 
  di Vietnam (Gestok cuma "infrastruktur" pasar senjata di Vietnam).
  
  Jangan remehkan kemampuan imperialis AS dalam mengarang skenario, 
  karena sudah banyak cerita yang membuat orang mainkan perannya dalam 
  lakon karangan AS. Bukan mustahil termasuk skenario kematian Giovani 
  Battista disusul tewasnya Albino Luciani yang segera digantikan Karol 
  Wojtyla, sebagai sang penyemangat buruh galangan kapal Gdanks mengawali 
penenggelaman komunisme. 
      
On Monday, August 20, 2018, 2:18:19 AM GMT+7, Noroyono 1963 wrote:
             Dear Sdr Jonathan, 
  Saya rasa pertanyaan (atau mungkin lebih tepat disebut bahan pemikiran) yg 
Anda gulirkan bukanlah tanpa dasar. Dengan segala  kerendahan hati harus saya 
berikan, sekali lagi, komplimen kepada Anda atas kejelian dalam mel ihat suatu 
peristiwa politik. 
  Pertanyaan Anda itu telah menggelitik benak saya untuk mencoba menelusuri  
curicullum vitae Ma'ruf A min lewat, antara lain, Wikipedia.  Menurut 
Wikipedia, sebagaimana Anda kutip, pada periode pembantaian  manusia tahun 1965 
-- yg notabene belum pernah ada presedennya  dalam sejarah Indonesia -- Ma'ruf 
Amin menjabat orang nomor wahid dalam berbagai organisasi, yg menurut berbagai 
kalangan terlibat dalam  pembantaian tsb (atau minimal mengiyakannya). 
  Sebagai seorang yg mengakui kebenaran pesan "kasihilah sesamamu manusia 
seperti dirimu sendiri"*), saya berpendapat tidaklah pantas seorang yg, 
minimal, mengiyakan  pembantaian manusia tahun 1965 menduduki kursi Orang Nomor 
2 di  negeri ini. Negeri dimana saya dan Anda  dilah irkan dan sama-sama kita 
cintai. [*) Lukas 10: 27] 
  Salam, Noroyono 19/08/2018 
 
         Op zondag 19 augustus 19:47 2018 schreef jonathangoeij@... het 
volgende:
       
    Apakah ada kemungkinan Ma'ruf Amin terlibat dalam pembantaian  1965? 
  kutipan:     
   - Ketua Ansor, Jakarta (1964-1966)
   - Ketua Front Pemuda (1964-1967)
   - Ketua NU, Jakarta (1966-1970)
   -    
 
                                     
        _                  
 
 
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

   

Kirim email ke