Kadafi itu memusnahkan program nuklirnya dan juga bertemen baik dengan
Sarkosi dan Blair, malah menyumbang untuk kampanye pemilihan umu agar
mereka menang, apa jadinya kemudian? Sebelumnya Irak yang tidak mempunyai
"weapon of  masdestruction", yang  sudah diinspeksi PBB,  apa jadinya
kemudian?

On Fri, Apr 19, 2019 at 5:10 PM Tatiana Lukman [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:

>
>
> Orang yang minta senjata nuklir dimusnakan dengan menggaris bawahi negeri
> berkembang, tapi melupakan dedengkot imperialis yang tidak akan dengan suka
> rela menghancurkan senjata nuklirnya, pada hakekatnya adalah orang-roang
> yang mimpi ditengah hari bolong atau pura-pura dan menampakkan dirinya
> seolah-olah anti senjata nuklir, tapi sebetulnya berpihak kepada imperialis.
>
> On Friday, April 19, 2019, 2:08:39 PM GMT+2, 'Lusi D.' [email protected]
> [GELORA45] <[email protected]> wrote:
>
>
>
>
> Pemusnahannya harus dimulai dan dibuktikan oleh pihak siapa yang
> pertamakali pernah menggunakannya lebih dulu: artinya oleh Amerika
> Serikat.
> Ada yang bisa memberikan data waktu, sejak mulai berdirinya, kapan
> Amerika Serikat tidak mempunyai pangkalan perang dan tidak menempatkan
> serdadunya di luar wilayah USA sampai sekarang?
>
> Am Fri, 19 Apr
> 2019 03:15:35 +0000 (UTC) schrieb "Chalik Hamid [email protected]
> [nasional-list]" <[email protected]>:
>
> > Dunia makin canggih, Korut makin menunjukkan giginya. Nuklir Korut
> > makin disempurnakan. Moncongnya diarahkan ke AS, bikin AS makin
> > geretan.Dunia ingin aman? Musnahkan seluh senjata nuklir dari muka
> > bumi, termasuk di negeri2 berkembang. ----- Pesan yang Diteruskan
> > ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
> > <[email protected]>Kepada: GELORA45
> > <[email protected]>Terkirim: Kamis, 18 April 2019 18.10.19
> > GMT+2Judul: [GELORA45] Kremlin: Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di
> > Rusia Bulan Ini
> >
> >
> > Kremlin:Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di Rusia Bulan Ini
> >
> > AGNI VIDYA PERDANA
> >
> > Kompas.com- 18/04/2019, 21:28 WIB
> >
> > MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan
> > akan bertemudengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke
> > Rusia pada akhir bulanini. Kepastian kunjungan tersebut disampaikan
> > Kremlin dalam sebuah pernyataanresmi di situs resminya, meski tidak
> > menyebutkan tanggal pasti pertemuantersebut.
> >
> > "Menyusul undangan dari Vladimir Putih, Kim Jong Un akanmengunjungi
> > Rusia pada parus kedua April ini," kata Kremlin dalampernyataannya,
> > Kamis (18/4/2019).
> >
> > Sejumlah media, termasuk dari Rusia, KoreaSelatan, maupun Jepang
> > dalam laporannya menyebut pertemuan kemungkinan akandigelar di Timur
> > Jauh Rusia.
> >
> > Sementara sebelumnya, seorang pejabat tinggiKorut, Kim Chang Son
> > diketahui tengah melakukan perjalanan ke Moskwa danVladivostok.
> >
> > Kunjungan Kim Chang Son, yang disebut sebagai tangan kanan Kim
> > JongUn, dikatakan untuk membicarakan rencana perjalanan penting
> > pemimpin tertinggiKorea Utara ke Rusia.
> >
> > Dilansir Yonhap News, Kim Chang Son, sekretaris utamakomisi urusan
> > luar negeri Korea Utara, yang bertanggung jawab dalam urusanprotokol
> > untuk Kim Jong Un, telah mengunjungi Rusia pada Maret lalu.
> >
> > Dia beradalima hari di Moskwa melalui Beijing, sebelum kemudian
> > melanjutkan perjalanandengan jalur udara ke Vladivostok pada 23 Maret
> > lalu.
> >
> > Kunjungan ke kawasanTimur Jauh Rusia itu diperkirakan untuk meninjau
> > calon lokasi pertemuan puncakKim Jong Un dengan Putin.
> >
> > Putin dikabarkan pernah melayangkan undangan kepadaKim Jong Un untuk
> > berkunjung ke Rusia pada Juni tahun lalu, usai pertemuanpuncak
> > pertama Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura.
> >
> > Kim Jong Unbelum pernah sekalipun menjejakkan kakinya ke Rusia.
> > Berbeda dengan sang ayah,Kim Jong Il, yang pernah menggunakan kereta
> > api lapis bajanya, menemui PresidenRusia Dmitry Medvedev pada 2011.
> >
> > Dalam jajaran pejabat tinggi Rusia, baruMenteri Luar Negeri Sergey
> > Lavrov yang pernah bertemu Kim Jong Un saatberkunjung ke Pyongyang
> > pada akhir Mei tahun lalu.
> >
> > Penulis : Agni Vidya PerdanaEditor : Agni Vidya Perdana
> >
> >
>
> 
>

Kirim email ke