OOOO, sangat bangga jadi anak pimpinan PKI  yang justru menolak kesalahan 
lama!! Justru ini anak pimpinan BAPERKI yang telah membuat malu dengan 
memerosotkan diri menjadi revisionis pengkhianat pencium pantat Trump 
imperialis!!! Bicara soal keselamatan rakyat tapi sama sekali tak bicara soal 
penghisapan kejam kaum buruh Tiongkok dan juga negeri lain yang dilakukan kaum 
kapitalis besar Tiongkok...  Dimana logikanya, katanya Tiongkok kapitalis sudah 
mensejahterakan rakyatnya, ada ribuan jumlah bilyuner, tapi rakyatnya tetap 
disuruh kerja 12 jam sehari dan 6 hari seminggu!! Chan tidak pernah mau 
mengkomentari berita dan penelitian seperti di bawah ini. Ini adalah berita 
April 2019!!! Welfare your ....sssss!!!!

Despite the rapid growth of the Chinese economy in the last decade, more than 
482 million people in China – 36% of the population – live on less than $2 a 
day.

In total 85% of China’s poor live in rural areas and extreme poverty forces 
many of them to leave the countryside in search of employment in urban areas. 
Often referred to as the factory of the world, China’s industry-oriented 
economy relies on these migrant workers who make up the majority of the 
workforce.

There are approximately 150 million internal migrant workers in China who, 
because of their status, do not receive any state benefits or protection. They 
have to endure poor working conditions such as excessive and forced overtime, 
denial of social security rights and failure to provide employment contracts, 
as well as severe health risks.

Before opening up its economy in 1978, China had stringent controls on the 
movement of people between rural and urban areas, preventing migration to 
cities. These controls were part of the permit (hukou) system, in which welfare 
entitlements such as pensions, housing, health and education were tied to a 
person's place of birth.

As China moved towards a market economy, cheap rural labour helped fuel the 
country's growth and constraints on migration were reduced, however the 
restrictions on household registration of the hukou have remained in place, so 
migrant workers become outcasts without access to any state benefits or 
protection, despite Chinese laws enshrining "equal rights” for all.

Trying to escape from extreme poverty, rural migrant workers find themselves 
trapped in appalling working conditions.  Most of these workers are women 
earning extremely low wages – the average monthly salary including overtime is 
CNY 1,690 (£150).Migrant workers endure long working days, work seven days a 
week, many without an employment contract and face constant discrimination. 
Living conditions are poor with up to six people sharing small cramped 
dormitories. Women migrant workers, who are primarily employed in factories, 
rarely get maternity leave, and with no childcare facilities and working weeks 
of more than 70 hours many are forced to send their children to live with 
family in the countryside.

There is no freedom of association to form trade unions and non-governmental 
labour organisations are closely monitored by the Government who carry out 
regular crackdowns. Multinational corporations and national factory owners take 
advantage of the anti-union climate, the workers’ lack of awareness of their 
own rights and the Chinese government’s unwillingness to address the abuse of 
migrant workers’ rights.





    On Sunday, April 21, 2019, 6:26:13 AM GMT+2, ChanCT <[email protected]> 
wrote:  
 
  
PANTASLAH ini salah satu anak ketua PKI yg masih saja meneruskan kesalahan 
lama! Merasa diri heibat sudah KUAT lalu main gempur, dan akhirnya LUDES tanpa 
sedikitpun melawan setelah digebuk Soeharto, ... 
 
 
BERJUANG tanpa strategi-Taktik yg benar, mau main seruduk tanpa perhitungkan 
KESELAMATAN RAKYAT! Biarkan saja rakyat jatuh korban, begitu KEJAMnya nenek 
dalam tempurung ini.
 

 
 Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 21/4/2019 11:54 寫道:
  
 
      Sudah...sudah!!! tak ada gunanya buang waktu diskusi dengan orang remo 
pro imperialis.. Ini sudah pernah diperdebatkan, bahkan orang lain juga  
ikut...Masih tidak malu menyebut Mao!!! Remo selalu ketakutan sama perang !! 
Dari jaman Khrushchov!!  Dan Chan sudah menunjukkan ketakutannya dengan 
menyuruh Korut menuruti kemauan AS... Mao mengajarkan perang dan imperialis 
adalah macan kertas!!! Perang dicegah justru dengan mempersiapkan diri sebaik 
mungkin dan sekuat mungkin pertahanannya. Apa bedanya Tiongkok  ketika diancam 
perang dan diblokade AS dan sekarang Korut yang diblokade dan diancam perang 
AS??? Bedanya hanya tiongkok sekarang sudah menjadi kapitalis!!! Tkk mendukung 
sepenuhnya sanksi ekonomi AS!!!!????  Nah, keluar lagi sovinisme negeri 
besarnya... Negeri kecil tidak ada syarat untuk berdikari???!!!  Teori siapa 
itu???  Teorinya agen kecil remo Chan??? Ha...ha.. Sudah pernah juga saya 
postingkan tentang pengusaha kecil tiongkok yang mengeluh karena menderita 
kerugian dengan sanksi Tkk terhadap Korut... Kalau tiongkok masih mau dengan 
diam-diam melanggar sanksi AS, itu dilakukan BUKAN KARENA SOLIDARITAS DENGAN 
KORUT, MELAINKAN BERDASARKAN PADA KEPENTINGAN EKONOMINYA JUGA... Sudah tentu 
sovinisme negara besar si Chan  tidak akan pernah mengakui bahwa Tiongkok juga 
memerlukan Korut!!! 
      On Sunday, April 21, 2019, 1:52:46 AM GMT+2, ChanCT [email protected] 
[temu_eropa] <[email protected]> wrote:  
  
          
 
 
Nenek dalam tempurung yang TIDAK BISA melihat perbedaan besar RRT yang berhasil 
meledakkan bom-atom tahun  1964 dengan Korut sekarang ini, ... RRT berhasil 
memaksa AS merubah taktik perjuangannya, Nixon terpaksa terbang ke Beijing 
berjabatan-tangan dengan Ketua Mao, merubah usaha mencekik mati  RRT dengan 
jalankan blokade sejagad terhadap RRT menjadi "DAMAI", hubungan dagang/ekonomi. 
Sebaliknya dengan Korut, TANPA RRT menunjang dibelakang, menghadapi blokade AS 
selama ini,  sudah tidak mampu hidup, ...! Karena memang TIDAK ADA sjarat 
sebagai negara kecil, kesulitan untuk tegak berdikari, ... sandang-pangan bagi 
rakyatnya! Banyak harus bersandar dari  luar, khususnya RRT! RRT selama ini 
menentang blokade AS terhadap Korut, dan diam-diam terus memberikan  
BANTUANnya, ... dengan alasan KEMANUSIAAN, karena rakyat Korut kesulitan hidup! 
 
 
Media Korut boleh-boleh saja membantah, ... tapi juga tidak terbantah kenyataan 
AS mendenda  perusahaan HK yg mensuply minyak utk Korut ditengah perairan Laut 
Tiongkok Timur, dan masih terus mengalir masuknya segala macam barang ke Korut 
melalui KA dan truk-container, ...  diperbatasan. Dan begitu PENTING nya peran 
RRT bagi Korut bisa juga dilihat kenyataan, Kim tahun lalu 3X  berkunjung ke 
Beijing menemui Xi! Bagaimana nenek yg satu ini bisa bilang Korut gagah perkasa 
melawan AS tanpa RRT dibelakangnya??? 
 
 
Berpikirlah seperti Ketua Mao, ditahun 1959 sudah ada rencana pembangunan waduk 
raksasa di Wuhan, 3  Gorges Sungai Yang Tse, ... begitu kerasnya desakan utk 
membangun. Ketua Mao tetap membatalkan rencana pembangunan setelah tanya pada 
marshekal/jendal disekitarnya, "Seandainya meletus PERANG, sudah mampukah TPRT 
melindungi bendungan dari serangan bom?" dan TIDAK ada yang  bisa menjamin! 
Itulah salah satu sebab pokok Ketua Mao membatalkan/menunda rencana pembangunan 
waduk raksasa, karena yang diutamakan KESELAMATAN RAKYATnya sendiri! Karena 
kalau waduk  jebol dibom, jutaan rakyat bisa mati terendam air! 
 
 
Sedang Kim TIDAK berpikir mendahulukan KESELAMATAN RAKYAT nya sendiri! Tanpa 
perhitungkan kemampuan  menghadapi serangan nuklir AS dan apa yang terjadi 
kalau gudang bom nuklirnya tiba-tiba meledak akibat serangan AS itu??? TIDAK 
perhitungkan kemampuan menghadang setiap saat  peluru2 kendali berterbangan 
diangkasa dan jatuh TEPAT diatas kepalanya sendiri itu? 
 
 

 
 Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 21/4/2019 2:35 寫道:
   
     Jelas negara dan orang yang menentang percobaan senjata nuklir Korut ada 
dikubu  imperialis. Orang-orang progresif dan cinta damai sedunia mendukung 
percobaan  nuklir Korut yang jelas jemelas terus  diancam perang oleh AS. Trump 
sendiri mengakui provokasi militer AS melalui latihan  perangnya dengan Korsel 
didepan pintu gerbang masuk Korut. Hanya orang revisionis dan reaksioner pro 
imperialis yang tidak mau mengakui kenyataan yang terang  benderang ini. Dan 
juga hanya orang remo dan reaksioner yang menganggap ancaman perang dunia ada 
di Korut, seolah-olah ancaman perang datang dari  Korut. Betul-betul sinting 
orang yang berpikir begitu!! Bayangkan negeri kecil yang terus menerus 
dikenakan sanksi dan blokade ekonomi kok malah dituduh  memprovokasi 
perang..Itu kan betul-betul orang reaksioner gila!! Justru  kapasitas Korut 
dalam senjata nuklirnyalah yang memaksa AS mau bertemu dengan  Korut!!!. Korut 
dipaksa oleh ancaman perang AS untuk menggunakan anggaran belanjanya guna 
membiayai percobaan senjata nuklirnja!! Apakah dengan senang  hati mereka 
melakukannja?? sudah tentu tidak!! Mereka akan lebih senang menggunakannja 
untuk meningkatkan kemakmuran rakyatnya. Makanya Kim bersedia memberi konsesi 
sangat besar sekali kepada AS demi perdamaian sejati di semenanjung dan  
sebagai gantinya minta sanksi ekonomi diangkat.  Tapi apa jawaban AS???Sama 
sekali tidak mau membicarakannya dalam  perundingan di Hanoi.  Kemudian apa 
argumentasi si Chan remo dalam menentang senjata nuklir Korut:  kasarnya bilang 
negeri kecil tidak punya hak untuk memiliki senjata nuklir!!! Bayangkan!! dia 
membelejeti dirinja sebagai Sovinis negara besar!! 
  
  Soal siapa membutuhkan siapa, si Chan juga buta matanya dan lagi sovinisme  
negara besarnya keluar...Tiongkok kapitalis menganggap Korut harus berterima  
kasih karena ada Tkk yang membackingnya!! Ha,.,ha,, inipun sudah menjadi 
perdebatan antar rhodongshimun dengan Renminrebao dan pernah saya postingkan  
jawaban korut...  Korut mengingatkan Tkk, ketika tkk meletuskan bom nuklirnya, 
Korut  mendukungnya. Tkk serta antek remo lupa  kalau Korut tidak ada dan 
ditelan Korsel, Tkk langsung berbatasan dengan negara antek  AS dengan basis 
militernja!!! kepicikan revisionis tidak mampu melihat kenjataan ini. Mengapa 
Tkk mengirim pasukan sukarela untuk melawan agresi AS dalam  perang Korea?? 
Tidak lain dan tidak bukan juga untuk melindungi dirinja sendiri dari kepungan 
AS!!! 
  Tapi semua argumentasi ini tak ada gunanya bagi otak seorang remo yang  
jelas-jelas memihak Imperialisme AS!! 
      On Saturday, April 20, 2019, 5:19:45 AM GMT+2, ChanCT 
<[email protected]> wrote:  
  
     
Yang harus dihindari dan sekuat tenaga dicegah  adalah meletup PERANG, apalagi 
gunakan senjata nuklir didunia  ini!
 
Yang saya tentang usaha Korut dengan percobaan  nuklir! Kalau diteruskan, itu 
namanya bunuh diri,  ... sekaligus bencana bagi seluruh rakyat disemenanjung 
Korea dan perbatasan Tiongkok! Jangan  bermain api apalagi saling tantang 
menantang seperti 2  tahunan yl itu! Baguuuslah bisa terjadi dialog, sekalipun 
masih tersendat-sendat, ...  Diakui atau tidak, seandainya dibelakang Korut 
tidak ada RRT yang jadi backing kuat, saya yakin nasib  Kim tidak beda dengan 
Hussein, Khadafi diArab sana!
 

 
 Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 20/4/2019 0:21 寫道:
  
 
        Irak, dan terutama Libia, adalah  contoh yang tak dapat dibantah 
siapapun bahwa  kaum imperialis sedikitpun tidak  bisa dipercayai. Hussein dan 
Khadafi  samasekali bukan komunis, sudah  berkolaborasipun,  toh akhirnya 
digulingkan dan  dibunuh. Makanya orang-orang remo seperti Chan  yang 
ikut-ikutan senewen dan  kebakaran jenggot dengan percobaan  senjata nuklir 
Korut menelanjangi dirinya sendiri sebagai antek  imperialis... Ketika 
pertemuan Kim dengan Trump "kelihatannya" berhasil,  langsung menepuk dada, itu 
berkat jasa  Tiongkok!!!. Nah, sekarang  pertemuan kedua, yang sebenarnya, 
sebelum  dimulaipun sudah gagal duluan ,karena Trump hanya datang untuk bilang  
"sanksi jalan terus" tak perduli konsesi  apa yang ditawarkan Kim,  terus 
"jasa" siapa itu??? Ha...ha.,...  tidak muncul tampang busuk remo menepuk 
dada!!! 
      On Friday, April 19, 2019, 5:50:32 PM  GMT+2, Sunny ambon 
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:  
  
          Kadafi itu memusnahkan  program nuklirnya dan juga bertemen  baik 
dengan Sarkosi dan  Blair, malah menyumbang untuk kampanye  pemilihan umu agar 
mereka  menang, apa jadinya kemudian?  Sebelumnya Irak yang tidak  mempunyai 
"weapon of  masdestruction", yang  sudah diinspeksi PBB,  apa jadinya kemudian? 
   On Fri, Apr 19, 2019 at 5:10  PM Tatiana Lukman [email protected] 
[GELORA45] <[email protected] > wrote:
  
        Orang yang minta senjata nuklir  dimusnakan dengan menggaris  bawahi 
negeri berkembang,  tapi melupakan dedengkot imperialis  yang tidak akan dengan 
suka rela menghancurkan senjata  nuklirnya, pada hakekatnya  adalah orang-roang 
 yang mimpi ditengah hari bolong atau  pura-pura dan menampakkan dirinya 
seolah-olah anti senjata  nuklir, tapi sebetulnya berpihak  kepada imperialis. 
      On Friday, April 19, 2019,  2:08:39 PM GMT+2, 'Lusi D.' [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]> wrote:  
  
          
Pemusnahannya harus dimulai dan dibuktikan  oleh pihak siapa yang
 pertamakali pernah  menggunakannya lebih dulu: artinya oleh  Amerika
 Serikat.
 Ada yang bisa memberikan  data waktu, sejak mulai berdirinya,  kapan
 Amerika Serikat tidak  mempunyai pangkalan perang dan  tidak menempatkan
 serdadunya di luar wilayah  USA sampai sekarang?
 
 Am Fri, 19 Apr
 2019 03:15:35 +0000 (UTC)  schrieb "Chalik Hamid [email protected]
[nasional-list]" <[email protected]>:
 
 > Dunia makin canggih, Korut makin  menunjukkan giginya. Nuklir Korut
 > makin disempurnakan. Moncongnya  diarahkan ke AS, bikin AS makin
 > geretan.Dunia ingin aman?  Musnahkan seluh senjata nuklir dari  muka
 > bumi, termasuk di negeri2  berkembang. ----- Pesan yang  Diteruskan
 > ----- Dari: ajeg [email protected] [GELORA45]
 > <[email protected]>Kepada: GELORA45
 > <[email protected]>Terkirim: Kamis, 18 April 2019  18.10.19
 > GMT+2Judul: [GELORA45]  Kremlin: Kim Jong Un Akan Bertemu Putin  di
 > Rusia Bulan Ini 
 > 
 > 
 > Kremlin:Kim Jong Un Akan  Bertemu Putin di Rusia Bulan Ini
 > 
 > AGNI VIDYA PERDANA 
 > 
 > Kompas.com- 18/04/2019,  21:28 WIB
 > 
 > MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Korea  Utara Kim Jong Un dijadwalkan
 > akan bertemudengan Presiden Rusia  Vladimir Putin saat berkunjung ke
 > Rusia pada akhir bulanini.  Kepastian kunjungan tersebut  disampaikan
 > Kremlin dalam sebuah pernyataanresmi  di situs resminya, meski tidak
 > menyebutkan tanggal pastipertemuantersebut. 
 > 
 > "Menyusul undangan dari Vladimir  Putih, Kim Jong Un akanmengunjungi
 > Rusia pada parus kedua April  ini," kata Kremlin dalampernyataannya,
 > Kamis (18/4/2019). 
 > 
 > Sejumlah media, termasuk dari  Rusia, KoreaSelatan, maupun Jepang
 > dalam laporannya menyebut  pertemuan kemungkinan akandigelar di  Timur
 > Jauh Rusia. 
 > 
 > Sementara sebelumnya, seorang  pejabat tinggiKorut, Kim Chang Son
 > diketahui tengah melakukan  perjalanan ke Moskwa danVladivostok.  
 > 
 > Kunjungan Kim Chang Son, yang disebut  sebagai tangan kanan Kim
 > JongUn, dikatakan untuk  membicarakan rencana perjalanan  penting
 > pemimpin tertinggiKorea Utara ke  Rusia. 
 > 
 > Dilansir Yonhap News, Kim Chang Son,  sekretaris utamakomisi urusan
 > luar negeri Korea Utara, yang  bertanggung jawab dalam urusanprotokol
 > untuk Kim Jong Un, telah mengunjungi  Rusia pada Maret lalu. 
 > 
 > Dia beradalima hari di Moskwa  melalui Beijing, sebelum  kemudian
 > melanjutkan perjalanandengan  jalur udara ke Vladivostok pada 23 Maret
 > lalu. 
 > 
 > Kunjungan ke kawasanTimur  Jauh Rusia itu diperkirakan untuk meninjau
 > calon lokasi pertemuan  puncakKim Jong Un dengan Putin. 
 > 
 > Putin dikabarkan pernah  melayangkan undangan kepadaKim Jong  Un untuk
 > berkunjung ke Rusia pada  Juni tahun lalu, usai pertemuanpuncak
 > pertama Kim dengan Presiden AS  Donald Trump di Singapura. 
 > 
 > Kim Jong Unbelum pernah sekalipun  menjejakkan kakinya ke Rusia.
 > Berbeda dengan sang ayah,Kim Jong  Il, yang pernah menggunakan  kereta
 > api lapis bajanya, menemui  PresidenRusia Dmitry Medvedev pada  2011. 
 > 
 > Dalam jajaran pejabat tinggi  Rusia, baruMenteri Luar Negeri  Sergey
 > Lavrov yang pernah bertemu Kim  Jong Un saatberkunjung ke Pyongyang
 > pada akhir Mei tahun lalu.
 > 
 > Penulis : Agni Vidya PerdanaEditor  : Agni Vidya Perdana
 > 
 > 
 
 
             
            
 
|  | 不含病毒。www.avg.com    |

             
            #yiv4349360212 #yiv4349360212 -- #yiv4349360212ygrp-mkp {border:1px 
solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:10px 0;padding:0 10px;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-mkp hr {border:1px solid #d8d8d8;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-mkp #yiv4349360212hd 
{color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:700;line-height:122%;margin:10px 
0;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-mkp #yiv4349360212ads 
{margin-bottom:10px;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-mkp .yiv4349360212ad 
{padding:0 0;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-mkp .yiv4349360212ad p 
{margin:0;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-mkp .yiv4349360212ad a 
{color:#0000ff;text-decoration:none;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-sponsor 
#yiv4349360212ygrp-lc {font-family:Arial;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-sponsor #yiv4349360212ygrp-lc #yiv4349360212hd {margin:10px 
0px;font-weight:700;font-size:78%;line-height:122%;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-sponsor #yiv4349360212ygrp-lc .yiv4349360212ad 
{margin-bottom:10px;padding:0 0;}#yiv4349360212 #yiv4349360212actions 
{font-family:Verdana;font-size:11px;padding:10px 0;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212activity 
{background-color:#e0ecee;float:left;font-family:Verdana;font-size:10px;padding:10px;}#yiv4349360212
 #yiv4349360212activity span {font-weight:700;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212activity span:first-child 
{text-transform:uppercase;}#yiv4349360212 #yiv4349360212activity span a 
{color:#5085b6;text-decoration:none;}#yiv4349360212 #yiv4349360212activity span 
span {color:#ff7900;}#yiv4349360212 #yiv4349360212activity span 
.yiv4349360212underline {text-decoration:underline;}#yiv4349360212 
.yiv4349360212attach 
{clear:both;display:table;font-family:Arial;font-size:12px;padding:10px 
0;width:400px;}#yiv4349360212 .yiv4349360212attach div a 
{text-decoration:none;}#yiv4349360212 .yiv4349360212attach img 
{border:none;padding-right:5px;}#yiv4349360212 .yiv4349360212attach label 
{display:block;margin-bottom:5px;}#yiv4349360212 .yiv4349360212attach label a 
{text-decoration:none;}#yiv4349360212 blockquote {margin:0 0 0 
4px;}#yiv4349360212 .yiv4349360212bold 
{font-family:Arial;font-size:13px;font-weight:700;}#yiv4349360212 
.yiv4349360212bold a {text-decoration:none;}#yiv4349360212 dd.yiv4349360212last 
p a {font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4349360212 dd.yiv4349360212last p 
span {margin-right:10px;font-family:Verdana;font-weight:700;}#yiv4349360212 
dd.yiv4349360212last p span.yiv4349360212yshortcuts 
{margin-right:0;}#yiv4349360212 div.yiv4349360212attach-table div div a 
{text-decoration:none;}#yiv4349360212 div.yiv4349360212attach-table 
{width:400px;}#yiv4349360212 div.yiv4349360212file-title a, #yiv4349360212 
div.yiv4349360212file-title a:active, #yiv4349360212 
div.yiv4349360212file-title a:hover, #yiv4349360212 div.yiv4349360212file-title 
a:visited {text-decoration:none;}#yiv4349360212 div.yiv4349360212photo-title a, 
#yiv4349360212 div.yiv4349360212photo-title a:active, #yiv4349360212 
div.yiv4349360212photo-title a:hover, #yiv4349360212 
div.yiv4349360212photo-title a:visited {text-decoration:none;}#yiv4349360212 
div#yiv4349360212ygrp-mlmsg #yiv4349360212ygrp-msg p a 
span.yiv4349360212yshortcuts 
{font-family:Verdana;font-size:10px;font-weight:normal;}#yiv4349360212 
.yiv4349360212green {color:#628c2a;}#yiv4349360212 .yiv4349360212MsoNormal 
{margin:0 0 0 0;}#yiv4349360212 o {font-size:0;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212photos div {float:left;width:72px;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212photos div div {border:1px solid 
#666666;min-height:62px;overflow:hidden;width:62px;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212photos div label 
{color:#666666;font-size:10px;overflow:hidden;text-align:center;white-space:nowrap;width:64px;}#yiv4349360212
 #yiv4349360212reco-category {font-size:77%;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212reco-desc {font-size:77%;}#yiv4349360212 .yiv4349360212replbq 
{margin:4px;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-actbar div a:first-child 
{margin-right:2px;padding-right:5px;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-mlmsg 
{font-size:13px;font-family:Arial, helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-mlmsg select, #yiv4349360212 input, #yiv4349360212 textarea 
{font:99% Arial, Helvetica, clean, sans-serif;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-mlmsg pre, #yiv4349360212 code {font:115% 
monospace;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-mlmsg * 
{line-height:1.22em;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-mlmsg #yiv4349360212logo 
{padding-bottom:10px;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-msg p a 
{font-family:Verdana;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-msg 
p#yiv4349360212attach-count span {color:#1E66AE;font-weight:700;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-reco #yiv4349360212reco-head 
{color:#ff7900;font-weight:700;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-reco 
{margin-bottom:20px;padding:0px;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-sponsor 
#yiv4349360212ov li a {font-size:130%;text-decoration:none;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-sponsor #yiv4349360212ov li 
{font-size:77%;list-style-type:square;padding:6px 0;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-sponsor #yiv4349360212ov ul {margin:0;padding:0 0 0 
8px;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-text 
{font-family:Georgia;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-text p {margin:0 0 1em 
0;}#yiv4349360212 #yiv4349360212ygrp-text tt {font-size:120%;}#yiv4349360212 
#yiv4349360212ygrp-vital ul li:last-child {border-right:none 
!important;}#yiv4349360212    

Kirim email ke