Yang harus dihindari dan sekuat tenaga dicegah adalah meletup PERANG,
apalagi gunakan senjata nuklir didunia ini!
Yang saya tentang usaha Korut dengan percobaan nuklir! Kalau diteruskan,
itu namanya bunuh diri, ... sekaligus bencana bagi seluruh rakyat
disemenanjung Korea dan perbatasan Tiongkok! Jangan bermain api apalagi
saling tantang menantang seperti 2 tahunan yl itu! Baguuuslah bisa
terjadi dialog, sekalipun masih tersendat-sendat, ... Diakui atau tidak,
seandainya dibelakang Korut tidak ada RRT yang jadi backing kuat, saya
yakin nasib Kim tidak beda dengan Hussein, Khadafi diArab sana!
Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] 於 20/4/2019 0:21 寫道:
Irak, dan terutama Libia, adalah contoh yang tak dapat dibantah
siapapun bahwa kaum imperialis sedikitpun tidak bisa dipercayai.
Hussein dan Khadafi samasekali bukan komunis, sudah berkolaborasipun,
toh akhirnya digulingkan dan dibunuh. Makanya orang-orang remo seperti
Chan yang ikut-ikutan senewen dan kebakaran jenggot dengan percobaan
senjata nuklir Korut menelanjangi dirinya sendiri sebagai antek
imperialis... Ketika pertemuan Kim dengan Trump "kelihatannya"
berhasil, langsung menepuk dada, itu berkat jasa Tiongkok!!!. Nah,
sekarang pertemuan kedua, yang sebenarnya, sebelum dimulaipun sudah
gagal duluan ,karena Trump hanya datang untuk bilang "sanksi jalan
terus" tak perduli konsesi apa yang ditawarkan Kim, terus "jasa" siapa
itu??? Ha...ha.,... tidak muncul tampang busuk remo menepuk dada!!!
On Friday, April 19, 2019, 5:50:32 PM GMT+2, Sunny ambon
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
Kadafi itu memusnahkan program nuklirnya dan juga bertemen baik dengan
Sarkosi dan Blair, malah menyumbang untuk kampanye pemilihan umu agar
mereka menang, apa jadinya kemudian? Sebelumnya Irak yang tidak
mempunyai "weapon of masdestruction", yang sudah diinspeksi PBB, apa
jadinya kemudian?
On Fri, Apr 19, 2019 at 5:10 PM Tatiana Lukman [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected]
<mailto:[email protected]> > wrote:
Orang yang minta senjata nuklir dimusnakan dengan menggaris bawahi
negeri berkembang, tapi melupakan dedengkot imperialis yang tidak
akan dengan suka rela menghancurkan senjata nuklirnya, pada
hakekatnya adalah orang-roang yang mimpi ditengah hari bolong atau
pura-pura dan menampakkan dirinya seolah-olah anti senjata nuklir,
tapi sebetulnya berpihak kepada imperialis.
On Friday, April 19, 2019, 2:08:39 PM GMT+2, 'Lusi D.'
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> wrote:
Pemusnahannya harus dimulai dan dibuktikan oleh pihak siapa yang
pertamakali pernah menggunakannya lebih dulu: artinya oleh Amerika
Serikat.
Ada yang bisa memberikan data waktu, sejak mulai berdirinya, kapan
Amerika Serikat tidak mempunyai pangkalan perang dan tidak menempatkan
serdadunya di luar wilayah USA sampai sekarang?
Am Fri, 19 Apr
2019 03:15:35 +0000 (UTC) schrieb "Chalik Hamid
[email protected] <mailto:[email protected]>
[nasional-list]" <[email protected]
<mailto:[email protected]>>:
> Dunia makin canggih, Korut makin menunjukkan giginya. Nuklir Korut
> makin disempurnakan. Moncongnya diarahkan ke AS, bikin AS makin
> geretan.Dunia ingin aman? Musnahkan seluh senjata nuklir dari muka
> bumi, termasuk di negeri2 berkembang. ----- Pesan yang Diteruskan
> ----- Dari: ajeg [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45]
> <[email protected]
<mailto:[email protected]>>Kepada: GELORA45
> <[email protected]
<mailto:[email protected]>>Terkirim: Kamis, 18 April 2019
18.10.19
> GMT+2Judul: [GELORA45] Kremlin: Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di
> Rusia Bulan Ini
>
>
> Kremlin:Kim Jong Un Akan Bertemu Putin di Rusia Bulan Ini
>
> AGNI VIDYA PERDANA
>
> Kompas.com- 18/04/2019, 21:28 WIB
>
> MOSKWA, KOMPAS.com - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dijadwalkan
> akan bertemudengan Presiden Rusia Vladimir Putin saat berkunjung ke
> Rusia pada akhir bulanini. Kepastian kunjungan tersebut disampaikan
> Kremlin dalam sebuah pernyataanresmi di situs resminya, meski tidak
> menyebutkan tanggal pasti pertemuantersebut.
>
> "Menyusul undangan dari Vladimir Putih, Kim Jong Un akanmengunjungi
> Rusia pada parus kedua April ini," kata Kremlin dalampernyataannya,
> Kamis (18/4/2019).
>
> Sejumlah media, termasuk dari Rusia, KoreaSelatan, maupun Jepang
> dalam laporannya menyebut pertemuan kemungkinan akandigelar di Timur
> Jauh Rusia.
>
> Sementara sebelumnya, seorang pejabat tinggiKorut, Kim Chang Son
> diketahui tengah melakukan perjalanan ke Moskwa danVladivostok.
>
> Kunjungan Kim Chang Son, yang disebut sebagai tangan kanan Kim
> JongUn, dikatakan untuk membicarakan rencana perjalanan penting
> pemimpin tertinggiKorea Utara ke Rusia.
>
> Dilansir Yonhap News, Kim Chang Son, sekretaris utamakomisi urusan
> luar negeri Korea Utara, yang bertanggung jawab dalam urusanprotokol
> untuk Kim Jong Un, telah mengunjungi Rusia pada Maret lalu.
>
> Dia beradalima hari di Moskwa melalui Beijing, sebelum kemudian
> melanjutkan perjalanandengan jalur udara ke Vladivostok pada 23
Maret
> lalu.
>
> Kunjungan ke kawasanTimur Jauh Rusia itu diperkirakan untuk meninjau
> calon lokasi pertemuan puncakKim Jong Un dengan Putin.
>
> Putin dikabarkan pernah melayangkan undangan kepadaKim Jong Un untuk
> berkunjung ke Rusia pada Juni tahun lalu, usai pertemuanpuncak
> pertama Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Singapura.
>
> Kim Jong Unbelum pernah sekalipun menjejakkan kakinya ke Rusia.
> Berbeda dengan sang ayah,Kim Jong Il, yang pernah menggunakan kereta
> api lapis bajanya, menemui PresidenRusia Dmitry Medvedev pada 2011.
>
> Dalam jajaran pejabat tinggi Rusia, baruMenteri Luar Negeri Sergey
> Lavrov yang pernah bertemu Kim Jong Un saatberkunjung ke Pyongyang
> pada akhir Mei tahun lalu.
>
> Penulis : Agni Vidya PerdanaEditor : Agni Vidya Perdana
>
>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com