bancakan
 

---In [email protected], <lusi_d@...> wrote :

 Anomali pengakuan MK ttg perusahaan negara: de jure Anak BUMN, de facto
 Konglomerasi kapital-finans feodal.
 
 
 
 
 Am Thu, 27 Jun 2019 21:43:52 +0000 (UTC)
 schrieb "Jonathan Goeij jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... [GELORA45]"
 <[email protected] mailto:[email protected]>:
 
 > 
 > Sebenarnya saja MK sudah bisa mempertahankan Ma'ruf Amin jadi wapres
 > dgn keputusannya Dewan Pengawas Syariah bukan pegawai karena
 > posisinya disana ditugaskan/mewakili Dewan Syariah, tetapi
 > kelihatannya melangkah sedemikian jauh dengan mengatakan "anak
 > perusahaan BUMN dibilang bukan BUMN" jadinya milik siapa? genderuwo
 > mungkin.
 > 
 > 
 > 
 > On Thursday, June 27, 2019, 01:38:07 PM PDT, Sunny ambon
 > <ilmesengero@... mailto:ilmesengero@...> wrote: 
 > Kalau mau diputar lidah bahwa anak perusahaan BUMN dibilang bukan
 > BUMN, tentu saja bisa, karena kebenaran adalah hak pihak berkuasa. On
 > Wed, Jun 19, 2019 at 1:30 AM jonathangoeij@... mailto:jonathangoeij@... 
 > [GELORA45]
 > <[email protected] mailto:[email protected]> wrote:
 > 
 >   
 > 
 > 
 > Menurutnya, dalam putusan MK no 21 Tahun 2017, putusan MK No 48 tahun
 > 2013, peraturan BUMN No 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU
 > perbendaharaan negara, UU antikorupsi, bisa disimpulkan bahwa anak
 > perusahaan BUMN adalah BUMN dan pejabat di anak perusahaan BUMN
 > adalah mewakili representasi dari BUMN bukan sekedar konsultan.
 > 
 > 
 > ....
 > 
 > BW: Pihak Termohon Gagal Berikan Penjelasan Posisi Ma'ruf Amin di BUMN
 > 
 > 
 > 
 > Ketua Tim Hukum Prabowo-Sandi Bambang Widjojanto hadir pada
 > persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan
 > Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat
 > (14/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono ) Yeremia
 > Sukoyo / JAS Selasa, 18 Juni 2019 | 15:02 WIB
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > Jakarta, Beritasatu.com - Ketua tim gugatan MK pasangan nomor urut 02
 > Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto menilai, pihak termohon dan
 > terkait gagal memberikan penjelasan terkait posisi Calon Wakil
 > Presiden (Cawapres) sebagai Dewan Pengawas di dua bank syariah BUMN.
 > 
 > 
 > 
 > 
 > "Termohon juga telah melakukan kegagalan yang sangat fundamental. Apa
 > itu? Cawapres 01 dikatakan bukan menjadi pejabat dan anak cabang
 > perusahaannya bukan BUMN hanya merujuk pada aturan BUMN saja," kata
 > Bambang, sesaat setelah mengikuti sidang di Gedung MK Jakarta, Selasa
 > (18/6/2019).
 > 
 > 
 > 
 > 
 > Menurutnya, dalam putusan MK no 21 Tahun 2017, putusan MK No 48 tahun
 > 2013, peraturan BUMN No 3 tahun 2013, UU keuangan negara, UU
 > perbendaharaan negara, UU antikorupsi, bisa disimpulkan bahwa anak
 > perusahaan BUMN adalah BUMN dan pejabat di anak perusahaan BUMN
 > adalah mewakili representasi dari BUMN bukan sekedar konsultan.
 > 
 > 
 > 
 > 
 > "Ketidakmampuan menjawab ini sebenarnya berarti semakin sah dan
 > legitimate bahwa terjadi pelanggaran terhadap pasal 277 P UU no 7
 > tahun 2017," ucap pria yang akrab disapa BW ini.
 > 
 > 
 > 
 > 
 > Dikatakan BW, selama persidangan pihak termohon juga telah gagal
 > membangun narasi yang bisa menjawab permohonan-permohonan yang
 > diajukan pihaknya ke MK. Atas alasan tersebut dirinya pun meyakini MK
 > akan mengabulkan seluruh permohonan yang telah diajukan.
 > 
 > 
 > 
 > 
 > Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan perkara
 > perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) untuk pemilihan presiden
 > 2019 pada Selasa (18/6). Dalam sidang kedua kali ini mengagendakan
 > pembacaan jawaban dari pihak termohon dan terkait, masing-masing KPU,
 > tim kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Bawaslu.
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > Sumber: Suara Pembaruan
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 
 > 

Kirim email ke